Studi Eksperimen Unjuk Kerja Sistem Refrigerasi Single State dengan Variasi Expansion Device

Irsyad, Maulida Irsyad (2017) Studi Eksperimen Unjuk Kerja Sistem Refrigerasi Single State dengan Variasi Expansion Device. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
2114105045-Undergraduate-Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Air conditioner/AC (pengkondisi udara) telah menjadi kebutuhan umum pada rumah tangga dan perkantoran di kota-kota besar seperti Surabaya. Pengkondisi udara sangat diperlukan karena Indonesia memiliki iklim tropis dan kondisi udara yang cenderung lembab. Sistem pendingin atau sistem refrigerasi adalah proses penurunan temperatur dengan cara pelepasan kalor dari suatu substansi dan pemindahan kalor ke substansi lainnya. Unjuk kerja AC dinyatakan oleh nilai COP, atau perbandingan efek refrigerasi yang dihasilkan evaporator dengan kerja kompresor. Salah satu metode peningkatan unjuk kerja AC dengan memodifikasi alat ekspansi. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain AC split, refrigeran R-22, pelumas mineral base oil. AC split yang tersusun dari sebuah indoor unit dan outdoor unit dirangkai dengan alat ekspansi berupa Thermostatic Expansion Valve(TXV) dan pipa kapiler, serta alat ukur berupa flowmeter, termokopel, dan pressure gauge. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan variasi alat ekspansi Thermostatic Expansion Valve (TXV) dan pipa kapiler dengan beban evaporator (low, medium, high). Pada setiap variasi, pengambilan data dilakukan selama 1 jam dengan interval 5 menit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa sistem refrigerasi yang telah dimodifikasi adalah COP untuk kecepatan fan low dengan nilai 3,622 dengan penggunaan TXV dan 3,779 dengan penggunaan pipa kapiler, COP untuk kecepatan fan medium dengan nilai 3,707 dengan penggunaan TXV dan 3,913 dengan penggunaan pipa kapiler, dan COP untuk kecepatan fan high dengan nilai 3,764 dengan penggunaan TXV dan 3,439 dengan penggunaan pipa kapiler. Sedangkan HRR untuk kecepatan fan low dengan nilai 1,276 dengan penggunaan TXV dan 1,265 dengan penggunaan pipa kapiler, HRR untuk kecepatan fan medium dengan nilai 1,270 dengan penggunaan TXV dan 1,256 dengan penggunaan pipa kapiler, dan HRR untuk kecepatan fan high dengan nilai 1,291 dengan penggunaan TXV dan 1,266 dengan penggunaan pipa kapiler. Terjadi peningkatan COP dan HRR seiring dengan peningkatan beban pendinginan. ==================================================================== Air conditioner / air conditioner (air conditioner) has become a common requirement for households and offices in big cities such as Surabaya. Air conditioners are indispensable because Indonesia has a tropical climate and air conditions that tend to be moist. Cooling system or refrigeration system is the process of decreasing temperature by way of heat release from a substance and transfer of heat to other substance. The AC performance is expressed by the value of COP, or the ratio of the refrigeration effect that the evaporator produces to the compressor. One method of improving AC performance by modifying the expansion tool. Tools and materials used in this study include air conditioning split, R-22 refrigerant, mineral base oil lubricant. The split air conditioner composed of an indoor unit and outdoor unit is coupled with expansion tools such as Thermostatic Expansion Valve (TXV) and capillary pipe, as well as measuring instruments such as flowmeter, thermocouple, and pressure gauge. The data were collected by using Thermostatic Expansion Valve (TXV) expansion tool and capillary pipe with evaporator load (low, medium, high). At each variation, data retrieval is performed for 1 hour at 5 min intervals. The results show that the performance of refrigeration system that has been modified is COP for low fan speed with value 3,622 with the use of TXV and 3,779 with the use of capillary pipe, COP for medium fan velocity with value 3,707 with use of TXV and 3,913 with use of capillary pipe, and COP for High fan speeds with a value of 3.764 with the use of TXV and 3,439 with the use of capillary pipes. While the HRR for low fan speed with the value of 1.276 with the use of TXV and 1,265 with the use of capillary pipes, HRR for medium fan velocity with a value of 1.270 with the use of TXV and 1.256 with the use of capillary pipes, and HRR for fan speed high with a value of 1.291 with the use of TXV and 1,266 with the use of capillary pipe. There is an increase in COP and HRR along with an increase in cooling load.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Alat ekspansi, Beban evaporator, COP, Kompresor, Refrigeran
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Saiful Maulida Irsyad
Date Deposited: 09 Feb 2018 02:53
Last Modified: 09 Feb 2018 02:53
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/47429

Actions (login required)

View Item View Item