Analisis Kerentanan Bencana Banjir di Kabupaten Sidoarjo dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh

Purnawali, Hery Setiawan (2018) Analisis Kerentanan Bencana Banjir di Kabupaten Sidoarjo dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3515201001_Master_Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (15MB) | Request a copy

Abstract

Banjir di Kabupaten Sidoarjo merupakan peristiwa yang terjadi hampir setiap tahun. Aplikasi SIG (Sistem Informasi Geografis) dan penginderaan jauh dalam penelitian ini digunakan untuk penyajian informasi dan pemetaan zonasi kerentanan banjir di Kabupaten Sidoarjo. Informasi kerentanan banjir meliputi sebaran spasial dan sebaran temporal kerentanan bahaya banjir. Informasi spasial direpresentasikan dalam bentuk gambar peta. Dengan mengetahui sebaran spasialnya, dapat diketahui daerah yang paling rentan, rentan dan tidak rentan banjir. Sedangkan sebaran temporal banjir dapat dipergunakan sebagai informasi waktu puncak-puncaknya kejadian banjir di Kabupaten Sidoarjo. Sehingga informasi daerah rentan banjir beserta indikatornya dapat digunakan selanjutnya oleh dinas terkait, pemerintah dan masyarakat untuk pengambilan kebijakan terkait upaya mitigasi bencana banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan motode weighted overlay yang berbasis AHP (Analytic Hierarchy Process), dengan input data dari 7 (tujuh) parameter penyebab banjir, yaitu tutupan lahan, curah hujan, densitas drainase, kelerengan, penurunan muka tanah, pasang surut dan kenaikan muka air laut. Hasil analisis diperoleh parameter penyebab banjir paling dominan di Kabupaten Sidoarjo adalah perubahan tutupan lahan, curah hujan dan densitas drainase, sementara faktor lain yang ikut menyebabkan kerentanan banjir pada masa mendatang adalah penurunan muka tanah, kelerengan, pasang surut dan kenaikan muka air laut. Sebagian wilayah Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah rentan banjir, yaitu sebesar 49,41% dari luas wilayahnya atau seluas 605.671.655 m2. Wilayah rentan banjir di Kabupaten Sidoarjo di antaranya meliputi Kecamatan Jabon, Porong, Taman, dan Kecamatan Waru. Sedangkan berdasarkan prediksi, 25 tahun mendatang luasan daerah rentan banjir meningkat secara signifikan luasannya sebesar 8,64% atau seluas 105.903.509 m2, dengan perincian wilayah sangat rentan sekali bertambah 4,97% atau seluas 60.942.134 m2, wilayah sangat rentan bertambah 2,49% atau seluas 30.524.550 m2, dan wilayah rentan bertambah 1,18% atau seluas 14.436.824 m2. ============== Flood in Sidoarjo Regency is an event that happens almost every year. The application of GIS (Geographic Information System) and remote sensing generated in this research is used to present information on the flood-prone zoning map of Sidoarjo Regency. Flood vulnerability information includes spatial distribution and temporal distribution of flood hazard vulnerability. Spatial information is represented in map form. By knowing its spatial distribution, it can be seen that the most vulnerable areas, vulnerable and not vulnerable to flooding. While the temporal distribution of floods can be used as information during peak times of flood events in Sidoarjo Regency. So that information on flood vulnerable areas and their indicators can be used subsequently by related agencies, government and public for policy making related to flood mitigation efforts. The method used in this research is using weighted overlay method which based on AHP (Analytic Hierarchy Process), with input data from 7 (seven) flooding causing parameters. Those parameters are land cover, rainfall, drainage density, slope, land subsidence, tides, and sea level rise. The results of this research show that the most dominant flooding parameter in Sidoarjo Regency are land cover change, rainfall, and drainage density, while other factors contributing to future flood vulnerability are land subsidence, slope, tides and sea level rise. Some areas of Sidoarjo Regency are flood-prone areas, amounting to 49.51% of the total area or an area of 584,492,212 m2. The flood-prone areas in Sidoarjo include the sub-districts of Jabon, Porong, Taman, and Waru sub-districts. While based on the prediction, the next 25 years the extent of flood-prone areas increased significantly by 8.07% or 105,972,894 m2, with the detail of the highly vulnerable area increased by 4.95% or 6,980,699 m2, the area is very vulnerable to increase 1.69% or an area of 22,188,127 m2, and the vulnerable area increased by 1.43% by 18,804,068 m2.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: flood; Sidoarjo; GIS; Remote Sensing; banjir; Kabupaten Sidoarjo; SIG; Penginderaan Jauh
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography > GB1399.9 Floods
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: Purnawali Hery Setiawan
Date Deposited: 08 Mar 2018 07:21
Last Modified: 08 Mar 2018 07:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/49984

Actions (login required)

View Item View Item