Kajian dan Perancangan Gas Pipeline untuk Laut Dalam dengan Metode S-Lay Ditinjau dari Kondisi Operasi dan Instalasi

Seahan, Rainier Joy (2018) Kajian dan Perancangan Gas Pipeline untuk Laut Dalam dengan Metode S-Lay Ditinjau dari Kondisi Operasi dan Instalasi. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04311440000055-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Pipa bawah laut (pipeline) adalah salah satu metode alternatif yang digunakan untuk memindahkan minyak atau gas mentah ke daratan. Digunakannya pipeline untuk memindahkan minyak dan gas akan mengurangi biaya produksi minyak dan gas. Ada beberapa code yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perhitungan tebal dinding pipa. Dalam penelitian ini, code yang digunakan adalah API RP 1111. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam API RP 1111 adalah Bursting akibat Internal Pressure, Collapse akibat External Pressure, Buckling akibat Combined Load, dan Propagating Buckles. Dari perhitungan tersebut akan dipilih tebal pipa maksimum dari tabel Nominal Pipe Size (NPS). Instalasi dilakukan dengan metode S-Lay. S-Lay adalah salah satu cara yang paling umum dalam instalasi pipa bawah laut. Pada metode S-Lay, terdapat dua bagian kritis yang menghasilkan tegangan terbesar di sepanjang pipa, yaitu overbend dan sagbend. Analisis yang dilakukan adalah analisis dinamis sehingga pergerakan dari vessel ikut diperhitungkan. Berdasarkan DNV OS F101, untuk mencegah kegagalan dalam proses instalasi pipa bawah laut, tegangan total pada dua bagian ini tidak boleh lebih dari 87% dari tegangan ijin dari pipa. Analisis ini dilakukan untuk menghitung tegangan total yang terjadi pada overbend dan sagbend agar tidak terjadi kegagalan. Pipeline yang akan dianalisis berdiameter 14 inci di kedalaman 1426 m. =========================================================== Pipeline is one of the alternative methods that are used to transport oil and gas to onshore. Using pipeline to transport oil and gas will reduce the production cost of oil and gas. There are some codes that can be used as a reference in calculating pipe wall thickness. In this research, code that is used as a reference is API RP 1111. Some criteria that must be fulfilled in API RP 1111 are Bursting due to Internal Pressure, Collapse due to External Pressure, Buckling due to Combined Load, and Propagating Buckles. From the criteria, wall thicknesses that is calculated from the calculation will be chosen from the Nominal Pipe Size (NPS) Table. Installation is done by S-Lay method. S-Lay is one of the most common methods in offshore pipeline installation. In this method, there are two critical parts that produce the highest stress along the pipe (overbend and sagbend). Analysis that is done is dynamic analysis, so the movement of the vessel is considered. According to DNV OS F101, to prevent failure in this offshore pipeline installation, total stress in these parts must not exceed 87% from the yield stress of the pipe. This analysis is used to calculate the total stress in overbend and sagbend so that the pipeline will not fail. The diameter of the pipeline is 14 inch in 1426 m water depth.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pipeline, Wall thickness, S-Lay, Overbend, Sagbend
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC1665 Offshore structures--Materials.
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC1680 Offshore structures
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rainier Joy Seahan
Date Deposited: 22 Jan 2019 02:49
Last Modified: 22 Jan 2019 02:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/53763

Actions (login required)

View Item View Item