Analisis Kebijakan Pengembangan Ekowisata Berbasis Sektor Pertanian Dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Di Kabupaten Malang (Pendekatan Sistem Dinamik)

Tarida, Friska Hanna (2015) Analisis Kebijakan Pengembangan Ekowisata Berbasis Sektor Pertanian Dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Di Kabupaten Malang (Pendekatan Sistem Dinamik). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2511100089-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu potensi yang menjanjikan sebagai upaya peningkatan perekonomian bagi negara tropis seperti Indonesia dan salah satu kabupatennya, yaitu Kabupaten Malang. Pemekaran daerah Kota Batu memicu penggalian perekonomian daerah Kabupaten Malang yang semakin gencar, terutama dalam sektor pariwisata. Pengembangan konsep pariwisata ke arah ekowisata sebagai pariwisata berkelanjutan adalah konsep wisata dengan membudidayakan sumber daya alam yang ada dan menjunjung nilai pelestarian ekologi dan manfaat ekonomi. Berdasarkan data BPS Kabupaten Malang, sektor paling potensial di Kabupaten Malang adalah sektor pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun skenario kebijakan pengembangan ekowisata berbasis sektor pertanian di Kabupaten Malang dengan pendekatan sistem dinamik. Skenario kebijakan ditentukan berdasarkan kombinasi dari skema kondisi tinggi dan skema kondisi rendah terhadap ketiga variabel, yaitu proporsi anggaran produktivitas masing-masing subsektor pertanian, penambahan jumlah objek ekowisata, dan jumlah kegiatan promosi wisata. Kriteria penilaian dari skenario kebijakan terdiri dari polusi gas pariwisata, jumlah populasi pengangguran, PAD, dan PDRB Kabupaten Malang yang dikombinasikan dan terdapat 15 pemilihan skenario terbaik. PAD Kabupaten Malang tertinggi adalah skenario dengan skema tinggi pada ketiga variabel. PDRB Kabupaten Malang tertinggi adalah skenario dengan skema rendah pada jumlah ekowisata dan jumlah promosi wisata dan skema tinggi pada proporsi anggaran produktivitas. Sedangkan pada kriteria polusi gas pariwisata terendah terpilih skenario dengan skema rendah pada variabel jumlah promosi wisata dan proporsi anggaran produktivitas dan skema tinggi pada jumlah ekowisata. Pada kriteria jumlah populasi pengangguran terendah terpilih skenario dengan skema rendah pada ketiga variabel, sedangkan pada kriteria jumlah populasi pengangguran yang dikombinasikan dengan kriteria lainnya selain PDRB Kabupaten Malang terpilih skenario dengan skema tinggi pada variabel jumlah ekowisata dan jumlah promosi wisata dan skema rendah pada proporsi anggaran produktivitas. Skenario terbaik dengan kombinasi seluruh kriteria adalah skenario dengan skema rendah pada variabel jumlah ekowisata dan jumlah promosi wisata dan skema tinggi pada proporsi anggaran produktivitas. =================================================================================================== Tourism is one of the promising sectors for increasing the economic condition of tropical countries like Indonesia and one its district, Kabupaten Malang. The decentralization of Batu encourages Kabupaten Malang to intensify its economic potency, especially in tourism sector. Tourism development towards ecotourism as sustainable tourism is a concept of cultivating existing natural resources and upholding the ecological value and economic benefits. Based on the data of BPS in Kabupaten Malang, it is known that the most potential sector in Kabupaten Malang is agricultural sector. Thus, this research is aimed to formulate the scenario of agro-based ecotourism development policy in Kabupaten Malang by using system dynamics approach. The policy scenarios are defined from the combination of high and low condition scheme of three variables, which are productivity budget proportion for each agricultural subsectors, the replenishment of ecotourism’s object, and the number of tourism promotion activity. The assessment criteria of the policy scenario are tourism gas pollution, the number of unemployment, PAD, and PDRB of Kabupaten Malang. These criteria are combined and create fifteen possible scenarios. As the results, the highest PAD of Kabupaten Malang is obtained from the scenario where all variables are on the high condition. On the other hand, the highest PDRB of Kabupaten Malang is obtained from the scenario where the number of ecotourism objects and promotion activity are on the low condition while the productivity budget proportion is on the high condition. The lowest tourism gas pollution is obtained from scenario where the number of promotion activity and productivity budget proportion is on the low condition while the number of ecotourism objects is on the high condition. The lowest unemployment is obtained from the scenario where all variables are on the low condition, on the other hand while this criteria combined with other criteria except PDRB of Kabupaten Malang the chosen scenario is scenario where the number of promotion activity and ecotourism objects is on the high condition while the productivity budget proportion is on the low condition. The best scenario to obtain best condition in all assessment criterias is the scenario where the number of ecotourism objects and promotion activity are on the low condition while the productivity budget proportion is on the high condition.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSI 711.552 4 Tar a
Uncontrolled Keywords: Ekowisata, Sistem Dinamik, Skenario Kebijakan, PAD, PDRB, Polusi Gas Pariwisata, dan Jumlah Populasi Pengangguran
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Business planning
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 07 May 2018 02:59
Last Modified: 07 May 2018 02:59
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/51849

Actions (login required)

View Item View Item