Perencanaan Struktur Gedung Pascasarjana 5 Lantai Di Kota Palembang Dengan Sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah

Rahmawati, Okta Lailia and Noor, Nizarrahman (2018) Perencanaan Struktur Gedung Pascasarjana 5 Lantai Di Kota Palembang Dengan Sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
10111500000063-101115000000077-Non_Degree.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (34MB) | Request a copy

Abstract

Penyusunan tugas akhir yang berjudul Perencanaan Struktur Gedung Pascasarjana 5 Lantai di Kota Palembang dengan Sistem Struktur Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM) ini menggunakan Gedung Pascasarjana, yang lokasi pembangunannya di Kota Palembang, sebagai objek. Pada perencanaan awal, proyek ini didesain 9 lantai dengan 1 basement). Namun untuk keperluan penyusunan Tugas Akhir, KDS dihitung kembali menggunakan data tanah Kota Palembang dan diperoleh kategori desain seismik C, sehingga digunakanlah sistem struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Dengan catatan jumlah lantai diubah menjadi 5 lantai tanpa basement. Metodologi pengerjaan tugas akhir ini diawali dengan pengumpulan data, yakni gambar arsitektur dan struktur bangunan, data tanah, serta literatur yang digunakan. Kemudian menentukan sistem struktur yang digunakan, dan menghitung preliminary design. Selanjutnya dilakukan beberapa analisis, antara lain analisis pembebanan, struktur sekunder, struktur primer yang diteruskan perhitungan penulangan elemen struktur. Sampai dengan tahap ini, dilakukan cek persyaratan, yang apabila tidak memenuhi, maka menghitung ulang mulai dari preliminary design. Apabila memenuhi, maka dilanjutkan ke tahap gambar konstruksi dan menghitung volume penulangan elemen struktur. Berdasarkan hasil dari perhitungan perencanaan ini, diperoleh perhitungan struktur yaitu terdapat 5 jenis balok induk, 1 jenis balok anak, dan 1 jenis balok kantilever. Tulangan lentur untuk balok induk dipasang D22, D16 untuk balok anak dan balok kantilever. Pada sloof terdapat 3 jenis sloof, yang memiliki diameter tulangan lentur sebesar D19. Pada balok induk menggunakan diameter sengkang D13, dan pada sloof, balok anak dan balok kantilever menggunakan Ø10. Untuk pelat atap dan pelat lantai memiliki ketebalan 12 cm, diameter yang digunakan Ø10. Dan untuk pelat tangga dan pelat bordes memiliki ketebalan 15 cm, diameter yang digunakan D16. Untuk kolom memiliki 1 jenis kolom dengan diameter lentur D22 dan diameter sengkang D13. Pada perhitungan volume tulangan dan cor beton pada satu as melintang, didapat rasio untuk balok rata-rata 217,7 kg/m3 dan untuk kolom rasio rata-rata adalah 242,17 kg/m3 Kata kunci : Bangunan Gedung, Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah.================ The preparation of this final project refers to design of 5 storey postgraduate building in Palembang city using intermediate moment frame method use postgraduate building, the construction site in Palembang City, as an object. However, for the purpose of preparing the Final Project, KDS is recalculated using the land data of Palembang City and obtained by C seismic design category, so that the structure system of Intermediate Moment Frame Method (SRPMM) is used. With the record number of floors changed to 5 storey without a basement. Initial methodology of this final project are collecting data, contains with image data, soil data, and literatures. After we determine structure system, and calculate preliminary design. Next, several analyzes were done, such as load analysis, secondary structure analysis, primary structure analysis which continued by calculating structural element reinforcement. Up to this point, requirements check were done, if not meet the requirement, then have to recalculate from preliminary design. If meet the requirement, then proceed the construction to drawing stage and calculate the volume of structural element reinforcement. The result of this designing calculation, the structure obtained with 5 types of main beam, 1 type of secondary beam, and 1 type of cantilever beam with longitudinal rebar D22 for main beam, D16 for secondary beam, and D16 for cantilever beam. On tie beam, there are 3 types of tie beam, that have a longitudinal rebar D19, both on the main beam using tranversal rebar D13, but on the secondary beam, cantilever beam, and tie beam using tranversal rebar Ø10. For the slab, both floor and roof slab have a thicknss 12 cm, the diameter used Ø10. And for the ladder slab and bordes slab have a thicknss 15 cm, the diameter used D16. For the coloumn have a 1 type of coloumn, with longitudinal rebar D22 and using tranversal rebar D13. In the calculations of the reinforcement and casting of the concrete at one As of transverse ,the ratio for main beam is average 217,7 kg/m3 and for coloumn the ratio of average is 242,17 kg/m3. Keywords : Building Structure, Intermediate Moment Resisting Frame System.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Bangunan Gedung, Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah, Building Structure, Intermediate Moment Resisting Frame System
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA681 Concrete construction
Divisions: Faculty of Vocational > Civil Infrastructure Engineering
Depositing User: Okta Lailia Rahmawati
Date Deposited: 26 Dec 2018 07:26
Last Modified: 26 Dec 2018 07:26
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/53315

Actions (login required)

View Item View Item