Smart Museum Untuk Media Edukasi Berbasis Internet Of Things

Saputro, Adi Kurniawan (2017) Smart Museum Untuk Media Edukasi Berbasis Internet Of Things. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
07111550050207-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Museum merupakan tempat disimpannya benda bersejarah serta pusat pendidikan sejarah untuk mengenalkan budaya bangsa. Pemanfaatan teknologi di museum untuk menuju kota pintar merupakan suatu tantangan. Internet of thing (IoT) merupakan kemajuan teknologi di bidang Informasi dan komunikasi (ICT) yang bisa diterapkan di museum. Pengembangan ICT saat ini tidak hanya sebagai media transmisi, akan tetapi teknologi Augmented Reality juga mulai dikembangkan. Saat ini, teknologi Augmented Reality membuat objek virtual ke dunia nyata menggunakan marker atau gambar. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sinyal untuk membuat objek virtual muncul di dunia nyata dengan menggunakan protokol IEEE 802.14.5 sebagai pengganti marker Augmented Reality. RSSI dan Triangulation digunakan sebagai microlokasi pengganti munculnya objek AR. Hasil penelitian didapatkan bahwa performa Wireless Sensor Network dapat digunakan untuk pengiriman data di dalam ruangan museum. Hal ini dibuktikan dengan penelitian LOS pada jarak 15 meter dengan delay 1000 ms tingkat error 1.4% dan NLOS dengan tingkat error 2.3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi (IOT) dengan menggunakan sinyal Wireless Sensor Network sebagai pengganti marker Augmented Reality dapat diterapkan di museuem. Menurut penilaian pengguna belum berhasil. Dikarenakan delay tidak <0.1 detik dan membuat pengguna bosan. ============ Museum is a place to keep the historic objects and historical education center to introduce the nation's culture. Utilizing technology in a museum to become a smart city is a challenge. Internet of thing (IOT) is a technological advance in Information and communication (ICT) that can be applied in the museum. The current ICT development is not only a transmission medium, but Augmented Reality technology is also being developed. Currently, Augmented Reality technology creates virtual objects into the real world using markers or images. In this study, researcher used signals to make virtual objects appear in the real world using the IEEE 802.14.5 protocol replacing the Augmented Reality marker. RSSI and triangulation are used as a substitute microlocation for AR objects. The result is the performance of Wireless Sensor Network could be used for data transmission in the museum. LOS research at a distance of 15 meters with 1000 ms delay found 1.4% error rate and NLOS with 2.3% error rate. So it can be concluded that utilization technology (IOT) using signal wireless sensor network as a replace for marker augmented reality can be used in museum. According to the user experience assessment has not been successful. In Claim delay is not <0.1 second and user is bored.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Augmented Reality; Wireless Sensor Network; Zigbee Protocol; IEEE 802.14.5; Identitas; RSSI
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA76.9 Computer algorithms. Virtual Reality. Computer simulation.
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK5101 Telecommunication
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Electrical Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: adi kurniawan saputro
Date Deposited: 12 Feb 2018 04:21
Last Modified: 12 Feb 2018 04:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/49237

Actions (login required)

View Item View Item