Modifikasi Metode Multiscale Arch Height (M-MARCH) Untuk Temu Kembali Citra Daun Berdasarlam Bentuk Tepi dan Ruas Tulang Daun

Kurniawan, Mirza Galih (2016) Modifikasi Metode Multiscale Arch Height (M-MARCH) Untuk Temu Kembali Citra Daun Berdasarlam Bentuk Tepi dan Ruas Tulang Daun. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
5112201002-Undergraduate Thesis.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Sistem temu kembali citra daun memiliki peran penting dalam lingkup botani. Saat ini kurang lebih terdapat 400.000 spesies tumbuhan yang telah dikenali di mana 270.000 diantaranya sudah diidentifikasi dan diberi nama. Dengan besarnya jumlah spesies yang ada maka pengenalan spesies tumbuhan secara manual akan sulit dilakukan. Sistem temu kembali citra digital dapat membantu proses pengenalan spesies tumbuhan dengan mengukur kedekatan antara citra kueri dengan citra yang berada pada database. Smartphone merupakan alat komputasi yang ideal untuk penerapan sistem temu kembali citra daun mengingat habitat tumbuhan terdapat pada alam bebas. Salah satu metode yang unggul diterapkan pada smartphone adalah metode Multiscale Arch Height (MARCH), metode ini membutuhkan komputasi yang rendah dan invariant terhadap penskalaan, translasi dan rotasi. MARCH mengekstraksi bentuk daun menjadi vektor fitur yang merupakan kumpulan tinggi lengkungan pada tiap titik pada kontur. Metode MARCH tidak merepresentasikan karakteristik region/intrisik dalam daun, padahal ada beberapa spesies tumbuhan yang mempunyai pola kontur yang hampir sama. Pada penelitian ini dikembangkan metode ekstraksi fitur tepi dan ruas tulang daun yang lebih efektif dengan melakukan modifikasi terhadap metode MARCH. Vektor fitur didapatkan dari tinggi lengkungan suatu titik pada kontur daun, di mana titik tersebut merupakan titik convex hull dari kontur daun serta titik convex hull dari kontur tulang daun. Metode Modifikasi MARCH menghasilkan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode MARCH karena karakteristik region/intrisik dalam daun juga terakomodasi dengan digunakannya fitur ruas tulang daun. Pengujian metode yang diusulkan dilakukan dengan membandingkan nilai Mean Average Precession (MAP) dan waktu komputasi antara MARCH dengan metode yang diusulkan. Dataset yang digunakan adalah Flavia leaf dataset. Dari penelitian yang sudah dilakukan didapatkan nilai rata – rata MAP untuk metode Modified MARCH lebih tinggi dibanding metode MARCH sebesar 0.74% : 0.70%. sedangkan perbandingan waktu komputasi Modified MARCH sedikit lebih lama dibanding metode MARCH yaitu 1060 ms dibanding 864 ms dengan selisih 196 ms. =============================================================================================== leaves Image retrieval has an important role in the sphere of botany. there are approximately 400,000 plant species where 270,000 are already identified. With the large amount of existing species, manual identification would be difficult to do. Digital image retrieval system can assist the identification by measuring the similarities between query image and the image that is on database. Smartphone is a ideal computational tool for leaves image retrieval system, considering the plants habitat is in the wild. One of the preeminent method applied to the smartphone is MARCH, this method requires a low computation, scale, translation and rotation invariant. MARCH extract shape leaves into a feature vector that consist collection of high curvature at each point of the countur of the leaf. MARCH does not represent region characteristics of the leaves while there are several species of plants have almost the same contour patterns. This research develop a more effective method to extract leaves contour and vein from modification of MARCH methode.The modification is on positioning stages of the arch will be extracted and the addition MARCH application in bone leaves. The feature vector obtained from the high curvature of a point on the contour of the leaves, where a point is a point of the convex hull of the contour of the leaves as well as the convex hull of the point of the bone contour leaves. MARCH modification method is expected to produce a higher accuracy than the method because of the characteristics of the region MARCH / intrinsic in the leaves also accommodated with use features vertebrae leaves. The evaluation is done by comparing the Mean Average value of Precession (MAP) and the computing time between MARCH with the proposed method. This research using Flavia leaf as Datasets. from the evaluation, obtained MAP value for Modified MARCH method is higher than MARCH which comparison is 0.74%: 0.70%. Whereas the Modified MARCH computing time is slightly longer than MARCH (1060 ms compared to 864 ms) with 196 ms difference.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTIf 006.42 Kur m
Uncontrolled Keywords: CBIR, Klasifikasi Tumbuhan, MARCH, Modified MARCH
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA1637 Image processing--Digital techniques
Divisions: Faculty of Information Technology > Informatics Engineering > 55201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 05 Oct 2017 05:16
Last Modified: 27 Dec 2018 02:12
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/48921

Actions (login required)

View Item View Item