Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian dengan Metode Aerob dan Anaerob

Syaifuddin, Muhammad Fiqi and Destantyo, Belly Hizkia (2018) Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Pertanian dengan Metode Aerob dan Anaerob. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02211440000038_02211440000056-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only until 1 July 2020.

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Saat ini pupuk organik sangat penting untuk pertanian karena sifatnya yang ramah lingkungan dibandingkan pupuk anorganik. Meski demikian, teknologi untuk membuat pupuk organik belum terlalu dikenal oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah jagung menjadi pupuk organik untuk pertumbuhan tanaman. Proses composting dapat dipercepat dengan penambahan organisme pengurai yaitu effective microorganism (EM4), Enterobacter dan Azotobacter. Variabel yang digunakan yaitu komposisi mikroorganisme berdasarkan jumlah sel EM4: bakteri yaitu 1:1 ; 1:3 ; 3:1, EM4 100%, bakteri 100% dan berdasarkan limbah : campuran bakteri 9:1 dan 8:2. Proses pengomposan ini dilakukan dengan menggunakan metode aerob dan anaerob. Untuk metode aerob, digunakan bakteri Azotobacter Chrococcum dan proses pengomposan dibuat pada sebuah wadah kayu. Sedangkan untuk metode anaerob digunakan bakteri Enterobacter Aerogenes dan proses pengomposan dibuat dengan dibungkus plastic dan dimasukan dalam tong. Parameter yang dianalisa adalah kandungan carbon (C), nitrogen (N), phosphor (P), dan kalium (K). Analisa parameter tersebut dilakukan sebelum dan sesudah proses pengomposan. Kompos yang telah dibuat akan diaplikasikan untuk pertumbuhan tanamaniv jagung sebagai pupuk. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil kompos terbaik pada metode aerob adalah pada variabel limbah : campuran bakteri (8:2), dengan campuran bakteri 100% EM4 dengan kadar C, N, P dan K masing – masing sebesar 18,79%; 1,17%; 1,72%; 1,74%. Sedangkan untuk metode anaerob adalah pada variabel limbah : campuran bakteri (8:2), dengan campuran bakteri EM4 : Enterobacter (1:3) dengan kadar C, N, P dan K masing – masing sebesar 22,35%; 1,31 %; 1,84%; 1,87%. Sedangkan untuk pertumbuhan tanaman uji jagung, hasil kompos yang terbaik pada metode aerob adalah pada variabel limbah : campuran bakteri (9:1), dengan campuran bakteri EM4 : Azotobacter (3:1) dengan berat buah jagung sebesar 420 gram, diameter buah jagung sebesar 6,88 cm, panjang tongkol buah jagung sebesar 16,8 cm dan pertumbuhan rata – rata tinggi tanaman jagung sebesar 7,75 cm. Sedangkan untuk metode anaerob adalah pada variabel limbah : campuran bakteri (9:1), dengan campuran bakteri 100% Enterobacter dengan berat buah jagung sebesar 440 gram, diameter buah jagung sebesar 6,37 cm, panjang tongkol buah jagung sebesar 21 cm dan pertumbuhan rata – rata tinggi tanaman jagung sebesar 8,75 cm.=========Nowadays the organic compost is very important for farmers because of its environmentally friendly character. However, the production technology of organic compost is not well known yet for the farmers. This study aimed to utilize corn byproduct compost as fertilizer for plants growth. Composting process was accelerated by addition of composting organism called as effective microorganism (EM4), Enterobacter and Azotobacter. Their composition according to amount of cells were EM4 : microba are 1:1 ; 1:3 ; 3:1, EM4 100%, microba 100% and according to amount of waste : microorganism 9:1 and 8:2. The process should be carried out under controlled aerobic and anaerobic conditions. For aerobic condition, using Azotobacter Chrococcum and composting process was conducted in wooden tub. For anaerobic condition, using Enterobacter Aerogenes and composting process was conducted in plastic. The observed parameters were carbon (C), nitrogen (N), phosphor (P), and potassium (K) content. The parameters was measured before and after composting process. The resulted compost were applied to the growing corns as fertilizer. From the result of this experiment showed that the best compost for aerobic method is on agriculture byproduct : microba mixture (8:2) variable, with microba mixturevi are 100% EM4, which the contain of C, N, P, K are 18,79%; 1,17%; 1,72%; 1,74%. For anaerobic method the best compost is on agriculture byproduct : microba mixture (8:2) variable, with microba mixture are EM4 : Enterobacter (1:3), which the contain of C, N, P, K are 22,35%; 1,31 %; 1,84%; 1,87%. For the growth of maize, the best compost for aerobic method is on agriculture byproduct : microba mixture (9:1) variable, with microba mixture are EM4 : Azotobacter (3:1), with the mass of corn is 420 grams, diameter of corn is 6,88 cm, length of the corn is 16,8 cm and growth of corn is 7,75 cm. For anaerobic method, the best compost is on agriculture byproduct : microba mixture (9:1) variable, with microba mixture are 100% Enterobacter, with the mass of corn is 440 grams, diameter of corn is 6,37 cm, length of corn is 21 cm and growth of corn is 8,75 cm.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSK 631.875 Sya p
Uncontrolled Keywords: Azotobacter Chrococcum, Enterobacter Aerogenes, pupuk organik, EM4, limbah pertanian, kompos, Azotobacter Chrococcum, Enterobacter Aerogenes, Organic Fertilizer, EM4, Agriculture Byproduct, compost
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > S Agriculture (General) > S633.5 Fertilizers
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD756.45 Anaerobic treatment
T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP248.3 Biochemical engineering. Bioprocess engineering
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Muhammad Fiqi Syaifuddin
Date Deposited: 15 Feb 2019 04:18
Last Modified: 15 Feb 2019 04:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/53835

Actions (login required)

View Item View Item