Studi Penelitian Transmisi Gelombang Pada Terumbu Buatan Hexagonal (Hexareef) Dengan Pengaruh Konfigurasi Horizontal Dengan Gap

Marpaung, Kevin Kurnia (2018) Studi Penelitian Transmisi Gelombang Pada Terumbu Buatan Hexagonal (Hexareef) Dengan Pengaruh Konfigurasi Horizontal Dengan Gap. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
4313100052-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Terumbu karang merupakan habitat dari berbagai jenis organisme laut dan juga menjadi salah satu bentuk perlindungan pantai yang alami. Keadaaan terumbu karang saat ini telah mengalami kerusakan yang terjadi akibat faktor alam dan manusia. Dibutuhkan upaya pelestarian dengan teknologi terumbu buatan (artificial reef). Artificial reef memiliki fungsi sebagai habitat baru bagi biota laut dan juga sekaligus berfungsi untuk melindungi pantai dengan menjadi bangunan peredam gelombang yang terbenam (submerged breakwater) tanpa mengurangi estetika pantai. Sebagai bangunan peredam gelombang terbenam, perlu diketahui sejauh mana efektifitas terumbu buatan dalam meredam gelombang. Penelitian ini menggunakan terumbu buatan berbentuk hexagonal (hexareef) dengan ukuran berbeda dan konfigurasi lubang yang lebih banyak. Penelitian ini menguji pengaruh gap pada konfigurasi horizontal terhadap nilai koefisien transmisi. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium Lingkungan dan Energi Laut, Departemen Teknik Kelautan FTK-ITS Surabaya. Hasil analisa data menunjukkan bahwa : (1) Koefisien transmisi menurun apabila wave steepness meningkat, dan sebaliknya koefisien transmisi meningkat ketika wave steepness menurun, (2) Konfigurasi 4 (gap 0.75d) menghasilkan nilai koefisien transmisi paling kecil dengan nilai 0.683. ========== Coral reefs are serves as habitat of various types of marine organisms and also one form of natural coastal protection. However, the condition of coral reefs has been damaged naturally or by human activities. Coral reef conservation efforts are proposed with artificial reef technology. Artificial reef has a function as a new habitat for marine biota and also at the same time can protect the beach by serving as submerged breakwater without reducing the aesthetics of the beach. As submerged breakwater, the information of artificial reefs effectiveness in reducing the wave is required. In this study, hexagonal shape artificial reefs with different sizes and more hole configurations will be tested. This study examines the effect of horizontal gap configuration on the value of transmission coefficient. The experiment performed at Laboratorium Lingkungan dan Energi Laut, Departemen Teknik Kelautan FTK-ITS Surabaya. The results of the experiment show that: (1) The transmission coefficient decreases when the wave steepness increases, and conversely the transmission coefficient increases when wave steepness decreased, (2) Configuration 4 (gap 0.75d) gives the smallest transmission coefficient with value 0.683.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Submerged breakwater; Artificial reef; Hexareef; koefisien transmisi; wave steepness
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH157.85 Artificial reefs.
T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Marine Technology > Ocean Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Kevin Kurnia Marpaung
Date Deposited: 05 Feb 2018 07:14
Last Modified: 05 Feb 2018 07:14
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50036

Actions (login required)

View Item View Item