Model Sinkronisasi Penjadwalan Armada Kapal Perintis dengan Kapal Penumpang: Studi Kasus Pangkalan Kupang

-, Aliyah (2017) Model Sinkronisasi Penjadwalan Armada Kapal Perintis dengan Kapal Penumpang: Studi Kasus Pangkalan Kupang. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4413100039-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Kapal perintis memiliki peranan penting sebagai penghubung pulau terpencil dengan pulau besar yang lebih maju/berkembang. Selain itu, kapal perintis juga berfungsi sebagai feeder vessel bagi kapal penumpang yang lebih besar (mother vessel). Namun, kedua kapal tersebut tidak memiliki jadwal yang sinkron sehingga menyebabkan lamanya waktu tunggu penumpang yang ingin beralih moda. Ketidaksinkronan jadwal tersebut disebabkan karena cuaca (56%) dan sebab teknis (44%). Tugas Akhir ini bertujuan untuk meminimumkan waktu tunggu penumpang, menganalisis penyebab tidak sinkronnya penjadwalan, dan merencanakan model sinkronisasi penjadwalan. Metode simulasi diskrit dipakai untuk menentukan waktu tunggu penumpang minimum dengan menggunakan software Arena (student version). Model simulasi dibagi menjadi model awal dan model skenario. Model awal menghasilkan waktu tunggu penumpang saat ini selama 119 jam. Berdasarkan model awal, 5 (lima) model skenario dikembangkan. Skenario yang menghasilkan waktu tunggu penumpang paling minimum adalah model 2 dimana kapal perintis berangkat secara bersamaan pada tanggal 1 Januari 2017 pukul 03:01 dan menghasilkan total waktu tunggu penumpang 78,6 jam (66% kurang dari waktu tunggu penumpang saat ini). ============================================================================================= Pioneer vessel has an important role to link remote island with more developed/larger island. In addition, pioneer vessel functions as feeder vessel for larger passenger ship (mother vessel). However, both vessels do not have a synchronized schedule, causing delay for passengers who want to switch to other mode of sea transportation. The unsynchronized schedule was caused by weather (56%) and technical (44%) problems. Thus, this Final Project aims to minimize the passanger waiting time, to analyze the cause of unsynchronized schedule and to make a synchronized schedule model. Discrete Simulation Method is used to determine minimum passanger waiting time by using Arena Software (student version). Simulation model is devided into two parts, that is, initial model and scenario model. Result of the initial model shows that the existing passanger waiting time is 119 hours. Five scenarios models are developed based on the initial model. The scenario resulted in minimum passanger waiting time is Model 2, in which the pioneer vessels have the same departure time, i.e. on 1st January 2017, at 03:01 a.m. and it shows that total passanger waiting time is 78,6 hours (66%) less than the current passenger waiting time).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: sinkronisasi penjadwalan, waktu tunggu penumpang, simulasi diskrit
Subjects: T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE7 Transportation--Planning
V Naval Science > V Naval Science (General)
Divisions: Faculty of Marine Technology > Marine Transportation > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Aliyah Aliyah
Date Deposited: 08 Dec 2017 04:13
Last Modified: 06 Mar 2019 03:40
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/46820

Actions (login required)

View Item View Item