Dekonsentrasi Kromium Pada Limbah Cair Menggunakan Konsorsium Bakteri dan Mikroalga Dengan Sistem High Rate Algal Reactor

Berlianto, Malik (2018) Dekonsentrasi Kromium Pada Limbah Cair Menggunakan Konsorsium Bakteri dan Mikroalga Dengan Sistem High Rate Algal Reactor. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03211440000065-Undergraduate_Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pencemaran yang disebabkan oleh logam berat dewasa ini merupakan masalah lingkungan yang sangat serius. Salah satu pencemaran logam berat pada badan air berasal dari kromium yang merupakan hasil utama dari beberapa industri. Kromium merupakan salah satu pencemar lingkungan yang sulit disisihkan dari perairan karena sifatnya yang terlarut dan tidak stabil. Proses biologis digunakan sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Dengan menggunakan konsorsium bakteri dan mikroalga pada sistem High Rate Algal Reactor (HRAR), diharapkan terjadi penurunan kadar kromium dengan proses biosorpsi dan simbiosis mutualisme oleh kedua mikroorganisme tersebut. Pada penelitian ini akan digunakan konsorsium antara bakteri Azotobacter S8 dan mikroalga Chlorella vulgaris yang diketahui mampu melakukan penyisihan terhadap logam berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi kromium minimum yang menghambat dan toleran terhadap Azotobacter S8 dan Chlorella vulgaris, persentase penyisihan kromium oleh konsorsium, serta komposisi terbaik antar kedua mikroorganisme tersebut dalam menyisihkan pencemar. Variabel yang digunakan dalam %:% adalah variasi komposisi mikroorganisme (50:50, 75:25, dan 25:75) dan variasi komposisi konsorsium terhadap media pencemar dalam reaktor uji (5:95 dan 10:90). Konsentrasi logam kromium yang digunakan sebanyak satu konsentrasi yang disesuaikan dengan hasil uji Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Range Finding Test (RFT). Konsentrasi logam kromium yang digunakan pada uji MIC dan RFT (dalam mg/L) adalah 0, 17, 42, 85, 169, dan 339. Parameter yang diukur adalah pH, suhu, salinitas, konsentrasi total kromium, jumlah sel mikroalga dan jumlah koloni bakteri. Hasil uji MIC dan uji RFT menunjukkan pertumbuhan kedua mikroorganisme terhambat pada konsentrasi kromium 42 mg/L dan toleran pada 17 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan terbaik penyisihan kromium terjadi pada reaktor dengan variasi komposisi bakteri : mikroalga sebesar 50% : 50% dan inokulum awal : media tercemar sebesar 5% : 95% yang mampu menyisihkan kromium sebesar 18,68%. Berdasarkan hasil uji statistik, kedua variabel tidak memberikan pengaruh terhadap hasil penurunan logam kromium yang ditunjukkan dengan nilai P-value > 0,05. Nilai kalor bakar yang dihasilkan dari biomassa penyisihan terbaik sebesar 4.435,10 kkal/kg sehingga dapat dijadikan sebagai prekursor awal ketersediaan bahan bakar alternatif. ============== Heavy metal pollution has recently gained serious attention by means of environmental issue. One of the heavy metal pollution cases in natural water environment is chromium, which is released by several industries. Chromium is one of the most difficult environmental pollutants to be removed due to its dissolved and unstable properties. Bioremediation using a consortium of bacteria and microalgae in the High Rate Algal Reactor (HRAR) system can be expected to decrease chromium concentration. The treatment includes biosorption process and mutualism symbiosis of both microorganisms.In this study a consortium between Azotobacter S8 bacteria and Chlorella vulgaris microalgae were used to perform to remove the heavy metal. This study use a consortium between Azotobacter S8 bacteria and Chlorella vulgaris microalgae which are known able to perform allowance for heavy metals. The purpose of this study was to determine minimum chromium concentration tolerant to Azotobacter S8 and Chlorella vulgaris, chromium removal percentage by consortium, as well as the best composition between the two microorganisms in removing pollutants. Evaluation was done based on percentage ratio of Azotobacter S8 and Chlorella vulgaris composition (50:50, 75:25, and 25:75) and ratio of consortium to the pollutant media tested (5:95 and 10:90). The concentration of chromium metal was adjusted according to the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Range Finding Test (RFT) test results. The chromium metal concentrations used in the MIC and RFT tests (in mg / L) were 0, 17, 42, 85, 169, and 339. pH, temperature, total chromium concentration, microalgae cell count and bacterial colonies were monitored during the experiments. The results showed that the highest chromium removal was 18.68% that occurred in reactors of 50:50 ratio (bacterial composition:microalgae) and 5:95 (consortium : pollutant media) with 17 mg/L of chromium initial concentration. Both of variables did not give significant effect to the result of chromium removal (P-value > 0,05). Burning calorific value resulting from the best deconcentration process biomass of 4,435.10 kcal / kg. This value can serve as the initial precursor of the availability of alternative fuels.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Azotobacter S8, Chlorella vulgaris, High Rate Algal Reactor, Konsorsium, Kromium, Chromium, Consortium
Subjects: Q Science > QK Botany > QK568 Microalgae
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD192.5 Bioremediation
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD195.B56 Biomass energy
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Malik Berlianto
Date Deposited: 14 Jan 2019 03:12
Last Modified: 14 Jan 2019 03:12
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/53454

Actions (login required)

View Item View Item