Desain Pondasi Senjata pada Kapal Perang Angkatan Laut Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga

Widodo, Hari Prasetyo (2018) Desain Pondasi Senjata pada Kapal Perang Angkatan Laut Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
4112100105-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Perkembangan teknologi pemasangan senjata di kapal sudah semakin canggih dengan kekuatan ledakan yang luar biasa, sehingga perlu dipastikan kembali bahwa pondasi senjata pada kapal perang dapat menahan beban yang dihasilkan oleh ledakan tersebut. Pengumpulan data-data seperti data kapal, data pondasi senjata, data material, dan data senjata digunakan untuk menghitung kekuatan dari senjata tersebut untuk menghitung kekuatan dari pondasi senjata. Data kapal yang digunakan adalah BRP Tarlac dengan panjang kapal 123 m, lebar 21.8 m, dan sarat 5 m. Senjata yang digunakan pada kapal tersebut OTO-Melara 76 mm. Material yang digunakan sesuai dengan aturan rules Lloyd’s Register yang menyatakan bahwa bagian kapal yang berada diatas air harus dibuat dari material tahan ledakan atau nomenklatur external blast (EB1) dengan menggunakan material Grade D Steel. Penelitian dilanjutkan dengan menghitung pembebanan yang bekerja pada pondasi. Berat pondasi didapat dari perhitungan penjumlahan volume pelat pada lima sisi pondasi senjata. Berat senjata beserta amunisinya dengan maksimum amunisi didapat dari penjumlahan berat senjata yang telah diketahui dari internet dan berat amunisi yang dikalikan dengan maksimum amunisi yang diangkut. Penelitian dilanjutkan dengan menghitung gaya hentak mundur yang dihasilkan senjata dengan menggunakan rumus perhitungan energi. Berdasarkan rules Lloyd’s Register terdapat tekanan yang dihasilkan pada saat senjata tersebut ditembakan. Dilanjutkan dengan melakukan pemodelan dari data yang telah didapat. Penelitian dilanjutkan dengan melakukan analisis pada model dan didapat von mises stress atau tegangan maksimum. Perbandingan dari von mises stress dan maksimum tegangan ijin dilakukan untuk mengetahui terjadinya deformasi plastis pada struktur. Perhitungan endurance limit dilakukan dengan melakukan perbandingan tegangan maksimum dan σmax untuk mengetahui apakah struktur mencapai titik lelah struktur. Faktor keamanan dilakukan dengan perbandingan tegangan ultimate dan tegangan maksimum untuk mengetahui apakah struktur memiliki faktor keamanan. Kesimpulan pada penelitian ini didapat bahwa semakin kecil atau tipis nya pelat maupun profil pada struktur pondasi senjata mengalami kenaikan yang tidak konstan sebesar 11-30% tegangan maksimumnya. ================ In this era where technology makes advance weapons for ships and with incredible explosion. And because of that a gun foundation that can hold load of the gun is needed to be certainly strong. A few information is needed to calculate strenght of the gun foundation such as ships data, gun foundation data, material and weapon data. The information about ship that will be calculated is BRP Tarlac with her lenght is 123 m, her breadth 21.8 m and her draft 5 m. For the weapon that been used in that ships is unknown, but the description abut it’s diameter is 76 mm and assumed that it’s OTO-Melara 76 mn. And for it’s material is also unknown, but regulations fron Lloyd’s Register is that ships part that located above water must be explosion ressistance or external blast nomenclature (EB1) that used Grade D material and assumed this ship use that material. After all of the information that needed is obtained, then calculate gun foundation weight force. The foundation weight is obtained from total plate volume that is total from five side volume on gun foundation. Gun weight and it’s amunition with it’s maximum amunition is obtained from gun weight that has been known from internet and amunition weight multiplied by maximum amunition. The analysis is continued by calculating recoil force with simple energy calculating formula. Based on Lloyd’s Register regulation there’s stress that generated when the gun is being fired. Then modelling is done by all of the data that has been obtained. After that the model structure is generating von mises stress and maximum stress by running model with ansys. Comparison between von mises stress and maximum stress is done to find out if there’s plastic deformation on structure. Endurance limit calculation is done by comparing between maximum stress and σmax to find out if the structure reaching it’s fatigue point. Safety factor is done by comparing between ultimate stress and maximum stress to find out if the structure have tha safety factor. Conclusion for this analysis is that if the plate or profile is smaller and thinner there’s non constant increase in maximum stress between 11-30%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Analisis Elemen Hingga, Pondasi Senjata, Analisis Tegangan, Gaya hentak mundur senjata, Tekanan akibat tembakan senjata., Finite Element Analysis, Gun Foundation, Stress Analysis, Recoil Force, Gun Blast Pressure.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA347 Finite Element Method
U Military Science > U Military Science (General) > UG Military Engineering
V Naval Science > V Naval Science (General)
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: widodo Hari prasetyo
Date Deposited: 14 Jan 2019 03:29
Last Modified: 14 Jan 2019 03:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/53395

Actions (login required)

View Item View Item