Analisa Teknis dan Ekonomis Ballast Water Treatment dengan Metode Pemanasan Gas Buang Auxiliary Engine untuk Memenuhi Persyaratan International Ballast Water Management pada Kapal MT. RH Tanker

Ardian, Rizky Praditya (2017) Analisa Teknis dan Ekonomis Ballast Water Treatment dengan Metode Pemanasan Gas Buang Auxiliary Engine untuk Memenuhi Persyaratan International Ballast Water Management pada Kapal MT. RH Tanker. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4213100044-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Pertukaran air balas yang dilakukan oleh kapal dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lain dapat menimbulkan masalah. Air balas yang diangkut suatu kapal dapat membawa mikroorganisme – mikroorganisme yang hidup pada lingkungan asal dan kemudian dibuang pada ekosistem yang baru. Hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem yang baru. Namun, Konvensi Manajemen Air Balas, yang diadopsi pada tahun 2004, bertujuan untuk mencegah penyebaran organisme air berbahaya dari satu daerah ke daerah lain, dengan menetapkan standar dan prosedur untuk pengelolaan dan pengendalian air balas kapal dan sedimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung, mendesain dan menganalisa serta menghitung nilai ekonomi dari pemanfaatan panas dari gas buang auxiliary engine pada kapal MT. RH Tanker untuk membunuh mikroorganisme dengan cara meningkatkan temperatur air balas. Pada penelitian yang dilakukan untuk memanaskan air balas dibutuhkan panas sebesar 2830,77 kW dengan rincian kalor sensibel sebesar 1674,92 kW serta heat loss dari tangki balas dengan air laut dan udara pada ruang muat di atas tank top sebesar 1155,85 kW atau sebesar 40,83% dari total kebutuhan panas. Dua buah desain economizer yang dirancang pada software HTRI untuk memanaskan thermal oil sebagai medium heat transfer antara auxiliary engine exhaust gas dan air balas, pada economizer I memiliki duty sebesar 338 kW, over design sebesar 0,62% serta pressure drop sebesar 0,005 kPa dan selanjutnya pada economizer II memiliki duty sebesar 316 kW, over design sebesar 0,74% serta pressure drop sebesar 0,006 kPa. Duty dari dua buah economizer yang telah dirancang secara maksimal tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan panas sebesar 23,1% untuk memanaskan air balas. Untuk memenuhi kebutuhan panas yang kurang tersebut ditambahkan additional heater yaitu thermal oil boiler dan dipilih pada kebutuhan heat output sebesar 8 Mbtu/Hr atau sebesar 2344,57 kW. Pada perancangan heat exchanger dengan software HTRI untuk memanaskan air balas dari thermal oil didapatkan duty sebesar 2844,1 kW, over design sebesar 0,91% serta pressure drop sebesar 0,382 kPa. Proses sirkulasi dan pemanasan dilakukan selama kondisi sailing 67 jam dengan skenario pemanasan per tangki balas. Analisa ekonomi untuk modifikasi sistem balas ini membutuhkan total biaya investasi awal yang mencakup pembelian komponen utama, perlengkapan dan accessories serta additional tank sebesar Rp.3.397.972.413. Selanjutnya biaya operasional per tahun untuk kebutuhan bahan bakar light oil (MDO) untuk thermal oil boiler sebesar Rp.9.971.285.244 dan biaya maintenance per tahun sebesar Rp.135.918.897. ============================================================ The exchange of ballast water which returned by a ship from one port to another can cause problems. Ballast water may carry microorganisms that live in the original environment and then disposed in a new ecosystem. It can cause damage to the new ecosystem. However, Water Management Convention, which adopted in 2004, aims to prevent the spreadness of harmful aquatic organisms from one region to another, by setting standards and procedures for the management and control of water ballast and sediment. The purpose of this study is to calculate, design and analyze and calculate the economical value of heat utilization of the auxiliary engine exhaust gas on vessel MT. RH Tanker to kill microorganisms by increasing tempeature of ballast water In a study conducted to heat ballast water required heat 2830.77 kW with details of sensible heat 1674.92 kW and heat loss of tank with sea water and air in the loading space above the tank top 1155.85 kW or 40,83% of the total heat requirement. Two economizer which has been designed in HTRI software to heat thermal oil as a medium heat transfer between auxiliary engine exhaust gas and ballast water, economizer I has duty 338 kW, over design 0.62% and pressure drop 0.005 kPa and next economizer II has duty 316 kW, over design 0.74% and pressure drop 0.006 kPa. Duty from two economizer that have been designed to the maximum only meet the heat requirement of 23.1% to heat the ballast water. To meet the less requirement of heat is added additional heater that is thermal oil boiler and selected at requirement of heat output 8 M BTU/Hr or equal to 2344,57 kW. In the design of heat exchanger with HTRI software to heat water from thermal oil get the duty 2844.1 kW, over design 0.91% and pressure drop 0.382 kPa. The circulation and heating process carried out during the sailing conditions that is 67 hours with a heating scenario per tank. The economic analysis results of this modification system needs the total initial investment costs which includes the purchase of major components, equipment and accessories and additional tanks Rp.3.397.972.413. Furthermore, the operational cost per year for the needs of light oil fuel (MDO) for thermal oil boiler is Rp.9.971.285.244 and maintenance cost per year is Rp.135.918.897.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Mikroorganisme, Konvensi Manajemen Air Balas, Economizer, Heat Exchanger, Thermal Oil, Thermal Oil Boiler, HTRI software
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rizky Praditya Ardian
Date Deposited: 06 Oct 2017 02:25
Last Modified: 06 Mar 2019 07:34
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/44532

Actions (login required)

View Item View Item