Pengaruh Heat Input Terhadap Sifat Mekanik Sambungan Dissimilar Metal Antara Austenitic Stainless Steel SS 304h Dan Low Alloy Steel T22 Dengan Proses GTAW

Suryanto, Edi (2018) Pengaruh Heat Input Terhadap Sifat Mekanik Sambungan Dissimilar Metal Antara Austenitic Stainless Steel SS 304h Dan Low Alloy Steel T22 Dengan Proses GTAW. Undergraduate thesis, Instiut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02111545000026-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pengelasan logam yang berbeda (DMW) mengacu pada gabungan dua logam atau paduan yang berbeda seperti baja paduan rendah (low alloy steel), baja tahan karat (stainless steel) dan paduan nickel-base. Kelemahan pengelasan dissimilar metal yang mendasar adalah perbedaan komposisi kimia material, sifat mekanik dan sifat metalurgi yang dapat menyebabkan kegagalan pada sambungan ketika di las. Penyebab utama kegagalan pada sambungan akibat adanya perubahan komposisi kimia sepanjang garis fusi. Perbedaan koefisien termal ekspansi masing-masing material juga turut menyebabkan degradasi sifat mekanik di zona fusi yang dapat memicu stress dan rentan terhadap retakan. Untuk mencegahnya dapat dilakukan dengan cara memprediksi komposisi kimia pada weld metal, mengontrol masukan panas atau heat input pengelasan, pelapisan (buttering) pada logam induk, dan juga melakukan post weld heat treatment (PWHT) untuk memperkecil tegangan sisa pada pengelasan. Material yang digunakan pada penelitian ini tube SS 304H dengan low alloy steel T22 dengan variasi heat input 3,500 kJ/mm, 3,182 kJ/mm dan 2,714 kJ/mm. Proses pengelasan dilakukan menggunakan jenis pengelasan GTAW. Selanjutnya hasil pengelasan dilakukan pengujian dye penetrant, pengujian tarik, pengujian bending. Pada penelitian ini didapatkan nilai kekuatan tarik rata-rata pada spesimen dengan heat input 3,500 kJ/mm sebesar 508,96 MPa, pada spesimen heat input (3,182 kJ/mm) sebesar 510,83 MPa, pada spesimen heat input (2,714 kJ/mm) sebesar 513,12 MPa. Letak patahan semua spesimen berada di sisi low alloy steel T22 akibat pengaruh proses pengelasan multilayer, yang menunjukkan kekuatan sambungan weld metal lebih kuat dari pada base metal. Untuk hasil pengujian root bending dan face bending didapatkan hasil tidak adanya retakan pada semua spesimen lasan. Hal ini menunjukan ductility semua spesimen hasil lasan yang baik dan dinyatakan lolos kualifikasai standar ASME section IX. ========== Dissimilar metal welding (DMW) is a combination of two different metals or alloys such as low alloy steel, stainless steel and nickel-base alloys. The disadvantages of basic metal dissimilar welding are differences in chemical composition of materials, mechanical properties and metallurgical properties that can lead to failure of the joints when welded. The main cause of failure of the connection due to changes in chemical composition along the fusion line. Differences in the thermal coefficients of each material expansion also contribute to the degradation of mechanical properties in the fusion zon e which can be stressful and susceptible to cracks. To prevent it can be done by predicting the chemical composition of the weld metal, controlling the heat input or heat input welding, buttering on the base metal, and also post-weld heat treatment (PWHT) to minimize residual stress on welding. The material used in this research is SS 304H tube with low alloy steel T22 with variation of heat input 3,500 kJ / mm, 3,182 kJ / mm and 2,714 kJ / mm. The welding process is carried out using GTAW. Furthermore, the welding results are testing by dye penetrant test, tensile test, and bending test In this research we get the average tensile strength value in specimen with heat input 3,500 kJ / mm equal to 508,96 MPa, on heat input specimen (3,182 kJ / mm) equal to 510 ,83 MPa, on heat input specimen (2,714 kJ / mm ) of 513.12 MPa. The fracture location of all specimens is on the low alloy steel T22 side due to the influence of the multilayer welding process, which indicates the strength of the weld metal joints is stronger than the base metal. For the result of root bending and face bending test, the result of the absence of cracks in all weld specimens. This shows the ductility of all specimens of a good welded result and is declared qualified by ASME section IX standards

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Dissimilar metal welding; heat input; GTAW; asutenitic stainless steel 304H; low alloy steel T22; mechanical properties; Dissimilar metal welding; heat input; GTAW; asutenitic stainless steel 304H; low alloy steel T22; sifat mekanik.
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy > TN23 Metal cladding.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Suryanto Edi
Date Deposited: 26 Jan 2018 04:20
Last Modified: 26 Jan 2018 04:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50758

Actions (login required)

View Item View Item