Studi Neraca Air Minum Kabupaten Gresik Tahun 2037

Rosalia AT, Dwyanti (2017) Studi Neraca Air Minum Kabupaten Gresik Tahun 2037. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3313100701-Undergraduate-Theses.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Berdasarkan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 tentang 100-0-100 terutama 100% akses air minum, pemerintah Kabupaten Gresik dan Perusahaan Penyediaan Air Minum (PDAM) berupaya meningkatkan daerah pelayanan perpipaan PDAM yang terdiri dari daerah optimalisasi dan daerah pengembangan. Studi Neraca air minum Kabupaten Gresik mengkaji mengenai keseimbangan kebutuhan air domestik dan non domestik dengan supply yang ada sehingga dapat dipersiapkan sumber air yang akan digunakan untuk pemenuhan demand di 20 tahun mendatang. Daerah pelayanan air minum Kabupaten Gresik tahun 2016 sebesar 37,37% atau 60,65% dari cakupan wilayah pelayanan. Rencana daerah terlayani perpipaan PDAM terdiri dari 16 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik. Sumber eksisting air PDAM berasal dari 7 lokasi yang terdiri dari air curah Segoromadu debit terpasang sebesar 25 L/detik, air sumur GKB 1,2,& 3 sebesar 27 L/detik, air curah Gadung sebesar 15 L/detik, air terpasang IPA Petiken sebesar 100 L/detik, air curah PT Drupadi Agung Lestari sebesar 400 L/detik, air curah PT Dewata Bangun Tirta sebesar 200 L/detik, dan air terpasang IPA Legundi sebesar 550 L/detik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah survei lapangan kondisi eksisting sumber air PDAM. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan proyeksi penduduk dan kebutuhan air minum selama 20 tahun mendatang. Data sekunder yang mendukung dalam proyeksi seperti jumlah penduduk eksisting, rencana daerah terlayani perpipaan PDAM, jumlah pelanggan, pemakaian air, kehilangan air, data potensi air, dan data supply eksisting. Hasil penelitian ini menunjukkan air baku yang digunakan berasal dari Umbulan dengan debit sebesar 1.000 L/detik yang akan direalisasikan pada tahun 2019. Penambahan air baku dari Bengawan Solo dengan debit sebesar 1.000 L/detik yang akan direalisasikan pada tahun 2023. Neraca air minum PDAM pada tahun eksisting dengan total demand sebesar 969 L/detik dengan surplus sebesar 62 L/detik. Neraca air minum hasil perencanaan tahun pertama dengan total demand sebesar 1.589 L/detik dengan surplus sebesar 417 L/detik. Neraca air minum tahun kedua total demand sebesar 1.838 L/detik dengan surplus sebesar 168 L/detik. Neraca air minum tahun ketiga total demand sebesar 2.724 L/detik dengan surplus sebesar 282 L/detik. Dan neraca air minum tahun keempat total demand sebesar 3.081 L/detik dengan defisit sebesar 75 L/detik sehingga pada tahun 2037 mendatang perlunya penambahan supply agar memenuhi demand. =================================================================== Based on Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) for year 2015-2019 about 100-0-100 especially about 100% access to drinking water, Gresik District government works and Perusahaan Penyediaan Air Minum (PDAM) has worked on increasing piping service area which consisted of optimalization and development area. Study of water balance in Gresik District evaluates the equilibrium about domestic and non-domestic water demand with the existing supply so that the source debit can be prepared for the next 20 years demand. Water service area for Gresik District Year 2016 is 37,37% or 60,65% from the whole service area. Planned service area consists of 16 sub-districts out of 18 sub-districts in Gresik District. Existing condition of PDAM water source comes from 7 locations, such as: Segoromadu production for 25 L/s, GKB 1, 2, & 3 well for 27 L/s, Gudang spring for 15 L/s, IPA Petiken production for 100 L/s, PT Drupadi Agung Lestari spring for 400 L/s, PT Dewata Bangun Tirta spring for 200 L/s, and IPA Legundi production water for 550 L/s. The method used for this study is field survey for existing condition of PDAM water source. Projection calculation for citizen number and water demand is used for Gresik District in next 20 years. Supporting data in projection such as existing citizen number, service area plan, customer number, water consumtion, water loss, water potential data, and existing supply data. The result of this study shows the potential of raw water used from Umbulan with 1.000 L/s which will be realized in year 2019. Addition of Bengawan Solo raw water with 1.000 L/s will also be realized in year 2023. Water balance of PDAM for existing year is 969 L/s total surplus with 62 L/s supply. Water balance projection result First year is 1.589 L/s total surplus with 417 L/s supply. Second year water balance is 1.838 L/s total surplus with 168 L/s supply. Third year water balance is 2.724 L/s total surplus with 282 L/s supply. And the water balance for the fourth year is 3.081 L/s total defisit with 75 L/s supply. Thus, for the year 2037 supply debit needs to be added to fulfill the demand.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kabupaten Gresik, Kebutuhan air, Neraca air minum, PDAM, Potensi air baku.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Dwyanti Rosalia AT
Date Deposited: 02 Feb 2018 08:49
Last Modified: 08 Mar 2019 02:10
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/44957

Actions (login required)

View Item View Item