Simulasi Numerik Pengaruh Kecepatan Inlet Dan Posisi Ketinggian Outlet Terhadap Karakteristik Aliran Dan Perpindahan Panas Konveksi Pada Ruang Server Dengan Top Flow Inlet

Yudy, Tri (2017) Simulasi Numerik Pengaruh Kecepatan Inlet Dan Posisi Ketinggian Outlet Terhadap Karakteristik Aliran Dan Perpindahan Panas Konveksi Pada Ruang Server Dengan Top Flow Inlet. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2115105016-Undergraduate_Theses.pdf]
Preview
Text
2115105016-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Ruang server adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Sebuah ruang server harus memiliki standar keamanan yang melindungi kerja perangkat-perangkat di dalamnya khusunya temperatur pada rak server. Mengacu pada Thermal Guidelines for Data Processing Environments ASHRAE dan studi literatur, temperatur rekomendasi pada ruang server adalah sekitar 18°C-27°C dan temperatur kerja yang baik pada rak server adalah di bawah 45°C. Tetapi, sebagian besar perusahaan yang memiliki ruang server, mengendalikan temperatur rak server di bawah 40°C, karena rekomendasi ASHRAE untuk temperatur rak server 45°C terlalu panas. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem distribusi pendinginan yang baik pada ruang server dan pengawasan/monitoring terhadap temperatur rak server server sehingga tidak terjadi overheat.
Untuk melakukan pengawasan/monitoring terhadap temperatur rak server, maka diperlukan adanya suatu proses simulasi, dimana akan divariasikan posisi outlet dan kecepatan inlet sehingga dapat diketahui besarnya temperatur rak server dengan tidak mengubah temperatur referensi. Penelitian ini dilakukan secara numerik dengan domain pemodelan dibuat menggunakan GAMBIT 2.4.6 dan disimulasikan dengan menggunakan ANSYS 16.2. Top flow inlet dimodelkan sebagai udara bersuhu 15°C dengan aliran uniform dan steady pada sisi inlet. Kondisi batas adalah top inlet sebagai velocity inlet, sedangkan outlet adalah outflow dan tiap rak server diberi heat flux konstan sebesar 250 W/m2. Variasi yang digunakan adalah posisi ketinggian outlet 0,5m; 1m; 1,8m; 3m; dan variasi kecepatan inlet 2 m/s; 2,5 m/s; 3 m/s.
Dari hasil simulasi ini didapatkan visualisasi karakteristik aliran dan perpindahan panas yang melewati rak server, yakni diantaranya distribusi temperatur dan distribusi kecepatan udara. Selain itu, diperoleh data mentah yang diolah untuk menghasilkan perbandingan antara Nusselt Number dan koefisien perpindahan panas terhadap critical rak server. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa temperatur critical rak server berada pada rak server 2 pada ketinggian outlet 1,8 m dengan variasi kecepatan 2,5 m/s. Untuk distribusi udara paling baik adalah pada kecepatan inlet 3 m/s di berbagai variasi posisi ketinggian outlet.

==================================================================

Server room is a facility used to put the computer systems and related components, such as telecommunications and storage systems. A server room must have a high security standard that protects the working of devices, especially the temperature at the rack server. Referring to ASHRAE's Thermal Guidelines for Data Processing Environments and literature studies, the recommended temperature in the server room is around 18°C-27°C and the working temperature of the rack server is below 45°C. However, most companies that have server space, controlling the rack server temperature below 40°C, because ASHRAE recommendations for 45°C are too hot. Therefore, a good cooling distribution system is required in the server room and controlling / monitoring of rack server temperature.
To control / monitor the server rack temperature, it is necessary to process simulation, which will be varied the position of the outlet heights and inlet velocity so that can know the magnitude of the temperature of the rack server with no change in the reference temperature. This research will be simulated based on numerical., the domain modeling is made using GAMBIT 2.4.6 and will be simulated using ANSYS 16.2. Top flow inlet is modelled as 15°C of an air, uniform and steady flow at the inlet. The boundary condition is the Top flow inlet as velocity inlet, the outlet is outflow and each rack server is given a constant heat flux of 250 W / m2. The variation used is the position of the outlet height of 0,5m; 1m; 1,8m; 3m;; and variation of inlet velocity of 2 m/s; 2,5 m/s; 3 m/s.
The simulation results obtained from the visualization of flow characteristics and heat transfer that pass through the rack server, that is temperature distribution and air velocity distribution. In addition, the acquired raw data is processed to produce a comparison between Nusselt Number and the heat transfer coefficient of the critical rack server. The conclusion can be drawn that the critical temperature is on the rack server number 2 at a height of outlet is 1,8m with inlet velocity of 2,5 m/s. For the best air distribution is the inlet velocity of 3 m/s in various variations of outlet height position.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ruang server, top inlet, temperatur, simulasi numerik, perpindahan panas.
Subjects: Q Science
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Tri Yudy
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:48
Last Modified: 08 Mar 2019 01:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/45249

Actions (login required)

View Item View Item