Studi Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan DAS Ciujung Bagian Hulu Terhadap Debit di Sungai Ciujung

Heriyanto, Agus (2018) Studi Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan DAS Ciujung Bagian Hulu Terhadap Debit di Sungai Ciujung. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3115207801-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (105MB) | Request a copy

Abstract

Di Propinsi Banten, hampir secara rutin setiap tahun terjadi banjir. Salah satu potensi banjir terjadi di Kabupaten Lebak, banjir yang terjadi diakibatkan oleh meluapnya Sungai Ciujung. Berdasarkan data debit dari pos duga air Bendung Pamarayan, terjadi kenaikan debit beberapa tahun terakhir hingga sekarang. Tercacat bahwa pada tahun 2013 terjadi debit puncak sebesar 2.600 m3/detik terjadi selama 14 jam. Berdasarkan studi yang pernah dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Ciujung –Cidurian, banjir yang terjadi pada Sungai Ciujung dipengaruhi oleh kondisi tutupan lahan pada DAS bagian hulunya. Kondisi tutupan lahan akan menentukan besarnya limpasan (runoff) yang terjadi.. Untuk mengetahui besarnya debit yang terjadi akibat perubahan tata guna lahan, dalam penelitian diperlukan data sekunder berupa data curah hujan, debit, peta DAS, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, dan topografi serta data primer dengan melakukan survei dan pengamatan di lapangan sebagai data pendukungnya. Selanjutnya dapat dilakukan analisis Curah hujan wilayah, debit aliran, debit puncak aliran, volume aliran, aliran permukaan, dan kondisi DAS menggunakan program HEC-HMS. Program HEC-HMS merupakan program komputer untuk menghitung transformasi hujan dan proses routing pada suatu sistem DAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perubahan tata guna lahan DAS Ciujung bagian hulu terhadap debit aliran sungai. Untuk mensimulasikan besarnya debit di Sungai Ciujung digunakan model matematik HEC-HMS SCS Curve Number. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata guna lahan eksisting tahun 2015 memiliki nilai CN (Curve Number) pada Sub-DAS Ciujung Hulu sebesar 67,70; Sub-DAS Cisimeut 64,07; dan Sub-DAS Ciberang 70,49. Hasil Kalibrasi dengan HEC – HMS, Nilai CN dianggap dapat mewakili penggunaan lahan DAS Ciujung Hulu Tahun 2015. Simulasi debit dengan HEC – HMS mendekati besarnya debit puncak real yang terjadi pada tahun 2015 sebesar 510,50 m3/detik. Dari 10 Skenario dipilih Skenario 2 sebagai alternatif penggunaan lahan karena mampu mereduksi debit puncak pada tata guna lahan eksisting tahun 2015 sebesar 12,06 % pada Q5, 11,21 % pada Q25 dan sebesar 10,89 % pada Q50. ============================================================================================= In the province of Banten, there are floods in almost every year. One of the potential floods occurred in Lebak District which is caused by overflowing of Ciujung River. Based on the discharge data from the guessing post of Pamarayan weir, there has been an increase of discharge in the last view years. It was recorded that in 2013 discharge of 2.600 m3/sec occurred for 14 hours. Based on the study which was conducted by the office of Cidanau-Ciujung-Cidurian River Area, the floods occurred in Ciujung River were affected by land cover condition in the upstream of the watershed. The condition of land cover would determine the amount of runoff which occurs. To find out the amount of discharge that occurred due to land-use change, the secondary data are required in the research, such as data in the form of rainfall, discharge, watershed map, land use map, soil type map, and topography, as well as primary data by conducting surveys and field observations as supporting data. Furthermore, the analysis is done toward the regional rainfall, discharge flow, peak flow discharge , flow volume, surface flow, and watershed conditions using HEC-HMS programme. The HEC-HMS programme is a computer program for calculating rain transformations and routing processes on a watershed system. This research aimed at examining the effect of land use change in the upstream of Ciujung Watershed toward river flow. To simulate the amount of discharge in the Ciujung River, the mathematical model of HEC-HMS SCS Curve Number was used. The result of the study showed that the existing land use in 2015 has Curve Number (CN) of 67,70 on the sub-watershed of Ciujung Upstream; 64,07 on the sub-watershed of Cisimeut; and 70,49 on the sub-watershed of Ciberang. The calibration result by using HEC-HMS, CN value is considered to represent the land use of Ciujung Upstream Watershed in 2015. The simulation of discharge by HEC - HMS approximates the magnitude of real peak discharge occurring in 2015 was 510,50 m3/sec. From 10 Scenarios of Land Use, the second Scenario was chosen as an alternative to land use because it was able to reduce the peak discharge of land use existing in 2015 of 12,06% on Q5; 11,21% on Q25; and 10,89% on Q50.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Tata guna lahan, Debit, DAS, Ciujung, HEC-HMS, Land use, Discharge, Watershed
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: Heriyanto Agus
Date Deposited: 05 Feb 2018 04:20
Last Modified: 05 Feb 2018 04:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/49414

Actions (login required)

View Item View Item