Incorporating Kawaii Design into Usability Evaluation Special for Children Participants (Case Study: MR SIWA)

Nugroho, Fachreza Reynaldi (2018) Incorporating Kawaii Design into Usability Evaluation Special for Children Participants (Case Study: MR SIWA). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02411440000059-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Masalah gigi dan mulut di Indonesia seringkali diremehkan. Ditemukan bahwa 90% anak di Jakarta sedang memiliki masalah yang terkait dengan kesehatan mulut dan gigi, dengan rata-rata tingkat kebersihan mulut dan gigi pada kategori sedang. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi dengan tingkat pendidikan, dan dapat diperbaiki dengan melakukan tindak pencegahan primer. Salah satu contoh dari tindak pencegahan primer adalah dengan melakukan edukasi terkait dengan kesehatan mulut dan gigi. Edukasi dapat dilakukan melalui dua metode, yakni konvensional dan non-konvensional. Metode konvensional masih dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan mulut dan gigi, namun tidak dapat memberikan dampak yang berkelanjutan untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi pada anak-anak. Metode non-konvensional menjadi pilihan untuk mengatasi masalah tersebut. Sebuah riset di Malaysia membuktikan bahwa metode non-konvensional memberikan hasil yang lebih baik dalam hal kesadaran dan keberlanjutan anak-anak untuk menjaga kesehatan gigi. Hasil penelitian yang dilakukan di SDIT Luqman Al-Hakim dan SD Yapita menunjukkan bahwa kuesioner KUE (Kawaii Usability Evaluation) valid dan reliable, yang ditunjukkan dengan angka Pearson Correlation serta Cronbach’s Alpha yang bernilai signifikan untuk semua butir pertanyaan. Selain itu, ditemukan bahwa kuesioner KUE telah didesain tanpa menunjukkan indikasi kecondongan pada jenis kelamin tertentu, sehingga dapat digunakan secara universal. Hasil observasi menunjukkan bahwa MR SIWA mampu memberikan kontribusi terhadap penambahan ilmu mulut dan gigi pada anak-anak dengan nilai rata-rata nilai kuesioner sebesar 4,072 yang didukung oleh hasil pretest dan posttest yang menunjukkan perbedaan nilai secara signifikan pada confidence level 95%. MR SIWA juga telah didesain tanpa kecenderungan terhadap gender tertentu dilihat dari hasil kuesioner pada sampel perempuan dan laki-laki yang tidak memiliki perbedaan signifikan. Selain itu, ditemukan bahwa MR SIWA hanya memerlukan minor improvements dilihat dari nilai terendah pada butir pertanyaan 1 dan 2 dengan nilai masing-masing sebesar 3,778 dan 3,789. ============================================================================================================ Oral and dental health problem in Indonesia is often underestimated. In Jakarta, 90% of children are facing health problems related to mouth and teeth, with the average oral and dental hygiene classified as medium category. Such condition is majorly affected by the education level, and could be improved by conducting primary preventive action. One of the primary preventive action is by educating people on oral and dental health. Education on oral and dental health could be done in two ways, using conventional and non-conventional method. Conventional method actually is still relevant, and could be used in improving oral health, but it fails to maintain sustainability of mouth and teeth health among children. To solve such problem, non-conventional method is used. A research conducted in Malaysia proves that non-conventional method gives a better result in terms of awareness and sustainability. Research results in SDIT Luqman Al-Hakim and SD Yapita shows that the KUE (Kawaii Usability Evaluation) questionnaire is valid and reliable, proven by the value of Pearson Correlation and Cronbach’s Alpha that is significant for all question items. Moreover, it is found that KUE questionnaire is designed without any inclination towards specific gender, which means that KUE questionnaire is gender universal. Observation result shows that MR SIWA could give a significant contribution in increasing children’s knowledge regarding mouth and teeth with average questionnaire score of 4,072 that is supported by the pretest and posttest score that has significant difference on confidence level of 95%. MR SIWA is also designed without any inclination towards specific gender, proven by the questionnaire result of both male and female samples that has no significant difference. It is also found that MR SIWA only needs minor improvements that is taken from the lowest average questionnaire score from question item 1 and 2 with the score of 3.778 and 3.789 respectively.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: children, usability, kawaii, oral, dental, questionnaire, MR SIWA
Subjects: Q Science
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Fachreza Reynaldi Nugroho
Date Deposited: 27 Feb 2018 04:35
Last Modified: 27 Feb 2018 04:35
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/49413

Actions (login required)

View Item View Item