Produktivitas Maksimum dari Pemaanfaatan Lahan pada Proyek Pengembangan Perkotaan

Sucahyo, Herlambang (2017) Produktivitas Maksimum dari Pemaanfaatan Lahan pada Proyek Pengembangan Perkotaan. Doctoral thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
9115202309-Master-Thesis.pdf - Published Version

Download (12MB) | Preview

Abstract

Lahan-lahan milik Pemerintah Kota Surabaya masih banyak belum termanfaatkan optimal, yang menyebabkan Pemerintah Kota kehilangan potensi untuk peningkatan PAD secara signifikan, meskipun berada di koridor utama kota. Lahan yang telah tercatat sebagai aset Pemerintah Kota Surabaya adalah seluas 60.115.651 m2 di mana 84% dari luas tersebut telah terdapat pemanfaatannya, dan seluas 282.994,35 m2 atau 0,56% diantaranya dipergunakan untuk kepentingan komersial yang menghasilkan Pendapataan Asli Daerah (PAD). Untuk itu perlu dilakukan optimalisasi pemanfaatan lahan sehingga aset tersebut dapat berkontribusi maksimal dalam PAD. Identifikasi pemanfaatan lahan oleh investor menunjukkan bahwa fungsi paling banyak berkembang adalah hotel, apartemen, perkantoran dan perdagangan/retail, dalam bentuk single used atau mixed-development. Atas dasar inilah, alternatif pemanfaatan lahan ditentukan dan diperkuat melalui langkah analisis responden/stakeholder melalui teknik kuisioner dan wawancara. Melalui langkah tersebut, disimpulkan bahwa model pengembangan efektif pada tapak studi adalah dalam bentuk mixed-use dengan komposisi hotel – apartemen. Selanjutnya dilakukan analisis highest and best use, yang merupakan salah satu metode penting dalam analisis pemanfaatan lahan kosong atau lahan yang akan dikembangkan. Dari hasil analisis, diperoleh nilai tertinggi produktifitas lahan adalah Rp 92.574.982,-/m2 atau menghasilkan peningkatan sebesar 2742% dari sebelum dilakukan pengembangan, yang terdapat pada komposisi apartemen (35%) – hotel (65%) ============================================================================================ Some of the City assets in Surabaya are not optimally used for Regional Revenue (PAD) yet. The City loss its opportunity in gaining maximal revenue because the assets are not developed properly, where the assets are mostly located in the main corridor of the city or primary artery. The total assets of Surabaya is currently 60,115,651 m2, where 84% of the area already has its land use, and 282,994 m2 or 0,56% is used for commercial use. Highest and best use (HBU) analysis is found to be one of important technique in finding best alternative to be used in developing vacant land and existed improved property. Based from preliminary studies, it is found that hotel, apartment, rental-office, retail or shopping mall are the functions that mostly developed, in te form of both single or mixed use.the related finding is used as a basis of alternative landuse which determined through questionnaires and interviews. Mixed-use development is concluded as the effective form of development, with the compositions are hotel and apartment. Furthermore, highest and best use (HBU) analysis, will result the composition of the hotel - apartment. From the analysis, it is found that the highest productivity value is IDR92,574,982/m2 or an increase of 2,742% from undeveloped or existing situation, of apartment (35%) – hotel (65%) composition.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Uncontrolled Keywords: Highest and Best Use, Pemanfaatan Lahan, Produktifitas Lahan
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T56.8 Project Management
Divisions: Magister Management Technology
Depositing User: sucahyo herlambang
Date Deposited: 08 Dec 2017 08:03
Last Modified: 06 Mar 2019 03:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/47150

Actions (login required)

View Item View Item