Pengaruh Temperatur Penempaan pada Baja 0.5CCrMnSi dan JIS SUP 9 terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro

Suprapto, Ayu Kristina Kusumasari (2018) Pengaruh Temperatur Penempaan pada Baja 0.5CCrMnSi dan JIS SUP 9 terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
2113100011-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pisau merupakan salah satu teknologi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan bahan dari pisau berkembang seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia yang semakin beraneka ragam. Pada dasarnya kualitas dari sebuah pisau ditentukan oleh bahan dan proses pembuatan. Untuk pisau dengan bahan dasar logam dibuat dengan proses tempa. Proses penempaan menghaluskan struktur butir dan mengurangi proses permesinan. Butir yang halus searah dengan penempaan dapat meningkatkan kekuatan dan kekerasan pisau. Baja yang baik untuk bahan pisau pada umumnya mempunyai kandungan karbon 0.5 sampai 0.7 persen. Sebagai upaya untuk mengetahui pengaruh komposisi kimia dan temperatur penempaan terhadap kekerasan baja dan struktur mikro dari pisau,penelitian ini dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan proses penempaan pada baja 0.5CCrMnSi dan JIS SUP 9. Sebelum dilakukan penempaan, semua bahan terlebih dahulu dilakukan proses annealing untuk mempersiapkan ke proses selanjutnya. Temperatur annealing adalah 880oC dan penahanan dilakukan selama 1 jam kemudian dibiarkan dingin di dalam tungku. Penempaan dilakukan dalam tiga tahap siklus dengan dua variasi temperatur. Pada tahap pertama dan kedua penempaan dilakukan pada temperatur 1000oC sampai 700oC. Penempaan pada tahap 3 diberikan variasi, 750oC sampai 600oC untuk variasi 1 dan 650oC sampai 500oC untuk variasi 2. Setelah itu dilakukan pengujian yaitu, uji kekerasan dan pengamatan struktur mikro. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa pisau dengan penempaan temperatur variasi kedua memiliki peningkatan kekerasan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan variasi satu. Peningkatan kekerasan tertinggi pada baja JIS SUP 9 sebesar 112 HV pada permukaan dan 106.2 HV pada penampang. Peningkatan kekerasan pada baja 0.5CCrMnSi adalah sebesar 158.5 HV pada permukaan dan 21.3 HV pada penampang. Hasil uji struktur mikro didapatkan bahwa temperatur penempaan mempengaruhi ukuran butir. Struktur mikro dengan variasi temperatur kedua memiliki ukuran butir yang lebih kecil bila dibandingkan dengan variasi temperatur pertama. Terdapat pola pada permukaan pisau dengan bahan JIS SUP 9 dan 0.5CCrMnSi. ============================================================================================================== Blade is one of a technology which is often encountered in everyday life. Material selection of blade evolve along with the increasingly diverse needs of human being. Essentially the quality of a blade is determined by the materials and the manufacturing process used. Stee. For a blade with a metal base material made with the process of forging. The forging process smooths the grain structure and reduces the machining process. The fine grains in the direction of the forging can increase the strength and hardness of the blade. A good steel for knife generally has a carbon content of 0.5 to 0.7 percent. This research was conducted in attempt to find out the influence of chemical composition and forging temperature on steel hardness and micro structure of the blades. This research was conducted in the process of forging steel in 0.5 CCrMnSi and JIS SUP 9. Prior to forging, all of the material is first carried out the process of annealing for preparing to next process. The annealing process performed at 880oC with 1 hour holding time, than allowed to cool in the furnace. Forging is done in three stages of the cycle with two different temperature variations at each stage. The forging will be carried out in three stages of the cycle with two temperature variation. In the first and second stage of forging is done at temperatures 1000oC to 700oC. the forging at stage three is given variations, 750oC to 600oC for variation 1 and 650oC to 500oC for variation 2. The test for specimens is hardness and microstructure observation. From this research, its found that blade with second variation of forging temperature have a higher hardness increase. The highest hardness increae in JIS SUP 9 steel is 112 HV on surface and 106.2 HV at cross section. Increased hardess number of 0.5CCrMnSi steel is 158.5HV at surface and 21.3 HV at cross section. Microstructure observation showed that the forging temperature affected the grain size. The microstructure with the second temperature variation has a finer grain sized than the first variation one. There is a pattern on the surface of the JIS SUP 9 and 0.5CCrMnSi steel blades.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: pisau, penempaan, temperatur penempaan, JIS SUP 9, 0.5CCrMnSi
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: KUSUMASARI S AYU KRISTINA
Date Deposited: 27 Mar 2018 03:21
Last Modified: 27 Mar 2018 04:50
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50158

Actions (login required)

View Item View Item