Alternatif perencanaan perbaikan tanah dasar dan timbunan pada proyek jalan tol Pemalang Batang seksi iv sta. 362 +550 s.d sta. 362 +625

Aditya, Bimo Wibi (2017) Alternatif perencanaan perbaikan tanah dasar dan timbunan pada proyek jalan tol Pemalang Batang seksi iv sta. 362 +550 s.d sta. 362 +625. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3115105044-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14MB) | Request a copy

Abstract

Pembangunan Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang merupakan salah satu jaringan jalan yang terhubung dari beberapa rangkaian jalan tol Trans Jawa. Proyek Jalan Tol Pemalang-Batang seksi IV ini dibangun sepanjang 8.9 km namun pada tugas akhir ini yang akan dibahas hanya pada Sta. 362+550 – Sta. 362+625 karena dianggap paling kritis dengan tinggi timbunan rencana 8.75 meter dan hasil pengujian tanah di lapangan pada area persiapan lahan tersebut menunjukan bahwa kondisi tanah dasar berupa tanah lunak dengan nilai qc rata-rata 4 kg/cm2 hingga kedalaman lebih dari 15 meter, sehingga perlu dilakukan perbaikan tanah dasar. Perbaikan tanah dasar dilakukan dengan metode preloading dikombinasikan dengan PVD agar proses pemampatan terjadi lebih cepat. Selain itu material timbunan yang direncanakan tidak hanya material biasa, direncanakan pula menggunakan material ringan mortar busa karena dengan menggunakan material ringan ini besar pemampatan tanah dasar akan menjadi lebih kecil sehingga waktu yang diperlukan menjadi lebih cepat. Dari hasil perhitungan untutk material biasa diperoleh besarnya pemampatan yang terjadi adalah 2.4 meter dengan kurun waktu 252 tahun tanpa PVD dan 22 minggu bila menggunakan PVD, sedangkan pada material ringan memerlukan waktu 10 minggu dengan menggunakan PVD. Dari hasil kontrol stabilitas timbunan yang dilakukan timbunan dengan material biasa mengalami kelongsoran, maka diperlukan perkuatan menggunakan geotextile. Hasil perhitungan perkuatan diperoleh beberapa alternatif yaitu, 1) Perkuatan Timbunan Slope material biasa dengan geotextile kuat tarik 100 KN berjumlah 63 lapis; 2) Timbunan slope dengan menggunakan material ringan mortar busa; 3) Perkuatan timbunan sebagai dinding penahan menggunakan material biasa dengan geotextile kuat tarik 100 KN berjumlah 29 lapis; 4) Timbunan dinding penahan dengan menggunakan material ringan mortar busa; 5) Perkuatan timbunan dinding penahan menggunakan freyssisol. Biaya material untuk setiap alternatif perencanaan adalah sebesar Rp. 15.560.985.000 (alt-1), Rp. 58.594.845.000 (alt-2), Rp. 8.371.490.000 (alt-3), Rp. 40.490.640.000 (alt-4), Rp.7.575.361.000 (alt-5). Dari harga yang didapat maka dipilih alternatif 3 karena alternatif tersebut dinilai murah dan mudah diaplikasikan. ===================================================================================== The Pemalang-Batang toll road project is one of the road networks that is connected to several road circuits of Trans-Java toll road series. The Pemalang-Batang section IV project is built along 8.9 km. However, the analysis of the paper only focuses on Sta. 362+550 – Sta. 362+625 since it is considered as the most critical, with the planning of high embankment of 8.75 meters. Moreover, the soil test results of land preparation area conducted in the field shows that the subgrade condition is soft soil with average qc value of 4kg/cm2 to the depth of more than 15 meters, which comes into consideration that subgrade improvement is required. The subgrade improvement is conducted with preloading method combined with PVD to speed up the settlement process. Furthermore, the usual material is not used as the planned embankment material. The light material of foam mortar is used to obtain the smaller amount of subgrade settlement which leads to less consumption of time. From the calculation result of the usual material, the settlement amount obtained is 2.4 meters with the period of 252 years without PVD and 22 weeks with PVD. On the other hand, it takes 10 weeks with PVD on the light material. From the result of the conducted stability control of embankment, the embankment with the usual material is sliding. Thus, reinforcement with geotextile is required. The reinforcement calculation result shows that some alternatives are needed: 1) The slope embankment reinforcement using the usual material with geotextile’s tensile strength of 100 KN as many as 63 layers; 2) The slope embankment using the light material of foam mortar; 3) The embankment reinforcement as the retaining wall using the usual material with geotextile’s tensile strength of 100 KN as many as 29 layers; 4) The retaining wall embankment using foam mortar; 5) The embankment reinforcement of the retaining walls using freysissol. The material costs for each alternative planning, respectively, are Rp. 15.560.985.000 (alt-1), Rp. 58.594.845.000 (alt-2), Rp. 8.371.490.000 (alt-3), Rp. 40.490.640.000 (alt-4), Rp.7.575.361.000 (alt-5). Therefore, the selected alternative is alternative 3 because it has the lowest price and is easy to get.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Geotextile, Jalan Tol, Material Ringan, Pemampatan, Preloading, PVD
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA710 Soil stabilization
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Bimo Wibi Aditya
Date Deposited: 29 Sep 2017 06:41
Last Modified: 22 Nov 2017 01:56
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/45301

Actions (login required)

View Item View Item