Studi Eksperimental Proses Gerinda Permukaan Material SKD 61 dengan Pendinginan Minimum Quantity Lubrication (MQL)

Hidayatullah, Abdul Hanif (2017) Studi Eksperimental Proses Gerinda Permukaan Material SKD 61 dengan Pendinginan Minimum Quantity Lubrication (MQL). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
2113106049-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Proses gerinda permukaan adalah suatu proses abrasif pada permukaan benda kerja dengan menggunakan batu gerinda yang berputar. Proses dari pemesinan tersebut dapat menghasilkan benda kerja dengan permukaan yang rata dan kehalusan permukaan yang telah ditentukan. Untuk mendapatkan hasil penggerindaan sesui dengan yang diharapkan, maka digunakan cairan pendingin untuk membantu proses gerinda tersebut. Penggunaan cairan pendingin pada proses pemesinan gerinda permukaan ini memberikan efek pada batu gerinda agar tidak cepat aus. Jika terjadi keausan yang tinggi, maka akan menimbulkan gaya yang tinggi, pemanasan yang berlebih, dan akan mengakibatkan kualitas permukaan menjadi buruk.Salah satu cara untuk menanggulangi masalah tersebut adalah menggunakan minimum quantity lubrication (MQL). Penelitian dilakukan ditujukan untuk mempelajari pengaruh dari dua jenis metode pendingin (MQL dan dry), tiga level kecepatan makan (150 mm/s, 200 mm/s, 250 mm/s) dan tiga level kedalaman potong (0.01 mm, 0.03 mm, 0.06 mm) terhadap gaya tangensial, gaya normal, kekasaran permukaan, mode pembentukan geram dan gerinda permukaan pada proses gerinda permukaan material baja perkakas SKD 61. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen faktorial rancangan 2x3x3.Pengukuran gaya tangensial, gaya normal dilakukan dengan menggunakan dinamometer, kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan surfacetester, serta analisa bentuk geram dan morfologi permukaan benda kerja dilakukan dengan mengamati foto hasil scanningelectronmicroscope (SEM). Hasil penelitian pada proses gerinda permukaan menunjukkan bahwa variabel proses jenis pendingin, kecepatan makan dan kedalaman potong berpengaruh signifikan terhadap gaya tangensial, gaya normal dan kekasaran permukaan. Pengunaan MQL pada proses gerinda permukaan menurunkan gaya tangensial, gaya normal dan derajat burning berkurang, akan tetapi membuat kekasaran permukaan benda kerja menjadi meningkat. Peningkatan nilai kecepatan makan mengurangi derajat burning, tetapi gaya tangensial, gaya normal dan kekasaran permukaan akan meningkat. Peningkatan kedalaman potong menyebabkan gaya tangensial, gaya normal, kekasaran permukaan dan derajat burning menjadi meningkat. Geram yang dihasilkan dari proses gerinda yang menggunakan MQL didominasi oleh bentuk-bentuk seperti lamellar, leafy dan geram yang berbentuk patahan-patahan kecil. Penggerindaan kering menghasilkan geram yang didominasi oleh bentuk-bentuk seperti leafy, lamellar dan spherical. ================================================================= The surface grinding process is an abrasive process on the surface of the workpiece by using a rotating grinding wheel. The process of machining can produce a workpiece with a flat surface and a predetermined surface smoothness. To obtain the desired grinding results as expected, a cooling fluid is used to assist the grinding process. The use of coolant in the process of machining of surface grinding has an effect on the grinding wheel so as not to wear out quickly. If there is a high wear, it will cause a high force, excessive warming, and will lead to poor surface quality. One way to overcome the problem is to use minimum quantity lubrication (MQL). The study was conducted to study the effect of two types of cooling methods (MQL and dry), three feeding rate levels (150 mm / s, 200 mm / s, 250 mm / s) and three levels of cutting depth (0.01 mm, 0.03 mm, 0.06 Mm) to tangential force, normal force, surface roughness, chips forming mode and surface grinding on surface process steel SKD 61 tool steel. This research uses 2x3x3 design factorial design. Tangential force measurement, normal force is done by using dynamometer, surface roughness Measured using surfacetester, as well as analysis of chips and morphology of the workpiece surface is done by observing the photograph of scanningelectronmicroscope (SEM). The results of the research on surface grinding process showed that the cooling type process variables, feeding speed and cutting depth had significant effect on tangential, normal force and surface roughness. The use of MQL on the surface grinding process decreases the tangential, normal force and degree of burning decreases, but makes the roughness of the workpiece surface increasing. Increasing the value of the feeding rate reduces the degree of burning, but the tangential force, normal force and surface roughness will increase. Increased cut depth causes the tangential force, normal force, surface roughness and degree of burning to increase. The chips generated from the grinding process using MQL is dominated by forms such as lamellar, leafy and friable in the form of small fractures. Dry grinding produces chips which is dominated by forms such as leafy, lamellar and spherical

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSM 621.89 Hid s
Uncontrolled Keywords: gerinda permukaan, MQL, gaya tangensial, gaya normal, IPBK, mode pembentukan geram, surface grinding, tangential force, normal force, formation mode of chips
Subjects: T Technology > TS Manufactures
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Hidayatullah Abdul Hanif
Date Deposited: 13 Dec 2017 04:14
Last Modified: 13 Dec 2017 04:14
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/47214

Actions (login required)

View Item View Item