Perancangan unit mesin pendingin (Cold Storage) untuk produk karkas sapi kapasitas 25 ton dengan kombinasi refrigerasi kompresi uap, refrigerasi absorpsi, dan flat plate solar collector di Kabupaten Pamekasan-Madura

Ayu, Canny Cado Dwi Putri (2017) Perancangan unit mesin pendingin (Cold Storage) untuk produk karkas sapi kapasitas 25 ton dengan kombinasi refrigerasi kompresi uap, refrigerasi absorpsi, dan flat plate solar collector di Kabupaten Pamekasan-Madura. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2113100031-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (11MB) | Preview

Abstract

Daging merupakan salah satu hasil ternak yang hampir tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Namun dari semua jenis daging, daging sapi menjadi primadona bagi kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan, pemerintah mendatangkan daging sapi impor untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu daerah dengan produksi daging sapi tertinggi di Pulau Madura. Bahkan tidak sedikit yang disuplai ke luar daerah, seperti daerah Situbodo dan Bondowoso melalui jalur laut. Namun, distribusi daging dilakukan dengan cara yang tidak efektif, yaitu dengan cara mengangkut sapi dalam keadaan hidup agar proses penyembelihan dapat dilakukan di tempat tujuan untuk mempertahankan kualitas daging. Proses ini akan lebih baik jika pengiriman dilakukan setelah daging sapi diawetkan dengan cara dibekukan setelah proses penyembelihan. Selain itu, Pamekasan juga memiliki potensi iradiasi matahari yang memungkinkan. Sehingga, dapat dilakukan perancangan mesin pendingin untuk pengawetan karkas sapi di Pamekasan dengan memanfaatkan energi panas matahari menggunakan pengumpul energi matahari berbentuk plat datar (flat plate solar collector). Perancangan cold storage ini terdiri dari rancangan konstruksi dan sistem pendingin. Sistem pendingin yang akan dirancang menggunakan kombinasi daur refrigerasi absorpsi dengan kompresi uap hingga mencapai temperatur karkas sapi 25ton yang uniform hingga -20℃. Refrigeran yang digunakan yaitu ammonia (R717) untuk sistem kompresi uap dan pasangan absorben-refrigeran yaitu air-ammonia pada sistem absorpsi. Variasi dilakukan pada konsentrasi air-ammonia untuk larutan lemah 10%, 20%, 30%, dan 40%. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini selain rancangan konstruksi adalah perhitungan beban pendinginan tertinggi yaitu bulan Januari pada 15 jam waktu pendinginan 859595.541 Btu/hr atau 251.922 KW. Nilai Coefficient of Performance (COP) terbaik untuk sistem absorpsi yaitu pada persentase water-ammonia untuk weak solution 0.40 dengan COP 0.794. Luas Flat Plate Solar Collector terkecil yaitu pada variasi persentasi water-ammonia untuk weak solution 0.40 yaitu 300.703 m2. Nilai COP untuk sistem kompresi uap yaitu 3.375 dan lebih kecil daripada sistem pendingin Carnot sistem kompresi uap. Selain itu, diperoleh juga komponen-komponen penting sistem dari katalog. ======================================================================================================= Meat is one of product in farming sector. People almost consume meat everyday in their whole life. However, from all kinds of meat, Indonesian like to eat beef than others. On the contrary, the government import beef from other countries to serve a society’s demand of consuming beef. Pamekasan regency is one of the region which has the highest production of beef carcass in Madura. Moreover, they export the beef carcass to other region like Situbondo and Bondowoso by shipping distribution. But, they do the uneffective distribution. Before shipping, exporting is done by picking the live cows up with car and cut them off in the destination place. The purpose of that is to make longest live of beef. It will be better if the cows are cut off first and make them freeze, so the distribution is easier because distribute the freezed beef. In the other hand, Pamekasan regency has a good potential in solar irradiation. So that, it can design a cold storage for freezing beef carcass in Pamekasan by collecting solar energy with flat plate solar collector. The design of this cold storage is divided by construction design and refrigeration system. This design will combine absorption and vapor compression refrigeration system to make the uniform temperature of beef carcass -20℃ in 25ton capacity. This refrigeration system will use ammonia (R717) as the refrigerant and aquos-ammonia as the absorbent-refrigerant for absorption system. This cold storage will have variation of aquos-ammonia weak solution 10%, 20%, 30%, and 40%. The result from this design is construction design. Besides that, the result is the highest cooling load estimation in January on 15 hours cooling time is 859595.541 Btu/hr or 251.922 KW. The highest value of Coefficient of Performance (COP) for absorption refrigeration system is in the concentration of 40% aquos-ammonia weak solution with COP 0.794. The lowest surface area of flat plate solar collector is in the 40% of aquos-ammonia weak solution with 300.703 m2. The value of COP for vapor compression refrigeration system is 3.375 and lower than COP of Carnot system in vapor compression system. The other result is all important components of refrigeration system from catalogue.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Cold storage, Flat Plate Solar Collector, Absorpsi
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Ayu Canny Cado Dwi Putri
Date Deposited: 10 Oct 2017 01:36
Last Modified: 08 Mar 2019 02:39
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/46584

Actions (login required)

View Item View Item