Analisa Daya Dukung Tiang Pancang Dermaga Peti Kemas Antar Pulau Surabaya Dengan Metode Schmertmann Dan Metode Broms

Nugraheni, Dwi Retno (1999) Analisa Daya Dukung Tiang Pancang Dermaga Peti Kemas Antar Pulau Surabaya Dengan Metode Schmertmann Dan Metode Broms. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4394100009-Undergraduate-Theses.pdf - Published Version

Download (16MB) | Preview

Abstract

Dalam Tugas Akhir ini akan dianalisa daya dukung tiang pancang dermaga Peti Kemas Antar Pulau Surabaya. Daya dukung tanah (tiang pancang) meliputi daya dukung tanah vertikal dan daya dukung tanah lateral. Daya dukung tanah vertikal akan di analisa dengan metode Schmertmann. Daya dukung tanah pada tumpuan ujung dalam metode ini dihitung dengan harga rata-rata N yang teluh dikoreksi sepanjang 8 D dari ujung tiang pancang ke atas sampai 4 D di bawah ujung tiang pancang. Selanjutnya beban yang bekerja dengan arah vertikal adalah beban struktur atas baik beban mati maupun beban hidup. Kemudian untuk daya dukung yang disebabkan oleh gaya gesek antara Uang pancang dengan tanah bekerja secara penuh dari kedalaman 8D dari permukaan tanah. Data tanah yang berupa data pengeboran memberikan nilai N pada tiap-tiap kedalaman tertentu, namun nilai-nilai tersebut harus di koreksi terlebih dahulu terhadap jenis tanah dan tekanan tanah efektifnya sebelum menjadi input pada perumusan Schmertmann. Dermaga ini dominan menerima beban horisontal seperti beban gelombang yang bekerja pada tiang pancang dengan besar 36.8 N untuk liang pancang dengan D 1.117 m dan 12.838 N untuk D 0.711 m. Beban arus menghasilkan beban yang kecil yaitu 1.45 N dan 0.92 N, sedangkan beban angin mempunyai besar 39.835 N yang bekerja padu seluruh cap struktur. Beban horisontal yang disebabkan selain beban lingkungan adalah beban tumbukan kapal pada fender dengan gaya 74.153 KN dan tarikan kapal sebesar80 KN. Daya dukung tanah lateral dianalisa dengan menggunakan metode Broms. Tiang pancang dermaga mempunyai bagian yang muncul dipermukaan tanah dan ujungnya dijepit. Akan tetapi dalam Tugas Akhir ini analisa tiang pancang untuk beban lateral dianalisa sebagai tiang pancang dengan ujung bebas dengan dikoreksi terlebih dahulu dari posisi jepit ke posisi ujung bebas. Kemudian beban-beban di atas menjadi input dalam program SAP’90 yang menganalisa prilaku sebagian struktur dermaga yang mewakili prilaku secara keseluruhan. Output dan program SAP’90 memberikan beban vertikal dan lateral maximal yang harus didukung oleh tiang pancang, selanjutnya hasil tersebut dibandingkan dengan daya dukung ijin tanah yang ada. Dari analisa yang telah dilakukan menghasilkan beban vertikal yang bekerja pada tiang pancang sebesar 2276.3 KN sedangkan daya dukung ijin tanahnya minimal sebesar 2572 KN pada pengeboran 12. Dan beban horisontal yang bekerja pada tiang pancang maximal sebesar 136.95 KN dan daya dukung horisontal tanah yang diijinkan dengan faktor keselamatan sebesar 2.5 adalah 934.521 K N. Hasil-hasil analisa yang telah dilakukan menujukan bahwa tanah mempunyai daya dukung yang lebih dari cukup untuk mendukung beban vertikal maupun lateral yang harus disangganya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSKe 624.154 Nug a
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology > Marine Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: ansi aflacha
Date Deposited: 13 Mar 2018 06:45
Last Modified: 13 Mar 2018 06:45
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/51519

Actions (login required)

View Item View Item