Studi Eksperimen Scouring pada Pipa Akibat Gelombang Ireguler dengan Kondisi Meletak dan In-Trench

Ramadhan, Dimas (2017) Studi Eksperimen Scouring pada Pipa Akibat Gelombang Ireguler dengan Kondisi Meletak dan In-Trench. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4313100073-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Scouring merupakan fenomena alam penggerusan tanah yang diakibatkan oleh arus dan gelombang. Pipa bawah laut sangat rawan sekali terjadi scouring, baik yang posisi meletak maupun yang terkubur (in-trench). Scouring mengakibatkan terjadinya free span yang tiap waktu semakin membesar. Apabila dibiarkan, akan mengakibatkan ketidakstabilan pipa, sehingga dapat memicu kegagalan. Karena scouring dapat membahayakan struktur pipa bawah laut, maka dalam tugas akhir ini akan dibahas tentang studi eksperimen scouring pada pipa. Ukuran diameter pipa yang digunakan dalam eksperimen adalah 1,5 inch dan panjang 25 cm. Pasir yang digunakan dalam pengujian adalah pasir pantai dengan specific gravity (GS) = 2,85 dan d50 = 0,55 mm. Pipa tersebut akan diuji di flume tank dengan pengaruh gelombang ireguler. Terdapat 12 variasi yang dilakukan dalam eksperimen ini, 3 variasi Hi (7 cm, 6 cm dan 5 cm) dan 4 variasi peletakan (e/D = 0, e/D = -0,052, e/D = -0,079 dan e/D = -0,105). Setiap variasi dilakukan selama 40 menit, dan direkam menggunakan kamera. Tiap lima menit sekali, perubahan profil akan difoto. Hasil dari foto tersebut akan diplot ke AutoCAD kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel untuk mengetahui kedalaman dan lebar dari perubahan profil 2D scouring. Sedangkan untuk mengetahui laju propagasi scouring, dapat diketahui dengan perhitungan empiris. Pada pipa kondisi meletak (e/D = 0), kedalaman scouring (Sm/D) yang terbentuk berkisar antara 0 – 0,276 dengan lebar scouring (Wm/D) berkisar antara 0 – 1,995. Pada pipa kondisi in-trench (e/D  0), kedalaman scouring (Sm/D) yang terbentuk lebih kecil, yaitu berkisar antara 0 – 0,249. Lebar scouring (Wm/D) yang terbentuk juga lebih kecil, yaitu berkisar antara 0 – 1,654. Laju propagasi scouring pada kondisi meletak (e/D = 0) berkisar antara 0,0015 m/s – 0,0029 m/s. Sedangkan pada kondisi in-trench (e/D  0), laju propagasi scouring berkisar antara 0 m/s – 0,0035 m/s. Berdasarkan grafik hubungan dengan parameter-parameter tak berdimensi, seperti wave steepness (H/gT2), bilangan KC, burial depth to diameter ratio (e/D), mobility parameter (Ψ) dan shield parameter () dapat ditarik kesimpulan bahwa tinggi gelombang dan bilangan KC berbanding lurus dengan besar kedalaman dan lebar scouring yang terbentuk. Apabila e/D ≤ 0, semakin besar nilai e/D, maka kedalaman dan lebar scouring yang terbentuk juga semakin besar. Dan sebaliknya apabila e/D  0, semakin besar nilai e/D, maka kedalaman dan lebar scouring yang terbentuk semakin kecil. Selain itu, semakin besar butiran sedimen di sekitar struktur pipa, maka semakin kasar permukaan sedimennya, sehingga kedalaman dan lebar scouring yang terbentuk semakin kecil.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSKe 621.867 2 Ram s
Uncontrolled Keywords: scouring, gelombang ireguler, pipa, meletak, in-trench, studi eksperimen
Subjects: Q Science > QE Geology > QE571 Sedimentation and deposition. Sediment transport.
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ramadhan Dimas
Date Deposited: 22 Jan 2018 02:49
Last Modified: 08 Mar 2019 06:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/45608

Actions (login required)

View Item View Item