Pembuatan Kawat Monofilamen Superkonduktor MgB2 Secara In-Situ Menggunakan Metode Powder-In-Tube (PIT)

Rasyadi, Muhammad Emir Hanif (2017) Pembuatan Kawat Monofilamen Superkonduktor MgB2 Secara In-Situ Menggunakan Metode Powder-In-Tube (PIT). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2413100123-Undergraduate_Thesis.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Telah diteliti pembuatan kawat monofilamen superkonduktor MgB 2 dengan menggunakan metode p owder - in - t ube dengan variasi komposisi Mg terhadap B yakni 0,90, 1,00 dan 1,10 sedangk an komposisi Boron tetap . Serbuk p rekursor yang digunakan adalah serbuk Mg (98%) dan serbuk B (95 %) . Bahan dicampur dan digerus selama 30 menit lalu dimasukkan ke dalam tabung stainless s teel 316. Selanjutnya Tabung diberikan perlakuan mekanis r olling untuk membuat kawat monofilamennya. Kawat kemudian dipotong menjadi ukuran lebih kecil kemudian dipanaskan pada suhu 800 o C selama 2 jam. Hasil pemanasan kemudian diuji suhu k rit i snya lalu dikarakterisasi dengan XRD dan SEM . Dari hasil pengujian didapat bahwa pembuatan kawat secara i n - s itu dengan metode powder - i n - t ube dapat membuat kawat monofilamen superkonduktor MgB 2 dengan fasa dominan MgB 2 sekitar 95% dan memiliki fasa pengotor MgO sekitar 5%. MgO terbentuk akibat oksidasi yang terjadi pada serbuk MgB 2 didalam kawat. Komposisi Mg:B yang optimal untuk membuat kawat ini ada pada komposisi 1:2 karena memiliki kurva resistivita s yang bagus dengan nilai Tc Onset sebesar 41,67 K dan Tc Zero 40,89 K . Akan tetapi terdapat porositas pada kawat yang terjadi karena reduksi volume dari reaksi Mg+2B ditambah terjadinya evaporasi pada Mg =================================================================================== In this research we have studied the making of MgB2 supercond ucting monofilament wire using powder - in - t ube method with variation of Mg composition to B ie 0.90, 1. 00 and 1.10, while Boron remains The precursor used is Mg powder (98%) and powder B (95% ) Both materials are mixed and then crushed with agate mortar for 30 minutes and th en put into the tube stainless s teel 316. The tube is then subjected to a mechanical treatment of r olling to form its monofilament wire. The wire is then cut and sintered at a temperature of 800 o C for 2 hours. After that we test the critica l temperature then characterize the samples by XRD and SEM From the result of this research i t w as found that i n - situ wire - making by powder - in - t ube method can make MgB 2 superconducting monofilament wire with MgB 2 as the dominant phas e around 95% and MgO as the impurity phase around 5%. MgO is formedd ue to the oxidation occurring in the MgB 2 powder inside the wire. The optimal Mg:B composition to make this wire is in the 1:2 composition Because it has a good resistivity curve with a high enough Tc Onset that is 41,67 K and Tc Zero 40,89 K. However, there is a porosity in the wire due to the volume reduction of the Mg + 2B reaction plus the evaporation of Mg

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: superkonduktivitas, magnesium diboride, PIT, komposisi, superconductivity, composition
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK7872 Electric current converters, Electric inverters.
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Physics Engineering > 30201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Muhammad Emir Hanif Rasyadi
Date Deposited: 13 Oct 2017 02:34
Last Modified: 06 Mar 2019 04:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/46832

Actions (login required)

View Item View Item