Arahan Pengembangan Ekonomi Pada Daerah Tertinggal Berdasarkan Subsektor Pertanian di Desa Alasbayur, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo

Yohana, Lidya (2017) Arahan Pengembangan Ekonomi Pada Daerah Tertinggal Berdasarkan Subsektor Pertanian di Desa Alasbayur, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3613100047-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kabupaten Situbondo merupakan salah satu daerah tertinggal yang ditetapkan oleh Peraturan Presiden Nomor 131 Tahun 2015 dimana Desa Alasbayur, Kecamatan Mlandingan merupakan desa dengan tingkat Indeks Pembangunan Desa yang paling rendah (36,80). Salah satu cara untuk mengentaskan ketertinggalan sebuah daerah adalah melalui pengembangan wilayah dengan konsep kawasan andalan berdasarkan potensi daerah. Desa Alasbayur memiliki potensi pada sektor pertanian, dilihat dari luas lahan pertanian sebesar 57% dari luas wilayah dan jumlah penduduk mencapai 80% yang bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga untuk mengentaskan ketertinggalan Desa Alasbayur melalui pengembangan potensi wilayah perlu dibuat suatu arahan yang mengatur mengenai pengembangan ekonomi berdasarkan subsektor pertanian. Untuk menentukan arahan pengembangannya, terlebih dahulu ditentukan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi berdasarkan subsektor pertanian di Desa Alasbayur. Metode analisis yang digunakan untuk menentukan faktor-faktor tersebut adalah content analysis kepada 5 responden yang ditentukan melalui stakeholder analysis. Kemudian dilakukan penilaian kinerja dan kepentingan pada faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi tersebut menggunakan Important Performance Analysis (IPA). Dalam merumuskan arahan pengembangan ekonomi berdasarkan subsektor pertanian digunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 indikator yang mempengaruhi perkembangan ekonomi berdasarkan subsektor pertanian di Desa Alasbayur yang termasuk dalam faktor pasar, faktor peran pemerintah, faktor produktivitas, faktor teknologi, faktor bahan baku, faktor harga, faktor infrastruktur, faktor tenaga kerja, serta faktor fisik. Dari indikator yang terpilih masing-masing dinilai berdasarkan tingkat kinerja dan kepentingan sehingga dapat dibagi menjadi empat kuadran pengembangan. Dimana variabel yang menjadi masalah terdapat pada kuadran A sehingga membutuhkan prioritas peningkatan. Sementara potensi yang dimiliki Desa Alasbayur terdapat di kuadran D. Arahan pengembangan dibagi sesuai dengan variabel penelitian, dimana secara umum dibutuhkan adanya penyediaan infrastruktur dasar untuk menunjang kegiatan perekonomian di Desa Alasbayur sebagai upaya pengentasan ketertinggalan daerah. ============================================================ Situbondo District is one of the underdeveloped areas established by Presidential Regulation in year 2015, where Alasbayur Village, Mlandingan Subdistrict is the village with the lowest level of Village Development Index (36.80). One of the ways to alleviate the lagging of a region is through the development of the region with the concept of a reliable area based on the potential of a region. Alasbayur Village has potentials in the agriculturan sector, seen from the farming area of 57% of the total area and the number of people reaching 80% as farmers. So as to alleviate the backwardness of Alasbayur Village through the development of region potentials, it is necessary to establish a direction economic development based on agricultural subsector. To determine the direction of development, the initial stage is to formulize the factors that affect the economic development based on the agricultural subsector in Alasbayur Village. The methode analysis used in this stage is content analysis, given to 5 respondents selected through stakeholder analysis. The next stage is to evaluate the performance and importance level of the factors that affect the economic development based on the agricultural subsector, using Important Performance Analysis (IPA). The final stage is to formularize the direction of economic development based on agricultural subdistrict using the qualitative-desciptive analysis. The result showed that there are 23 variables that affect the economic development based on agriculutural subdisctrict in Alasbayur Village, Mlandingan Dictrict, Situbondo Subdistrict which divided into 9 factors that are market, government role, productivity, technological, raw material, price, infrastructure, labor and physical. From the selected variables each is evaluated based on the performane and importance level with the result of four development quandrants, where the variabels that are the promblems are in Quandrant A so it needs priority improvement. While the agricultural potentials of Alasbayur Village is located in Quandrant D. The direction of economic development is determined according to research variables, where generally it is necessary to provide basic infrastructure to support economic activites in Alasbayur Village as an effort to alleviate the backwardness of the region.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: daerah tertinggal, pengembangan ekonomi wilayah, subsektor pertanian, underdeveloped areas, economic area development, agricultural subsector
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
T Technology > TX Home economics
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Regional and Urban Planning > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Lidya Yohana .
Date Deposited: 02 Oct 2017 02:44
Last Modified: 21 Nov 2017 04:10
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/44641

Actions (login required)

View Item View Item