Pabrik Bioetanol dari Limbah Nanas (Ananas cosmosus L. Merr) dengan Molecular Sieve

Kusumawardani, Prayudhitia Putri and Aini, Nurul (2017) Pabrik Bioetanol dari Limbah Nanas (Ananas cosmosus L. Merr) dengan Molecular Sieve. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2314030009_2314030011-Non_Degree.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview

Abstract

Kandungan limbah nanas 53.1% air; 14.42% serat kasar; 17,53% karbohidrat; 1,3% protein dan 13,65% gula reduksi yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dan sebagai pengolahan limbah yang tepat. Lokasi pendirian pabrik di Lampung dipilih karena berdasarkan ketersediaan bahan baku, air dan kemudahan transportasi. Proses pembuatan bioetanol ini terdiri dari empat tahap, yaitu tahap pretreatment, hidrolisis, fermentasi dan pemurnian. Pada tahap pretreatment limbah nanas dihancurkan di crusher tujuannya untuk mencacahan limbah nanas sebelum masuk ke Tangki Mixing. Pada tahap hidrolisis, dilakukan proses liquifikasi dan sakarifikasi dengan enzim α-amilase dan glukoamilase. Pada tahap fermentasi, dilakukan pengubahan glukosa menjadi etanol dengan menggunakan yeast. Yeast yang dipakai adalah Saccharomyces cerevisiae. Pada tahap pemurnian, dilakukan dengan 2 tahapan yakni destilasi dan dehidrasi. Hasil dari proses pemurnian dengan destilasi adalah mencapai 96 % bioetanol dan pada proses dehidrasi Molecular sieve diperoleh bioetanol sebesar 99,5%. Pabrik ini direncanakan beroperasi secara kontinyu selama 330 hari/tahun, 24 jam/hari/ Kapasitas produksi Pabrik Bioetanol sebesar 10560 Ton/Tahun. Bahan baku utama pabrik ini adalah limbah nanas. Bahan baku pendukung pabrik ini adalah Saccharomyces cerevisiae, Enzim α-amilase, Enzim Glukoamilase, Urea (CO(NH2)2), Ammonium Phospat, Antifoam (Turkey Red Oil), Molasses dan Ammonium Sulfat. Produk Produk yang dihasilkan pabrik ini adalah dengan kadar bioetanol 99,5%. ================================================================= Pineapple waste contains of 53,1% water, 14,42% fiber, 17,53% carbohydrate, 1,3% protein and 13,65% reducing sugar that can be used as the raw material of bioethanol process and waste treatment. Lampung was selected because of its establishment of factory location based on the availability of raw material, water and transportation. There are 4 processes in the production of Bioethanol, pre-treatment, hidolisys, fermentation and purification. On pre-treatment process, pineapple waste is chrused with chrusher to chop pineapple waste into pieces before entered toMixing Tank. In the hidirolisis process there will be occured liquification and saccharification with α-amylase and glucoamylase enzyms. In fermentation process, glucose converted to bioethanol with yeast. The yeast that will be used is Saccharomyces cereviceae. Purification will be done with 2 techniques, distillation and dehydration. The result of purification process with distillation will get 96% of bioethanol while the dehydration process will get 99,5% of bioethanol. This factory will be operationed 24 hours during 330 day/year continously. The capacity of production Bioethanol factory is 10560 ton/year. The main raw material in this factory is pineapple waste. The supporting raw material is Saccharomycess cereviceae, α-amilase, glukoamylase, Urea(CO(NH2)2) , Ammonium phospat, Antifoam (Turkey Red Oil), Molasses and Ammonium Sulfate. The products is bioethanol 99,5%.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Bioetanol, Karbohidrat, Molecular sieve, Limbah nanas
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP156 Crystallization. Extraction (Chemistry). Fermentation. Distillation. Emulsions.
Divisions: Faculty of Vocational > Industrial Chemical Engineering
Depositing User: Prayudhitia Putri Kusumawardani
Date Deposited: 15 Nov 2017 03:20
Last Modified: 08 Mar 2019 03:41
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/45950

Actions (login required)

View Item View Item