Model Evaluasi Penambahan Peralatan Bongkar Muat Dermaga Konvensional : Studi Kasus Dermaga Berlian, Tanjung Perak

Setyanegara, Raka Dwita (2018) Model Evaluasi Penambahan Peralatan Bongkar Muat Dermaga Konvensional : Studi Kasus Dermaga Berlian, Tanjung Perak. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04411340000027-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Terminal Berlian merupakan terminal petikemas domestik yang melayani lebih dari 30% total muatan petikemas yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak. Arus barang yang masuk ke Terminal Berlian khususnya meningkat setiap tahunnya, dengan begitu kapasitas terpasang peralatan bongkar muat yang ada harus dievaluasi kinerjanya terhadap sistem secara keseluruhan karena sudah tidak memungkinkan untuk membangun atau menambah panjang dermaga lagi. Pada tahun 2015 Terminal Berlian berhasil mencapai pelayanan 1 juta TEU’s dan terus meningkat di tahun 2016. Dengan tren yang positif ini manajemen PT Berlian Jasa Terminal Indonesia menargetkan pada tahun 2017 dan atau 2018 arus bongkar-muat dapat mencapai 1,5 juta TEU’s, hal ini tentu membutuhkan evaluasi terhadap kinerja sistem yang ada. Selain itu PT Berlian Jasa Terminal Indonesia juga berniat untuk berinvestasi untuk peralatan bongkar-muat agar dapat memenuhi target yang diinginkan. Dengan beberapa permasalahan dan target yang ada maka perlu dilakukan sebuah evaluasi terhadap sistem yang ada terlebih dahulu dengan menggunakan pemodelan simulasi diskrit, model simulasi diskrit eksisting didapatkan dari menggabungkan beberapa logika pola operasi yang ada dan input data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga dapat ditentukan expression tiap distribusi data yang akan diinput. Setelah model sudah berjalan sesuai pola operasi yang sebenarnya maka model diverifikasi dan divalidasi dengan menggunakan beberapa acuan seperti, Throughput, Shipcall, Berthing Time rata-rata, Box per Ship per Hour, dan Berth Occupancy Ratio yang didapat dari data sekunder dan primer yang telah diolah. Setelah model eksisting dinyatakan valid maka diperlukan skenario yang logis untuk mengevaluasi penambahan dan atau pembaharuan peralatan bongkar-muat dengan cara membandingkan output record tiap skenario dengan record model eksisting yaitu dengan acuan Box per Ship per Hour dan Berthing Time. Setelah dilakukan pembandingan, hasil yang dapat direalisasikan dan berdampak positif terhadap sistem pola operasional yang ada adalah skenario 5 dengan nilai investasi sebesar 1,265 Triliyun Rupiah. ============== Berlian Port is a domestic container port serving more than 30% of the total container load coming to Tanjung Perak Port. The flow of goods entering Berlian Port in particular increases annually, thereby the installed capacity of existing loading and unloading equipment must be evaluated for overall performance as it is not possible to build or increase the length of the quay wall wharf again. By 2015 Berlian Port has achieved 1 million TEU's services and continues to grow in 2016. With this positive trend, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia's management targets by 2017 and or 2018 to reach 1.5 million TEUs, it would require an evaluation of the performance of existing systems. In addition PT Berlian Terminal Services Indonesia also intends to invest for loading and unloading equipment in order to meet the desired target. With some existing problems and targets it is necessary to perform an evaluation of the existing system first by using discrete modeling simulation, the existing discrete model simulation derived from combining some of the logic of the existing operation pattern and input data that has been processed in such a way that it can be determined the expression for each distribution of data to be inputted. After the model has been run according to the actual operation pattern then the model is verified and validated by using some references such as, Throughput, Shipcall, Berthing Time average, Box per Ship per Hour, and Berth Occupancy Ratio obtained from secondary and primary data that have been processed . Once the existing model is declared invalid it is necessary to have a logical scenario to evaluate the addition and or updating of loading and unloading equipment by comparing the output of each record scenario that is the existing model record with the reference of Box per Ship per Hour and Berthing Time. After benchmarking, the results that can be realized and positively impact the existing system of operational patterns is the scenario 5 with an investment value of 1.265 trillion rupiah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Terminal Berlian; Simulasi Diskrit; Throughput; Box per Ship per Hour; Berthing Time; Berth Occupancy Ratio; Peralatan Bongkar-Muat
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC357 Harbor Engineering. Piers, quays, and wharves
Divisions: Faculty of Marine Technology > Marine Transportation > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Setyanegara Raka Dwita
Date Deposited: 22 Mar 2018 08:41
Last Modified: 22 Mar 2018 08:41
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50403

Actions (login required)

View Item View Item