Perancangan Sistem Mooring dan Analisa Olah Gerak Struktur Aquaculture Model SeaStation untuk Laut Lepas Indonesia

Prasetyo Adi, Hafidz Bagus (2017) Perancangan Sistem Mooring dan Analisa Olah Gerak Struktur Aquaculture Model SeaStation untuk Laut Lepas Indonesia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4313100088-Undergraduate_Thesis.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Perikanan modern beralih pada sistem peternakan ikan terbuka di lepas pantai. Salah satu bentuk struktur yang paling umum digunakan di dunia adalah model SeaStation yang dikembangkan di Amerika. Sebagai suatu bangunan terapung maka perlu adanya sistem tambat untuk mempertahankan posisinya. Tugas Akhir ini akan membahas tentang sistem tambat yang efisien untuk struktur aquaculture model SeaStation untuk laut lepas di Indonesia. Lokasi yang dipilih adalah Laut Timor. Sistem konfigurasi mooring akan dibandingan antara tipe linear array, rectangular array dan 4 points mooring. Perancangan tali sistem mooring menggunakan tali tambat Bridon Diamond Blue dengan diameter 52mm dengan minumim breaking force 2,2 MN. Berdasarkan analisa yang dilakukan pada penelitian tugas akhir ini didapatkan bahwa sistem konfigurasi mooring linear array unggul dibandingkan dengan konfigurasi mooring lain dengan nilai faktor u dari kalkulasi DNVGL OS-E301 sebesar 0.2. Dimana semakin rendah nilai faktor u maka semakin baik faktor keselamatannya. Offset terkecil terjadi pada struktur pada konfigurasi sistem tambat rectangular array dengan pergeseran terbesar pada sumbu x 6.9 m. Tension yang dialami oleh tali pada konfigurasi 4 points mooring memiliki nilai maksimum terbesar senilai 1078 kN. Konfigurasi paling murah adalah 4 points mooring karena menggunakan tali tambat terpendek sepanjang 236 m. =======================================================================================Modern fishfarmings are moving further offshore to the open ocean. One of the most commonly used aquaculture structure is SeaStation, developed in America. As a floating structure, SeaStation needs a mooring system to maintain its position. This final project will discuss about the most effective mooring configuration for a SeaStation aquaculture cage for Indonesian opensea. This analysis will be based on environmental data from DNVGL OS-E301 for Timor Sea. Rectangular array, linear array and 4 points mooring are the three configuration compared in this report. Mooring line of the three configuration discussed are using Bridon Diamond Blue with 52mm in diameter with the minumim breaking force of 2,2 MN. Based on analysis done in order to make this report, linear array mooring is the best in term of u safety factor from DNVGL OS-E301. The u safety factor for linear array configuration is 0.2, where smaller is better. Smallest structural position offset occurred in rectangular array configuration with 6.9 m x axis shift. The 4 points mooring configuration have the biggest tension which result in 1078 kN of tension in the mooring cable. The cheapest mooring configuration is the 4 points mooring using only 236 m of mooring cable length in total.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Aquaculture; Mooring Line; Net Cage; Offset; Tension
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC1680 Offshore structures
Divisions: Faculty of Marine Technology > Ocean Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Adi Hafidz Bagus Prasetyo
Date Deposited: 10 Aug 2017 04:42
Last Modified: 08 Mar 2019 03:17
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/45468

Actions (login required)

View Item View Item