Penentuan Waktu Perbaikan Mesin Ketel Menggunakan Metode Power Law Process Di PT. PG X Sidoarjo

Faulina, Ifa (2017) Penentuan Waktu Perbaikan Mesin Ketel Menggunakan Metode Power Law Process Di PT. PG X Sidoarjo. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
1315105033-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Maintenance atau perawatan pada suatu mesin dilakukan dengan tujuan agar peralatan memiliki kondisi yang sama seperti keadaan awalnya dan meminimumkan kerugian secara ekonomi bagi perusahaan. Sehingga, frekuensi perawatan yang tepat sangat diperlukan. PT. PG X Sidoarjo saat ini memiliki dua mesin ketel, yaitu Cheng Chen Machinery (KCC) dan Faive Cail Babcock (FCB). Kedua ketel bersifat independen dengan fungsi yang sama, yaitu sebagai mesin penggerak mesin yang digunakan untuk memproduksi gula. Namun kedua mesin memiliki perbedaan dalam obyek yang digerakkan. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu perbaikan mesin ketel yang tepat dan meminimumkan biaya akibat kerusakan dengan menggunakan metode Power Law Process. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan pada kedua ketel telah mengikuti model Non Homogeneus Poisson Process (NHPP) atau memiliki trend laju kerusakan yang meningkat. Perhitungan waktu perawatan pada mesin ketel KCC sebaiknya perawatan dilakukan jika mesin telah digunakan selama 24 jam operasi atau setelah mesin mengalami kerusakan yang pertama tergantung mana yang terlebih dahulu terjadi dengan biaya minimum sebesar Rp 55.633 per satu jam operasi. Sedangkan, mesin FCB sebaiknya dilakukan perawatan jika telah digunakan selama 40 jam operasi atau setelah mesin mengalami kerusakan yang pertama tergantung mana dulu yang terjadi dengan estimasi biaya Rp. 33.105 per jam operasi. ================================================================= Maintenance on a machine is done with the aim that the equipment has the same conditions as the initial state and minimize the economic losses for the company. Thus, the right frequency of care is necessary. PT. PG X Sidoarjo currently has two boiler machines, that is Cheng Chen Machinery (KCC) and Faive Cail Babcock (FCB). Both boilers are independent with the same function, as a machine driving machine that used to produce sugar. But both machines have differences in the object being driven. This study aims to determine the proper timing of boiler repair and minimize the cost of damage by using Power Law Process method. The results show that damage to both boilers has followed the Non Homogeneous Poisson Process (NHPP) model or has an increasing trend of damage. Estimation of maintenance time on the KCC boiler machine should be made if the machine has been used for 24 hours operation or after the machine suffered the first damage depending on which first occurs with a minimum charge of Rp 55,633 per one hour operation. Meanwhile, the FCB machine should be treated if it has been used for 40 hours of operation or after the machine suffered the first damage depending where it used to happen with the estimated cost of Rp. 33.105 per hour of operation.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSt 515.642 Fau p
Uncontrolled Keywords: Maintenance, Mesin Ketel, Non Homogeneous Poisson Process, Power Law Process, Boiler Machine, Maintenance,
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
H Social Sciences > HB Economic Theory > Economic forecasting--Mathematical models.
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Faulina Ifa
Date Deposited: 24 Oct 2017 08:30
Last Modified: 11 Dec 2017 01:53
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/48493

Actions (login required)

View Item View Item