Perbandingan Desain dan Pelaksanaan Antara Pondasi Tiang Pancang dan Pondasi Tiang Bor pada Pembangunan Apartemen Grand Sungkono Lagoon Surabaya

Bidinella, Muhammad Qoniek Yafy (2017) Perbandingan Desain dan Pelaksanaan Antara Pondasi Tiang Pancang dan Pondasi Tiang Bor pada Pembangunan Apartemen Grand Sungkono Lagoon Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3113041094-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Saat ini pondasi tiang pancang sedang popular digunakan seperti pada proyek pembangunan gedung bertingkat tinggi maupun pilar dan abutment pada jembatan serta pada dermaga lepas pantai. Hal ini karena tiang pancang memiliki daya dukung yang baik. Namun pada pelaksanaannya pondasi tiang pancang menimbulkan beberapa permasalahan seperti getaran dan kebisingan yang mengganggu kegiatan di sekitarnya. Getaran yang diakibatkan oleh proses pemancangan ini juga dapat mempengaruhi kepadatan tanah disekitarnya. Berbeda dengan pondasi tiang pancang, pada pelaksanaannya pondasi tiang bor tidak menimbulkan getaran yang mengganggu. Tugas akhir ini bertujuan merencanakan pondasi tiang pancang dan pondasi tiang bor. Pondasi tiang pancang yang direncanakan adalah berdiameter 60 cm dan 80 cm. Sementara untuk pondasi tiang bor adalah berdiameter 80 cm, 100 cm dan 120 cm. Hasil akhir dari perencanaan ini adalah gambar perencanaan dan rencana anggaran biaya.Untuk tiang pancang D60 pada kedalaman 52 m dengan jumlah 476 titik tiang dan biaya Rp25.664.632.225. Untuk tiang pancang D80 pada kedalaman 58 m dengan jumlah 308 titik tiang dan biaya Rp27.945.960.313. Untuk tiang bor D80 pada kedalaman 70 m dengan jumlah 252 titik tiang dan biaya Rp21.829.636.539. Untuk tiang bor D100 pada kedalaman 70 m dengan jumlah 209 titik tiang dan biaya Rp28.175.442.795. Dan untuk tiang bor D120 pada kedalaman 70 m dengan jumlah 170 titik tiang dan biaya Rp32.928.042.244. ======================================================================== Currently driven pile foundation is popularly used as in high-rise building projects or pillars and abutments on bridges or on offshore docks. This is because driven pile has good carrying capacity. However, in the implementation of driven pile foundation causes several problems such as the vibration and noise that interfere into surrounding activities. The vibrations generated by this erection process may also affect the density of the surrounding soil. In contrast to the bore pile foundation, on the implementation of the bore pile foundation does not cause its problems. This final project aims to design driven pile foundation and bore pile foundation. The designned driven pile foundation are 60 cm in diameter and 80 cm in diameter. As for the bore pile foundation are a diameter of 80 cm, 100 cm and 120 cm. The final result of this designning are designned drawing and cost planning. For D60 driven pile is at depth 52 m with amount of 476 piles point and cost Rp25.664.632.225. For D80 driven pile is at 58 m depth with total 308 piles point and cost Rp27.945.960.313. For D80 bore pile is at 70 m depth with 252 piles point and cost Rp21.829.636.539. For D100 bore pile is at 70 m depth with 209 piles point and cost Rp28.175.442.795. And for D120 bore pile is at 70 m depth with total 170 piles point and cost Rp32.928.042.244.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSS 624.15 Bid p
Uncontrolled Keywords: Pondasi Tiang Pancang, Pondasi Tiang Bor
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
T Technology > TH Building construction
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (D4) Diploma 4
Depositing User: Muhammad Qoniek Yafy Bidinella
Date Deposited: 06 Feb 2018 08:29
Last Modified: 06 Feb 2018 08:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/47108

Actions (login required)

View Item View Item