Penentuan Waktu Optimum Perbaikan Mesin Separator SDC di PT Ajinomoto Indonesia, Mojokerto Menggunakan Metode Power Law Process

Andraningtyas, Wahyu Nurfitriyana (2017) Penentuan Waktu Optimum Perbaikan Mesin Separator SDC di PT Ajinomoto Indonesia, Mojokerto Menggunakan Metode Power Law Process. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1313100110-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Pada perusahan manufacture, mesin merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan produksi. Oleh sebab itu, penting adanya pemeliharaan untuk menjaga kehandalan mesin. Proses pertama dalam produksi MSG di PT Ajinomoto Indonesia adalah proses pemisahan ampas berupa slurry dan gypsum dari bahan baku MSG yakni tebu (proses H1). Pada proses tersebut, digunakan 11 mesin separator SDC. Sembilan mesin separator digunakan untuk memisahkan ampas awal berupa slurry. Selanjutnya, slurry tersebut diproses kembali hingga diperoleh gypsum dengan menggunakan dua mesin separator. Fokus penelitian pada 2 mesin separator SDC gypsum. Pada proses tersebut mesin separator SDC adalah mesin yang sering mengalami kegagalan sehingga biaya perbaikan menjadi mahal. Metode Power Law Process dengan proses Poisson yang non-homogen adalah metode analisis pada sistem repairable dengan laju kerusakan yang meningkat. Pada penelitian ini diperoleh waktu optimum perawatan mesin berdasarkan biaya minimum sebesar Rp 361993,66 per hari operasi pada kerusakan pertama atau saat mesin telah beroperasi selama 223 hari. Maka, perawatan mesin dapat dilakukan sesuai waktu optimum yang diperoleh atau saat mesin telah mengalami kerusakan sebelum waktu tersebut. Hal tersebut bergantung pada mana yang lebih dahulu terjadi, sehingga kerugian lain dapat dicegah. ================================================================== In manufacturing companies, machine is one of the main components in production activities. Therefore, it is important to maintain the reliability of the machine. The first process for MSG production in PT Ajinomoto Indonesia is separating dregs into form slurry and gypsum (H1 process). The process using 11 SDC separator machines. Nine separator machines are used to separate slurry (initial dreg). Then, the slurry is reprocessed until gypsum is obtained by using two separator machines. Focus of this study is two SDC separator gypsum machines. In that process the SDC separator machines were a machine that often fails so cost for repair was expensive. Power Law Process method with Non-Homogeneous Poisson Process is the method of analysis in repairable system that the rate of failure is increasing. This study resulted that optimum replacement SDC separator machine is based on minimum cost Rp 361993,66 at first damage or when the SDC separator machines had been operating for 223 days. Thus, the maintenance can be done based on the time of optimum replacement or when the machines are failure before that time. It depends on what happens first so that other losses can be prevented.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSt 519.546 And p
Uncontrolled Keywords: Mesin Separator SDC, Power Law Process, Proses H1, Proses Poisson Non-Homogen, H1 process, non-homogeneous Poisson process, power law process, SDC separator machine
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
T Technology > TS Manufactures
T Technology > TS Manufactures > TS167 Costs, Industrial
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Wahyu Nurfitriyana Andraningtyas
Date Deposited: 24 Oct 2017 03:42
Last Modified: 05 Mar 2019 08:27
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/47820

Actions (login required)

View Item View Item