Pengaruh Penambahan Unsur Zn (Zn) Terhadap Laju Korosi dan Struktur Mikro Paduan Aluminium-Indium-Zinc (Al-In-Zn) Untuk Aplikasi Anoda Tumbal Berbasis Aluminium Pada Kapal

Fayakun, Choirul Zakie (2018) Pengaruh Penambahan Unsur Zn (Zn) Terhadap Laju Korosi dan Struktur Mikro Paduan Aluminium-Indium-Zinc (Al-In-Zn) Untuk Aplikasi Anoda Tumbal Berbasis Aluminium Pada Kapal. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02511440000118-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Aluminium adalah senyawa yang terletak pada golongan IIIA dalam tabel periodik dengan lambang Al dan nomor atom 13. Aluminium memiliki beberapa sifat karakter fisis antar lain memiliki berat jenis sekitar 2,65-2,8kg/dm3. Seng merupakan logam berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetic. Seng memiliki titik lebur 420°C dan titik didih 900°C. Indium merupakan logam berwarna putih keperakan. Kepadatan Indium lebih tinggi dari Galium, tetapi lebih rendah dibandingkan Talium. Indonesia adalah negara kemaritiman yang terdiri banyak pulau dan dikelilingi lautan yang luas. Aluminium Zinc dan Indium dapat dipadukan menjadi 1 material logam yang dapat digunakan sebagai anoda tumbal yang dapat diaplikasikan pada kapal guna menghambat terjadinya korosi pada lambung kapal. Pembuatan anoda tumbal dengan material Aluminium Zinc dan Indium ini dilakukan dengan cara meleburkan logam pada tempertaur >700°C. Metode pengecoran pada penelitian ini dilakukan dengan furnace dan dipanaskan hingga >700°. Setelah dilakukan peleburan dilakukan pengujian yang meliputi uji komposisi, uji XRD, uji struktur mikro, ujia kekerasan dan uji tafel. Dari uji komposisi didapatkan komposisi actual berbeda dengan komposisi rancangan. Setelah dilakukan pengujian komposisi, maka dilakukan pengujian XRD dan didapatkan hasil yaitu fasa yang terbentuk pada coran paduan Al-Zn-In adalah α-Al. Setelah dilakukan pengujian XRD, maka dilakukan pengujian struktur mikro dan didapatkan hasil yaitu fasa α-Al ditunjukkan dengan gambar yang berwarna terang. Setelah dilakukan uji XRD, maka dilakukan uji kekerasan dan didapatkan hasil seiring meningkatnya komposisi Zn, maka akan meningkatkan kekerasan material tersebut, hal ini terjadi karena Zn dan In yang terlarut pada fasa Al. Terakhir dilakukan pengujian tafel, dari hasil pengujian ini didapatkan seiring meningkatnya komposisi Zn, semakin besar juga laju korosi yang terjadi. Dari hasil semua pengujian, didapatkan kesimpulan yaitu, semakin banyak kandungan Zn dalam paduan Al-Zn-In, maka akan semakin sedikit fasa Al yang terbentuk dan semakin banyak kandungan Zn yang ada pada paduan, maka laju korosi semakin meningkat, hal ini dikarenakan Zn yang terlarut menyebabkan tegangan. ================= Aluminum is a compound located in class IIIA in the periodic table with Al placemats and atomic number 13. Aluminum has several properties of physical characters among others have a specific gravity of about 2.65-2.8kg / dm3. Zinc is a bluish-white, shimmering, and diamagnetic metal. Zinc has a melting point of 420 ° C and a boiling point of 900 ° C. Indium is a silvery-white metal. Indium density is higher than Galium, but lower than Thalum. Indonesia is a maritime country which consists of many islands and is surrounded by vast oceans. Aluminum Zinc and Indium can be combined into 1 metal material that can be used as a sacrificial anode that can be applied to the ship to inhibit the occurrence of corrosion on the hull of the ship. The making of sacrificial anodes with Zinc and Indium Aluminum materials is done by melting the metal at tempertaur> 700 ° C. The foundry method in this study was done with furnace and heated to> 700 °. After melting the test is done which includes composition test, XRD test, microstructure test, hardness test and tafel test. From the composition test, the actual composition is different from the design composition. After testing the composition, the XRD test was performed and the results obtained were the phases formed on Al-Zn-In alloy castings were α-Al. After XRD testing, microstructure testing was done and the results obtained were α-Al phases represented by brightly colored images. After XRD test, the hardness test and the result obtained with the increase of Zn composition, it will increase the hardness of the material, this happens because Zn and In are dissolved in phase Al. Finally, tafel testing is done, from the results of this test is obtained as the Zn composition increases, the greater the corrosion rate that occurs. From the results of all the tests, it can be concluded that the more Zn content in Al-Zn-In alloy, the less Al phase will be formed and the more Zn content present in the alloy, the corrosion rate will increase, this is because the Zn dissolved causes voltage.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSMt 673.722 2 Fay p
Uncontrolled Keywords: Casting; Aluminum; Zinc; sacrificial anode; corrosion; Pengecoran; Aluminium; Zinc; Anoda tumbal; Korosi
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.74 Corrosion and anti-corrosives
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy > TN687 Electric furnaces.
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy > TN690 Metallography. Physical metallurgy
T Technology > TS Manufactures > TS253 Die-Casting
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Material & Metallurgical Engineering > 28201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Choirul Zakie Fayakun
Date Deposited: 07 Feb 2019 04:20
Last Modified: 07 Feb 2019 04:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/53333

Actions (login required)

View Item View Item