Perencanaan Perkuatan Timbunan dan Lereng Jalur Kereta Api Daerah Operasi IX Jember Pada STA. Sempolan KM. 12+600 – 12+700 & KM. 14+300 – 14+800, STA. Kalibaru KM. 32+000 – 32+100, dan STA. Garahan KM. 24+800 – 25+400 Provinsi Jawa Timur

Sahara, Rifqi Erian (2017) Perencanaan Perkuatan Timbunan dan Lereng Jalur Kereta Api Daerah Operasi IX Jember Pada STA. Sempolan KM. 12+600 – 12+700 & KM. 14+300 – 14+800, STA. Kalibaru KM. 32+000 – 32+100, dan STA. Garahan KM. 24+800 – 25+400 Provinsi Jawa Timur. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3113100149-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (50MB) | Preview

Abstract

Pembangunan jalur kereta api tidak hanya dilakukan pada daerah yang memiliki kontur datar, tetapi juga dibangun pada daerah perbukitan yang memiliki kontur bervariasi. Di Indonesia terdapat banyak jalur kereta api yang dibangun melewati daerah perbukitan. Salah satunya adalah jalur kereta api Daerah Operasi IX Jember, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan pelaksanaan pekerjaan Studi Kajian Teknis Penanganan Amblesan Jalan KA Antara Bangil – Banyuwangi pada tanggal 17 Maret 2016 antara pihak pertama yaitu Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan dengan pihak kedua yaitu PT. ITS Kemitraan, diketahui terdapat 45 lokasi daerah rawan yang disebabkan oleh 3 hal, yaitu kondisi timbunan rel kereta api yang tidak stabil, lereng di kedua sisi yang rawan terjadi kelongsoran, dan banjir yang menyebabkan kelongsoran. Dari 45 lokasi yang ditinjau, terdapat 10 lokasi yang rawan longsor. Tugas akhir ini membahas 4 lokasi dari 10 lokasi yang rawan longsor tersebut, yaitu STA. Sempolan (SPL) yang berada pada KM. 12+600 – 12+700 & KM. 14+300 – 14+800, STA. Kalibaru (KBR) yang berada pada KM. 32+000 – 32+100, dan STA. Garahan (GRN) yang berada pada KM. 24+800 – 25+400. Berdasarkan masalah tersebut, pada Tugas Akhir ini akan membahas tentang langkah preventif yang harus dilakukan pada 4 lokasi yang ditinjau untuk mendapatkan solusi terhadap kelongsoran yang mungkin terjadi pada timbunan dan lereng jalur kereta api, adapun langkah yang akan dilakukan adalah dengan melakukan analisis aspek keruntuhan bidang longsor timbunan dan lereng dengan menggunakan program bantu PLAXIS yang berbasis finite element dan merencanakan perkuatan yang tepat dan murah. Pihak PT. Kereta Api Indonesia selaku Owner mengisyaratkan faktor keamanan (safety factor, SF) minimal 1,5 berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 60 Tahun 2012. Oleh sebab itu, timbunan dan lereng jalur kereta api yang memiliki SF dibawah 1,5 perlu diberi perkuatan tanah untuk mencegah terjadinya permasalahan dan menjamin kondisi badan jalan rel yang baik. Terdapat beberapa alternatif perkuatan timbunan dan lereng seperti cerucuk, geotextile, turap, grouting, counterweight dan bronjong. Namun, perkuatan dengan menggunakan geotextile tidak dapat diaplikasikan pada timbunan atau lereng jika pemasangan perkuatan tersebut harus membongkar rel kereta api yang sudah ada, sebab pihak PT. KAI menghendaki tidak adanya pembongkaran rel kereta api dan aktifitas yang menggangu kelancaran arus transportasi kereta api ============================================================================================== The construction of railway line not only built in a flat contour area, it also built through the hills which have varying contour. In Indonesia, there are many railway line that built through the hills. One of them is Daerah Operasi IX Jember, East Java Province. Based on Technical Survey in Bangil – Banyuwangi Railway that was held on 17 March 2016 between the first party “Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan” and the second party “PT. ITS Kemitraan”, concludes 45 locations of unstable area affected by 3 reason, i.e. unstable embankment, unstable slope, and landslide that caused by flood. From 45 locations under review, there are 10 of 45 locations that prone to landslides. This Final Project discussed 4 of 10 locations that are prone to landslides, namely STA. Sempolan (SPL) located at STA. Sempolan (SPL) at KM. 12+600 – 12+700 & KM. 14+300 – 14+800, STA. Kalibaru (KBR) at KM. 32+000 – 32+100, and STA. Garahan (GRN) at KM. 24+800 – 25+400. This Final Project discussed a preventive study to obtain the solution about landslides that might be occur in the embankment and slope of the railway line. As for the steps to be taken is by analyzing aspect of the collapses field of avalanche embakment and slope using “PLAXIS” finite element program and also making an appropriate DED (Detail Engineering Design) for embankment and slope stabilization. iv In accordance to Peraturan Menteri Perhubungan No. 60 Tahun 2012, PT. Kereta Api Indonesia as an OWNER requires minimum safety factor of 1,5. Therefore, embankment and slope of railway line that has safety factor less than 1,5 should be treated with soil stabilization to prevents problems and ensure the railway line in good condition. There are several alternatives for embankment and slope stabilization, such as cerucuk (mini pile) , geotextile, sheetpiles (turap), grouting, counterweight, and gabion (bronjong). However, geotextile reinforcement can not be applied if the installation process must dismantle the existing railway, because PT. Kereta Api Indonesia requires no dismantling of the existing railway and no activities that disrupt the railway transport.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Timbunan, Lereng, Kelongsoran, Cerucuk, Turap, Grouting, Bronjong, Counterweight, Plaxis.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA347 Finite Element Method
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA710 Soil stabilization
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Sahara Rifqi Erian
Date Deposited: 24 Nov 2017 06:37
Last Modified: 08 Mar 2019 01:43
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/46329

Actions (login required)

View Item View Item