Identifikasi Data Daerah Manifestasi Emas Menggunakan Analisis Magnetik

Nurulfa, Devi (2017) Identifikasi Data Daerah Manifestasi Emas Menggunakan Analisis Magnetik. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
01111340000120 - Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sumber daya alam emas yang melimpah salah satu contohnya yaitu daerah Papandayan, Kabupaten Garut. Sehingga dilakukan penelitian ini dengan tujuan memetakan anomali medan magnet sebagai dasar analisa bagi persebaran zona alterasi dan zona persebaran urat kuarsa di Papandayan serta dapat mengidentifikasi kedalaman dan posisi anomali magnetik pada daerah Papandayan.Data hasil pengukuran lapangan yang telah didapatkan selanjutnya dilakukan pengelolahan data lebih lanjut yang dibagi menjadi dua yaitu interpretasi kualitatif(kontinuasi keatas dan reduksi ke kutub) dan interpretasi kuantitaif(metode CWT). Dari pengelolahan data didapatkan hasil pengolahan data magnetik yang dapat memetakan anomali medan magnet regional pada daerah Papandayan, dengan rentang nilai kontras anomali tertinggi bernilai 1050nT sampai dengan 650nT. Daerah dengan nilai anomali rendah -450nT sampai dengan -50nT serta pengolahan data dengan metode CWT pada daerah Papandayan menghasilkan nilai kedalaman dan posisi anomali untuk sayatan A-A’ adalah 243,465m untuk posisi dengan kedalaman -210,749m untuk anomali I kemudian anomali II pada posisi 1043,17m dengan kedalaman -222m dan anomali III pada posisi 2550,33m dengan kedalaman -296,634m. Posisi anomali dan kedalaman bawah permukaan sayatan B-B’ menunjukkan terdapat dua anomali dengan posisi 982,8215 dengan letak kedalaman -98.021m untuk anomali I dan anomali II pada posisi 580,061m dengan kedalaman -73,9862m. ================ Indonesia is one of the countries that have abundant natural resources of gold, one example is the area of Papandayan, Garut. This research has been done with the purpose of mapping magnetic field anomaly as the basis of analysis for the spread of alteration zone and zone of quartz vein dispersion in Papandayan and identifying the depth and position of magnetic anomaly at Papandayan area. Data of field measurement that have been obtained then done further data processing which Divided into two: qualitative interpretation (upward continuation and reduction to pole ) and quantitative interpretation (CWT method). From the data processing, the result of magnetic data processing can map the regional magnetic field anomaly in Papandayan area, with the highest contrast anomaly value range 1050nT up to 650nT. Areas with low anomalous values - 450nT up to - 50nT and data processing by CWT method on Papandayan area resulted in depth values and magnetic anomaly positions which predicted gold prospecting zone with anomalous position for A-A’incision was 106,1500m for anomalies I and 250,4279m for anomaly II and the location of depth of anomaly I that is 416,2742m below surface of earth and anomaly II 227,6334m below surface of earth. As for the value of anomaly position of incision B-B’ of 618m with a depth of 113m below the earth's surface

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: CWT; Magnetic; Mineralization; Upward Continuations.
Subjects: Q Science > QB Astronomy > QB336 Gravity anomalies
Q Science > QC Physics
Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Physics
Depositing User: Devi Nurulfa
Date Deposited: 09 Apr 2018 05:14
Last Modified: 09 Apr 2018 05:14
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50679

Actions (login required)

View Item View Item