Studi Alternatif Perencanaan Pola Operasi Dan Alokasi Air Waduk Titab

Elsaputra, I Putu Aldy Pradana (2018) Studi Alternatif Perencanaan Pola Operasi Dan Alokasi Air Waduk Titab. Undergraduate thesis, Instut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3113100020-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Waduk Titab terletak di DAS Sungai Saba, kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Waduk Titab dirancang sebagai penyedia air untuk irigasi, air baku dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Waduk ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Buleleng dan sekitarnya sebagai waduk serbaguna sehingga perlu adanya perencanaan operasional waduk yang baik. Waduk yang rampung pada tahun 2015 ini direncanakan akan beroperasi pada tahun 2016. Namun karena terdapat masalah struktur bada bendungan, pengoperasian diundur sampai tahun 2017. Pada awalnya dari pihak pembangun dari waduk ini sudah menyusun perencanaan pola pengoperasian waduk, akan tetapi penyusunan tersebut dilakukan ketika waduk masih belum selesai dibangun. Maka dari itu direncanakan alternatif pola operasi setelah waduk selesai dibangun sebagai pembanding pola operasi yang telah ada (eksisting). Dari hasil analisa yang telah dilakukan, didapatkan beberapa kesimpulan yaitu debit inflow waduk diperoleh dari perhitungan debit aliran rendah dengan metode FJ Mock, kemudian dibangkitkan untuk 30 tahun ke depan dengan metode Thomas Fiering. Hasil dari bangkitan debit inflow, debit maksimal sebesar 23,23 m3/detik dan debit terendah adalah 1,28 m3/detik. Untuk debit outflow maksimal sebesar 6,24 m3/detik dan debit terendah sebesar 3,55 m3/detik. Besar kebutuhan air irigasi maksimum untuk awal masa tanam Nopember I dengan luas daerah irigasi 3589,64 Ha D.I. Saba adalah 3,66 m3/detik dan untuk daerah irigasi puluran kebutuhan maksimum sebesar 1,02 m3/detik. Besar kebutuhan air baku untuk tahun 2017-2046 pada keadaan normal adalah sebesar 583,50 lt/dt. Sedangkan besar kebutuhan air baku pada hari maksimum adalah sebesar 671,02 lt/dt. Untuk jam puncak adalah sebesar 1021,12 lt/dt. Besar debit Andalan 80% yang digunakan adalah sebesar 1.55 m3/detik untuk perhitungan potensi PLTA dan dapat membangkitkan daya sebesar 0,74 MW, serta energi listrik hingga mencapai 6510,61 MWh. Dan dari hasil perbandingan yang telah dibuat, dapat diketahui bahwa alternatif yang lebih baik adalah perhitungan perencanaan simulasi pola operasi hasil studi. Alasan dari penilaian ini adalah perencanaan hasil studi dilakukan setelah waduk sudah selesai dibangun, sudah dilakukan optimasi kebutuhan air yang diperlukan, dan tingkat keberhasilan waduk dari perencanaan studi yaitu rata–rata sebesar 98,50% yang mana tingkat keberhasilan tersebut lebih besar dari perencanaan pada eksisting. ============= Titab reservoir is located in Saba River Watershed, Busungbiu Sub-district, Buleleng Regency. It is designed as water supplier for irrigation, fresh water, and hydroelectric power plant. This reservoir is expected can fulfill Buleleng Citizens and around need as multifunction reservior so there should be a good opreational planning. The reservoir was finished in 2015 and planned to be operated in 2016. However, because there was a structure error on reservoir, the operation was declined until 2017. At the beginning, the stakeholders of reservoir builders has arranged reservoir operation pattern, but the arrangement was done when the reservoir was still finished to be built. Because of that, it was planned alternative operation pattern after the reservoir has been finished to be built as the comparison from the existing operation. From the result of analysis done, it was acquired several conclusions, the water inflow of the reservoir was acquired by calculating with FJ Mock method, then it was increased for 30 years forward with Thomas Fiering method. The result of the inflow increasing, the maximum water surcharge of 23.23 m3/second and the lowest water surcharge was 1.28 m3/second. For outflow was 6.24 m3/second and the lowest was 3.55 m3/second. The maximum water irrigation need for the beginning of planting season on November I with irrigation area broad of 3589,64 Ha, for Saba was 3,66 m3/second and for Puluran Village irrigation maximum need of 1.02 m3/second. Fresh water need for 2017-206 in normal condition is 583,50 lt/dt. While the maximum standard water need per day was 1021,12 lt/dt. Dependable flow of 80% which was used of 1.55 m3/second for the potential hydroelectric power plant calculation and it can generate power of 0,74 MW and elecetric power until 6510.61 MWh. From the comparison result which has been made, it can be known that the better alternative is the calculation of planning simulation operation pattern of the study result. The reason is the study result planning was done after the reservoir has finished to be built, it has been done water need optimation, and the successfulness reservoir level from the study planning in the average of 98.50% in which the successfulness level is higher than existing planning.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Waduk Titab; Operasi; Irigasi; PLTA; Air Baku; Titab Reservoir; Operation; Irrigation; Hydroelectric Power Generation; Drinking Water
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC167 Dams, reservoirs
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC812 Irrigation
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: I Putu Aldy Pradana Elsaputra
Date Deposited: 14 Mar 2018 07:26
Last Modified: 14 Mar 2018 07:26
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50245

Actions (login required)

View Item View Item