Pemodelan Spasial Genangan Banjir Akibat Gelombang Pasang di Wilayah Pesisir Kota Mataram

Rahmanto, Mohamad Rio (2018) Pemodelan Spasial Genangan Banjir Akibat Gelombang Pasang di Wilayah Pesisir Kota Mataram. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3613100058-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (9MB) | Preview

Abstract

Dampak kenaikan muka air laut di Kota Mataram menyebabkan 6 (enam) Kelurahan di 2 (dua) Kecamatan terdampak banjir tiap tahunnya. Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah, solusi yang dapat dilakukan adalah membuat pemodelan wilayah terdampak banjir sebagai acuan dalam perencanaan pembangunan kedepannya. Pada bulan Januari 2017, gelombang pasang merendam 1.161 rumah warga di tujuh kelurahan mencakup dua kecamatan, yakni Ampenan dan Sekarbela. Di Ampenan ada empat kelurahan yang terkena dampaknya, yaitu Kelurahan Bintaro, Ampenan Tengah, Banjar, dan Ampenan Selatan. Kecamatan Sekarbela: Kelurahan Tanjung Karang Permai, Tanjung Karang, dan Jempong Baru. Dari hasil model dapat diketahui bahwa : (1) Aspek yang paling berpengaruh dalam menentukan seberapa luas banjir ialah ketelitian dari data Digital Elevation Model. (2) Luasan wilayah banjir tahun 2016 seluas 102,866 ha, tahun 2066 seluas 145,7638 ha, dan tahun 2116 seluas 187,8490 ha. Wilayah yang tergenang sebagian besar berupa permukiman dan kawasan pertanian. ======================================================================================================= The impact of sea level rise in Mataram City has resulted in 7 (seven) urban villages in 2 (two) sub-districts affected by floods each year. To prevent further damage, the solution that can be made is to model the flood affected areas as a reference in future development planning. In January 2017, the tidal wave soaked 1,161 houses in seven sub-districts including two districts, Ampenan and Sekarbela. In Ampenan there are four affected urban villages: Bintaro, Ampenan Tengah, Banjar and South Ampenan. Sekarbela districts: Tanjung Karang Permai, Tanjung Karang, and Jempong Baru villages. From the model results it can be seen that: (1) The most influential aspect in determining the extent of flood is the accuracy of Digital Elevation Model data. (2) The area of flood in 2016 is 102,866 hectar, the year 2066 is 145,7638 hecta and the year 2116 is 187,8490 hectar. The flooded areas are mostly settlements and agricultural areas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSPW 627.4 Rah p-1 3100018074856
Uncontrolled Keywords: Banjir; Kenaikan Muka Air Laut; Raster Calculator; Digital Elevation Model; Flood; sea Level Rise; Raster Calculator; Digital Elevation Model
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography > GA139 Digital Elevation Model (computer program)
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Regional and Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mohamad Rio Rahmanto
Date Deposited: 23 Feb 2018 07:40
Last Modified: 30 Jul 2020 09:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50267

Actions (login required)

View Item View Item