Model Simulasi Otomatisasi Common Gate: Studi Kasus New Priok Port, Kalibaru, Jakarta

Adlina, Alifa Alma (2017) Model Simulasi Otomatisasi Common Gate: Studi Kasus New Priok Port, Kalibaru, Jakarta. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4413100052-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview

Abstract

Common Gate merupakan pusat inspeksi truk dan kontainer untuk seluruh terminal petikemas di New Priok Port. Hingga saat ini, terminal yang dilayani adalah NPCT1. Otomatisasi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas Common Gate dengan cara mengganti proses inspeksi manual oleh inspector menjadi menggunakan perangkat otomatisasi yaitu LiDAR, sensor axle, OCR, dan Custom Module. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak otomatisasi terhadap waktu layanan (durasi) pada Common Gate dan mengetahui rasio manfaat biaya terhadap berbagai tingkat otomasi. Metode yang digunakan adalah simulasi menggunakan dinamika sistem untuk mendapatkan jumlah kontainer dari berbagai tingkat otomasi sedangkan metode analisis manfaat biaya digunakan untuk mencari rasio manfaat biaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat otomasi 4 yaitu tingkat otomasi dengan seluruh perangkat otomasi merupakan pilihan dengan rasio manfaat biaya dengan nilai tertinggi yaitu 164 dengan skenario jumlah lajur Gate In ekspor, Gate In impor, Gate Out ekspor dan Gate Out impor masing-masing 4 lajur. ============================================================================================== Common Gate is inspection center for truck and container for all container terminals in New Priok Port. Until now, terminal handled by Common Gate is NPCT1. The goal of automation is to increase productivity of Common Gate by substituting manual inspection process by gate inspector to automated inspection process by automation tools like LiDAR, axle sensor, OCR, and Custom Module. This study aims to determine the effect of automation to the duration needed for inspection process in Common Gate and to determine benefit-cost ratio to each automation level. The method used is simulation by system dynamics to determine total container from each automation level, and benefit-cost analysis to determine benefit-cost ratio. The results show that automation level 4, the level which has all automation tools, is the choice which has the highest benefit-cost ratio 164 with a scenario of total export Gate In lane, import Gate In lane, export Gate Out lane and import Gate Out lane, 4 lane each.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Common Gate, Dinamika Sistem, Otomasi
Subjects: T Technology > T Technology (General)
V Naval Science > V Naval Science (General)
Divisions: Faculty of Marine Technology > Marine Transportation > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Alifa Alma Adlina
Date Deposited: 13 Dec 2017 04:30
Last Modified: 06 Mar 2019 03:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/47276

Actions (login required)

View Item View Item