Formulasi Standar Konversi SLOC dari Model Proses Bisnis dalam Menentukan Nilai Variabel Size pada Model COCOMO II Menggantikan UFP

Azis, Abdul (2018) Formulasi Standar Konversi SLOC dari Model Proses Bisnis dalam Menentukan Nilai Variabel Size pada Model COCOMO II Menggantikan UFP. Undergraduate thesis, Insititut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
05211440000027-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi mendorong setiap komponen penyusun didalamnya untuk mengikutinya, tak terkecuali perangkat lunak(software). Sebuah perangkat lunak dapat dihasilkan melalui aktivitas-aktivitas pengembangan perangkat lunak(software development) itu sendiri. Salah satu aktivitas yang paling vital atau krusial dari pengembangan perangkat lunak adalah estimasi usaha pengembangan perangkat lunak(software development effort estimation). COCOMO(Constructive Cost Model) adalah salah satu model estimasi usaha pengembangan perangkat lunak yang populer. Saat ini, versi terbaru dari model ini adalah COCOMO II yang menggunakan 31 parameter untuk memprediksi usaha yang dibutuhkan dalam pengembangan perangkat lunak. Salah satu kelemahan COCOMO II adalah penggunaan Function Point dalam menentukan nilai SLOC(Source Lines of Code) dari salah satu variabel masukannya dimana hal tersebut membutuhkan dokumentasi yang lengkap dari tahap analisis kebutuhan dan desain. Tidak semua organisasi yang sedang mengembangkan perangkat lunak memilikinya pada tahap perencanaan biaya(tahap dimana estimasi usaha dilakukan) karena dibeberapa kondisi, perencanaan/pengalokasian biaya dilakukan jauh sebelum tahap pertama pengembangan perangkat lunak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sebuah metode alternatif dalam menentukan nilai SLOC menggunakan model proses bisnis(BPM). Alasan digunakannya model proses bisnis adalah karena umumnya organisasi yang ingin mengotomasi prosesnya sudah memiliki dokumentasi BPM. Pada awalnya, peneliti akan menentukan kode program yang dijadikan sampel penelitian, lalu memodelkan BPM sampel kode program tersebut. Selanjutnya, akan ditentukan standar konversi komponen BPM ke SLOC menggunakan analisis statistika deskriptif. Pada akhirnya, peneliti akan mengukur tingkat akurasi standar konversi tersebut menggunakan metode MMRE dan RMS. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah standar konversi SLOC dari tiap komponen pada BPM pada bahasa pemograman Java. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan untuk menghasilkan tingkat akurasi dari standar konversi tersebut. =========== The rapid development of information technology encourages each compilers component in it to follow it, not to mention software. A software can be generated through software development activities themselves. One of the most vital or crucial activities of software development is the estimation of software development effort. COCOMO(Constructive Cost Model) is one of the most popular software development estimation models. Currently, the latest version of this model is COCOMO II which uses 31 parameters to predict the effort required in software development. One of the weaknesses of COCOMO II is the use of Function Point in determining the SLOC(Source Lines of Code) value of one of its input variables which requires complete documentation of the requirements analysis and design phase. Not all organizations that are developing software have it in the cost planning stage(the stage where business estimates are made) because under some conditions, cost planning/allocation is done well before the first stage of software development. To overcome these problems, this study aims to formulate an alternative method in determining the value of SLOC using business process model(BPM). The reason for the use of business process model is that generally organizations that want to automate their process already have the BPM documentation. Initially, the researcher will determine the code of the program used as the sample of the research, then model the sample code BPM. Next, we will determine the standard conversion of BPM components to SLOC using descriptive statistical analysis. Finally, the researcher will measure the accuracy level of the conversion standard using MMRE and RMS method. The result of this research is a standard SLOC conversion of each component on BPM in Java programming language. In addition, this study is also expected to produce a degree of accuracy of the conversion standard.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Estimasi Pengembangan Perangkat Lunak; COCOMO II; SLOC; BPM; Standar Konversi; Estimation of Software Development; COCOMO II; SLOC; BPM; Conversion Standards
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA76.758 Software engineering
T Technology > T Technology (General) > T58.6 Management information systems
Divisions: Faculty of Information and Communication Technology > Information Systems > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Abdul Azis
Date Deposited: 20 Jul 2018 06:36
Last Modified: 20 Jul 2018 06:36
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/52795

Actions (login required)

View Item View Item