Pengaruh Suhu Dekomposisi dan Konsentrasi Katalis Kalsium Oksida (CaO) Dari Cangkang Telur Ayam Terhadap Sintesis Biodiesel Dari Minyak Jelantah

Sihombing, Thomas Andherson (2017) Pengaruh Suhu Dekomposisi dan Konsentrasi Katalis Kalsium Oksida (CaO) Dari Cangkang Telur Ayam Terhadap Sintesis Biodiesel Dari Minyak Jelantah. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2413100081-Undergraduate_Thesis.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Limbah minyak jelantah merupakan alternatif bahan baku untuk menghasilkan biodiesel yang ekonomis dan murah. Limbah ini terlebih dahulu mengalami proses pre-treatment yang bertujuan untuk menghilangkan kadar asam lemak bebas (FFA). Biodiesel diproduksi dengan transesterifikasi antara trigliserida dan alkohol dengan adanya katalis. Katalis oksida padat yang ada paling banyak dikembangkan dalam produksi biodiesel, salah satunya adalah kalsium oksida (CaO). Katalis CaO bersumber dari cangkang telur ayam melalui proses kalsinasi. Cangkang telur ayam kemudian dibersihkan, dan dikeringkan dalam oven dengan suhu 120oC selama 24 jam. Kemudian cangkang telur dikalsinasi di dalam tungku dengan variasi suhu 600oC, 700oC, 800oC, dan 900oC selama 6 jam yang kemudian dikarakterisasi melalui uji XRD dan FTIR. Sintesis biodiesel pada penelitian ini dilakukan pada suhu 65ºC dengan perbandingan mol minyak-metanol 1:6. Waktu reaksi diberikan selama 2 jam dengan variasi konsentrasi berat katalis yaitu 3wt%, 6wt%, dan 9wt%. Kondisi optimum untuk reaksi adalah CaO yang dikalsinasi pada suhu 900oC dengan konsentrasi katalis 9wt% yang mampu mengkonversi biodiesel dengan sebesar 81,43% dan sisanya adalah gliserol sebagai produk samping. Dapat disimpulkan bahwa suhu kalsinasi dan konsentrasi sangat mempengaruhi proses sintesis biodiesel. =============================== Waste cooking oil (WCO) is an alternative raw material to produce economical and cheaper biodiesel. WCO first undergoes a pre-treatment process that aims to remove free fatty acid (FFA). Biodiesel was produced by transesterification between trigliceride and methanol with aided by catalyst. At present, one of the mostly developed solid oxide catalyst in biodiesel production is calcium oxide (CaO). CaO catalyst was obtained from calcined egg shell. Eggshell was cleaned, weighted, and dried in oven at 120oC for 24 hours. Then the eggshell was calcined in a furnace at 600oC, 700oC, 800oC, and 900oC for 6 hours and the results were then characterized by XRD and FTIR. The biodiesel synthesis in this research was conducted at 65ºC with molar ratio of 1: 6 WCO to methanol. Reaction time of 2 hours was used with variation of catalyst weight concentration namely 3wt%, 6wt%, and 9wt%. The optimum condition for the reaction was obtained for CaO calcined at 900oC with a catalyst concentration of 9wt%. This process yields 81.43% conversion and glycerol (by - product). From this research, it can be concluded that the temperature of calcination and concentration catalyst greatly affect the process of biodiesel synthesis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: minyak jelantah; biodiesel; biodegradable; katalis kalsium oksida; FFA; waste cooking oil; biodiesel; biodegradable; catalyst calcium oxide; free fatty acid
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Physics Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Thomas Andherson Sihombing
Date Deposited: 10 Aug 2017 05:10
Last Modified: 08 Mar 2019 03:17
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/45015

Actions (login required)

View Item View Item