Analisa Stabilitas Batu Pecah Pada Seawall Dengan Variasi Tinggi Muka Air

Hakiki, Rorry Haulana (2017) Analisa Stabilitas Batu Pecah Pada Seawall Dengan Variasi Tinggi Muka Air. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4313100006-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Seawall merupakan bangunan pelindung pantai yang memiliki fungsi untuk melindungi bagian daratan dari terjangan gelombang yang ada. Dalam penelitian ini digunakan batu pecah sebagai pelindungnya dengan pertimbangan bahan yang mudah didapat dan hemat dari segi biaya sebagai armor pelindung seawall. Penelitian ini dilakukan di Laboraturium Lingkungan dan Energi Laut, Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, ITS Surabaya. Skala percobaan model fisik yang digunakan adalah 1:25 dan diuji dengan variasi tinggi muka air (d), tinggi gelombang (H) dan periode gelombang (T). Variasi tinggi muka air yang akan digunakan adalah 0.5 m, 0.45 m, 0.4 m. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah damage percent (D%), kecuraman gelombang (H/gT2), dan kedalaman relatif (d/H). Dari hasil percobaan didapatkan armor batu pecah paling stabil pada kedalaman 0.4 m dimana tidak terjadi kerusakan (Do = 0%), sedangkan kedalaman 0.45 m sebesar Do = 1.08% dan kedalaman 0.5 sebesar Do = 1.62% . Didapatkan perbandingan terbalik antara kedalaman relatif (d/Hs) dengan koefisiean stabilitas (Kd) yang berarti semakin kecil nilai kedalaman relatif suatu perairan maka berat batu (W) yang dibutuhkan akan semakin kecil juga untuk tinggi gelombang yang sama. Kata Kunci : batu pecah, model fisik, koefisiean stabilitas. ============================================================ Seawall is a coastal protection building that has function to protect the mainland such as road or building on the shores from the waves attack. In this study we use rubblemound as a protector with the consideration of materials that are easily obtained and cost-effective as a seawall protector armor This research take place on the Enviromental and Ocean Energy Laboratory of Ocean Engineering Deparment, Faculty of Marine Technology, ITS Surabaya. The experimental scale of the physical model used is 1:25 and tested by variations of water level (d), wave height (H) and wave period (T). The variation of water level that will be used is 0.5 m, 0.45 m, 0.4 m. The parameters used in this research are the damage percent (D%), wave steepness (H/gT2), and depth relativity (d/H). From the experimental results, the most stable at 0.4 m depth where there is no damage (Do = 0%), while the depth of 0.45 m is 1.08% (Do = 1.08%) and the depth of 0.5 m is 1.62% (Do = 1.62%). There is an inverse ratio between depth relativity (d/H) and stability coefficient (Kd), which means that the smaller value of the water depth relativity, the rock weight (W) required will be smaller for the same value ofwave height.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Stability, Rubblemound, Seawall, rubblemound, physical model, stability coefficient.
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rorry Haulana Hakiki
Date Deposited: 12 Oct 2017 04:24
Last Modified: 08 Mar 2019 03:07
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/45471

Actions (login required)

View Item View Item