Studi Awal Pemanfaatan Bawang Putih yang dihitamkan sebagai Antibakteri

Aini, St Qurratul (2018) Studi Awal Pemanfaatan Bawang Putih yang dihitamkan sebagai Antibakteri. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1510100029-Undergraduate_Theses.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Abstrak Bawang hitam adalah bawang putih segar yang telah dipanaskan selama beberapa waktu sehingga berubah warna, bau dan juga rasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bawang hitam sebagai olahan bawang putih memiliki daya antibakteri dengan melihat zona hambat dan pertumbuhan bakteri menggunakan metode difusi dan dilusi yang dimodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eschericia coli (Gram -), Bacillus subtilis (Gram +), dan Staphylococcus aureus (Gram +) resisten terhadap ekstrak bawang putih dan bawang hitam, sedangkan Pseudomonas aeruginosa (Gram -) sensitif terhadap ekstrak bawang putih dan ekstrak bawang hitam. Konsentrasi bunuh minimum ekstrak bawang hitam terhadap E. coli adalah 85%, S. aureus adalah 90%, dan pada P. aeruginosa serta B. subtilis adalah 100%. Kemudian konsentrasi bunuh minimum ekstrak bawang putih terhadap E. coli adalah 80%, S. aureus adalah 95%, dan pada P. aeruginosa serta B. subtilis adalah 100%. ======================================================================================================= The aged garlic is fresh garlic that has been heated for some time so it changes the colour, smell and also taste. The aim of this research is to find out whether aged garlic as a garlic processed has antibacterial agent by looking at the inhibitory zone and bacterial growth using diffusion method and modified dilution method. The results showed that Escherichia coli (Gram -), Bacillus subtilis (Gram +), and Staphylococcus aureus (Gram +) were resistant to the garlic and aged garlic extract, while Pseudomonas aeruginosa (Gram -) was sensitive to garlic and aged garlic extract. The minimum bacteriocidal concentration of aged garlic extract on E. coli was 85%, S. aureus was 90%, and 100% in P. aeruginosa and B. subtilis. Then the minimum bacteriocidal concentration of garlic extract on E. coli was 80%, S. aureus was 95%, and 100% in P. aeruginosa and B. subtilis.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: anti bakteri, bawang putih, difusi, dilusi.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Biology > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: St Qurratul Aini
Date Deposited: 19 Apr 2018 07:56
Last Modified: 19 Apr 2018 07:56
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50940

Actions (login required)

View Item View Item