Pemodelan Indikator-Indikator yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Kesejahteraan Provinsi di Indonesia

Asri, Iqhfania Arista (2018) Pemodelan Indikator-Indikator yang Berpengaruh Terhadap Tingkat Kesejahteraan Provinsi di Indonesia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1314100063-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Otonomi daerah merupakan upaya pemberdayaan dalam mengelola daerah itu sendiri. Adanya otonomi membuat setiap provinsi berusaha untuk memperbaiki kualitas wilayah masing-masing dengan cara melakukan pembangunan ekonomi. Keberhasilan suatu pembangunan ekonomi daerah dapat diukur dengan beberapa indikator, salah satunya adalah kesejahteraan masyarakat, yang dapat dilihat dari indeks kebahagiaan. Perlu adanya suatu klasifikasi untuk mengetahui posisi dari tingkat kesejahteraan suatu wilayah. Pengelompokkan ini bertujuan untuk mempermudah pimpinan daerah dalam menentukan dasar kebijakan yang akan diterapkan pada masing-masing daerahnya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah analisis regresi logistik ordinal. Variabel respon yang digunakan adalah Tingkat Kesejahteraan Masyarakat yang diukur dari Indeks Kebahagiaan, sedangkan variabel prediktor ada 8 indikator kesejahteraan, yaitu IPM, TPT, jumlah penduduk miskin, PDRB, kepadatan penduduk, APS, jumlah rumah sakit, dan jumlah puskesmas tiap provinsi. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini, didapatkan indikator yang berpengaruh terhadap kesejahteraan adalah IPM, TPT, dan kepadatan penduduk, dengan tingkat akurasi 90,9% dan kebaikan model sebesar 61,6%. ======================================================================================================== Regional autonomy is an effort of empowerment in managing the area itself. Autonomy makes each province tries to improve the quality of each region by doing economic development. The success of a regional economic development can be measured by several indicators. One of them is the public welfare, which can be seen from the happiness index. There need a classification to know the position of the welfare of a region. This classification aims to facilitate the Governor in determining the base policy to be applied in each region. One of the method that can be used to solve the problem is ordinal logistic regresssion analysis. Response variable used in this study is the level of public welfare which measured by happiness index, while the predictor variables consist of 8 indicators, those are HDI, open unemployement rate, number of low-lived people, GRDP, population density, school enrollment rate, number of hospital, and number of community health clinic. Based on the results of this study, indicators that affect the welfare are HDI, open unemployement rate, and population density. The accuracy is 90,9% with R-sq 61,6%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSSt 519.536 Asr p-1 3100018074593
Uncontrolled Keywords: Indeks kebahagiaan, Kesejahteraan masyarakat, Regresi logistik ordinal, Happines Index, Ordinal logistic regression analysis, Public welfare
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
H Social Sciences > HA Statistics > HA31.35 Analysis of variance
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > 49201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Iqhfania Arista Asri
Date Deposited: 21 Feb 2018 07:18
Last Modified: 10 Apr 2020 22:25
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50796

Actions (login required)

View Item View Item