Pemetaan Persebaran Total Suspended Solid (TSS) Dengan Memanfaatkan Citra Satelit Landsat Multitemporal dan Data In Situ (Studi Kasus : Perairan Muara Sungai Porong, Sidoarjo)

Indeswari, Luki (2018) Pemetaan Persebaran Total Suspended Solid (TSS) Dengan Memanfaatkan Citra Satelit Landsat Multitemporal dan Data In Situ (Studi Kasus : Perairan Muara Sungai Porong, Sidoarjo). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3513100059_Undergraduate Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Sungai Porong merupakan kawasan pembuangan lumpur Lapindo yang telah terjadi sejak tahun 2006 hingga sekarang. Aliran sungai yang deras menyebabkan terbawanya lumpur Lapindo menuju muara sungai Porong dan pengaliran lumpur telah menimbulkan sedimentasi di muara sungai Porong dan pesisir Timur Sidoarjo. Maka dari itu, pengamatan terhadap sebaran TSS(Total Suspended Solid) dibutuhkan untuk mengetahui kualitas air di suatu perairan. Dalam penelitian ini, pengamatan terhadap sebaran TSS dilakukan dengan menggunakan metode penginderaan jauh dengan memanfaatkan Citra Satelit Landsat 7 tahun 2000, dan Landsat 8 tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017, serta data in situ berupa sampel air sejumlah 20 titik. Data citra satelit Landsat-8 L1T tahun 2017 diolah menggunakan 5 algoritma TSS yaitu Algoritma Syarif Budiman(2004), Algoritma Parwati(2006), Algoritma Guzman & Santaella(2009), Algoritma Nurahida Laili (2015), dan Algoritma Jaelani (2016). Dari hasil pengolahan data Citra Satelit Landsat-8 L1T tahun 2017 didapatkan hasil algoritma yang memiliki nilai absolut error terkecil adalah Algoritma Budhiman (2004), dengan hasil Normalized Mean Absolute Error (NMAE) sebesar 19,53%, nilai tersebut membuktikan bahwa nilai TSS Algoritma Budhiman (2004) adalah algoritma yang paling sesuai dengan perairan Muara Sungai Porong, sehingga algoritma tersebut dipilih untuk kemudian diterapkan pada citra Landsat-7 L1T tahun 2000, dan Landsat-8 L1T tahun 2013, 2014, 2015, 2016. Dari penerapan citra Landsat multitemporal didapatkan hasil konsentrasi TSS di Perairan Muara Sungai Porong yang terendah pada tahun 2015 yaitu 10,22 mg/L hingga 60,08 mg/L, dan tertinggi pada tahun 2013 dengan nilai TSS berkisar antara 11,52 mg/L hingga 92,16 mg/L, dan tahun 2014 yaitu berkisar antara 10,28 mg/L hingga 81,17 mg/L. Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut, standar kualitas air laut untuk parameter TSS adalah 80 mg / L yang berarti pada tahun 2013, dan pada tahun 2014 perairan di muara Sungai Porong dapat dikatakan tidak baik karena melebihi standar kualitas baku yang telah ditentukan. ================ Porong River is Lapindo mud disposal area that has occured since 2006 until present. Rapid river flow caused Lapindo mudflow to the Porong River Estuary and the drainage of mud has caused sedimentation there and the eastern coast of Sidoarjo. Therefore, an observation of the Total Suspended Solid (TSS) distribution is needed to know the water quality in the Porong River Estuary. In this research, the observation of TSS distribution is done by using remote sensing method by utilizing Landsat-7 Satellite Imagery in 2000, and Landsat-8 Satellite Imagery in 2013, 2014, 2015, 2016, and 2017, along with in situ data in the form of 20 water samples. Landsat-8 Satellite Image data in 2017 is processed using 4 TSS algorithms namely Syarif Budhiman Algorithm (2004), Parwati Algorithm (2006), Guzman & Santaella Algorithm (2009), Nurahida Laili Algorithm (2015), and Jaelani Algorithm (2016). From the result of validation test between Landsat-8 Image Data Processing in year 2017 using 4 TSS algorithms and in situ data, the algorithm that has the lowest absolute error is Budhiman Algorithm (2004) with Normalized Mean Absolute Error (NMAE) equals to 19.53%, the value indicates that the TSS concentration of Budhiman Algorithm (2004) is the most appropriate for Porong River Estuary, Sidoarjo. The algorithm is then applied to all the year that is used for Landsat-7 in 2000, and Landsat-8 in 2013, 2014, 2015, 2016, and 2017. From the implementation of Landsat Multitemporal Image, the result of TSS concentration in the Porong River in 2015 has the lowest concentration that ranged from 10.22 mg/L to 60.08 mg/L, and the highest in 2013 with TSS value is about 11.52 mg/L to 92.16 mg/L, and in 2014 from 10.28 mg/L to 81.17 mg/L. According to the Minister of Envi ronment Decree No. 51 in 2004 on Marine Water Quality Standard for Marine Biota, sea water quality standard for TSS parameters is 80 mg / L which means in the year 2013, and 2014 the water area at the estuary of the Porong river is not good because it exceeds the standard quality standard that has been determined.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: TSS; Algoritma TSS; Perairan Muara Sungai Porong; Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2017; TSS Algorithm; Porong River Estuary Waters; the Decree of the State Minister of Environment Number 51 of 2014.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Luki Indeswari
Date Deposited: 02 Mar 2018 04:11
Last Modified: 02 Mar 2018 04:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/49769

Actions (login required)

View Item View Item