Analisis Pengaruh Kedalaman dan Ukuran Diskontinuitas Pada Material Casting Menggunakan Metode Ultrasonic Test (Straight Beam)

Kostaman, David Andreas (2018) Analisis Pengaruh Kedalaman dan Ukuran Diskontinuitas Pada Material Casting Menggunakan Metode Ultrasonic Test (Straight Beam). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
4114100081-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 1 July 2020.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Pada era industri seperti sekarang ini, material casting khususnya cast iron sangat mudah ditemui aplikasinya pada industri air serta maritim. Pada bidang perkapalan, material cast iron sering digunakan untuk pipa-pipa pembuangan sewage, ballast, dan bearing pada kapal. Untuk menjaga performa dan pemeliharaan perlengkapan di atas, proses Non-Destructive Test sering dipakai untuk mencari adanya diskontinuitas yang bisa menyebabkan kegagalan material akibat adanya beban berulang dari proses service yang dilakukan terus menerus. Salah satu metode NDT yang cost-effective dan sering dipakai ketika melakukan inspeksi rutin adalah Ultrasonic Testing. Pengujian UT pada material cast iron memiliki kesulitan tersendiri yang disebabkan oleh struktur internal material tersebut yang memiliki butiran besar sehingga dibutuhkan sebuah riset tentang metode pengujian UT pada material cast iron pada kapal. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa pengaruh kedalaman dan ukuran diskontinuitas pada material casting menggunakan UT straight beam probe. Dalam pelaksanaannya, akan ada proses manufaktur blok kalibrasi berbentuk silinder yang terbuat dari cast iron dan terbagi menjadi dua set spesimen uji dengan lubang flat-bottom dibor tegak lurus pada permukaan yang berlawanan dari permukaan uji sebagai sarana dari diskontinuitas buatan. Set pertama terdiri dari tiga blok yang memiliki diameter lubang yang berbeda-beda yaitu 3.2, 3.6, dan 4.0 mm tetapi memiliki metal path yang sama (75.0 mm). Sebaliknya, set kedua terdiri dari 7 blok dengan diameter lubang yang sama (1.5 mm) tetapi mempunyai kedalaman metal path yang bervariasi yaitu 9.525, 12.7, 15.875, 19.05, 22.225, 25.4, dan 31.75 mm dari permukaan scanning. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa kedalaman dan ukuran diameter diskontinuitas mempengaruhi sensitivitas indikasi perangkat UT. Semakin besar diameter lubang, maka semakin tinggi pulsar diskontinuitasnya, sebaliknya semakin dalam metal path blok yang diuji, semakin rendah pulsar diskontinuitasnya. Selain itu, kurva DAC hasil pengujian bisa dijadikan standar sensitivitas pengujian cast iron. Jika pulsar indikasi pada pengujian UT cast iron lain lebih tinggi dibandingkan DAC yang telah dibuat, maka ukuran diskontinuitasnya melebihi diameter lubang kurva DAC yaitu sebesar 1.5 mm. Yang terakhir, hasil pengujian set Area Amplitude Block bisa dijadikan referensi ukuran diskontinuitas berdasarkan perbandingan besar gain yang dibutuhkan agar pulsar indikasi mencapai 80% FSH. Kata kunci: Ultrasonic Test, Cast Iron, Diskontinuitas, Kurva DAC, Blok Kalibrasi ========================================================= Casting material such as cast iron is a common material in water and maritime industry. In shipbuilding and repair process, cast iron is often used for sewage, ballast piping, and propeller bearing. To keep and maintain the equipment performance, Non-Destructive Test is conducted to seek discontinuites as a result of continuous service load which can cause material failure. Since cast iron internal structure is more difficult to ultrasonically inspected due to its coarse grain structure, this final project is carried out. This final project will analyse the influence of the depth and size of discontinuities in casting material using UT straight beam probe. Two sets of calibration block were manufactured in accordance with ASTM E127 or E428 to standardize the flaw indication which are Area Amplitude Block and Distance Amplitude Block. The Area Amplitude Block set consist of block with different hole diameter which are (3.2, 3.4, and 3.6 mm) but have same metal path which is 75 mm. On the other hand, the second set consists of blocks with the same holes’ diameter (1.5 mm) but have different length of metal path which are 9.525, 12.7, 15.875, 19.05, 22.225, 25.4, and 31.75 mm. The result of the examination shows that the depth and size of the indication affect the sensitivity. The greater the hole diameter, the higher the flaw pulse will be obtained whereas the greater the metal path, the flaw pulse will be lower. Moreover, Distance Amplitude Block can be used to generate DAC curve as a standard reference for cast material testing. Any indication which is higher than the DAC curve indicates that the size of the flaw is greater than 1.5 mm. Area Amplitude Block can give the discontinuity size reference by comparing the gain needed to obtain 80% FSH. Keywords: Ultrasonic Test, Cast Iron, Discontinuity, DAC Curve, Calibration Blocks

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ultrasonic Test, Cast Iron, Diskontinuitas, Kurva DAC, Blok Kalibrasi, Ultrasonic Test, Cast Iron, Discontinuity, DAC Curve, Calibration Blocks
Subjects: V Naval Science > VC Naval Maintenance
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: David Andreas Kostaman
Date Deposited: 14 Feb 2019 05:17
Last Modified: 14 Feb 2019 05:17
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/53790

Actions (login required)

View Item View Item