Perencanaan Pondasi Silo dan Timbunan serta Perkuatannya pada LNG Regasification Plant di PLTGU Kalsel Peaker 200 MW, Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Putri, Belia Widyasari (2018) Perencanaan Pondasi Silo dan Timbunan serta Perkuatannya pada LNG Regasification Plant di PLTGU Kalsel Peaker 200 MW, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03111440000048-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Pada tahun 2016, kebutuhan listrik di Indonesia mencapai 217 TWh. Prakiraan kebutuhan listrik pada tahun 2025 mencapai 457 TWh dengan rasio kebutuhan listrik wilayah Kalimantan sebesar 10,0 % (PT PLN, 2016). Kenaikan kebutuhan listrik sebesar 8,6% ini, menyebabkan pemerintah membuat kebijakan berupa membangun PLTGU Kalsel Peaker 200 MW, di kawasan sungai Barito, Kab. Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi yang bersebelahan dengan sungai rencananya akan di buat peninggian elevasi tanah +5,00 mLWS akibat tingginya pasang surut air yang terjadi. Perencanaan tersebut dilaksanakan di lokasi yang dominan lempung lunak (NSPT<10) yang memiliki karakteristik mampat yang besar dan daya dukung rendah sehingga harus dilakukan perbaikan tanah. Perbaikan tanah dasar yang direncanakan, meggunakan sistem preloading yang dikombinasi Pre-fabricated Vertical Drain (PVD) dengan variasi kedalaman 1/3D, 2/3D dan setebal lapisan compressible. PVD ini direncanakan pada kedalaman yang bervariasi untuk dapat menghasilkan biaya konstruksi yang optimal. LNG Regasification Plant yang berfungsi sebagai terminal penerima LNG pada proyek ini memiliki fasilitas berupa LNG Storage Tank, sehingga diperlukan perencanaan pondasi tangki penyimpanan (silo) LNG. Untuk mempercepat pemampatan setempat serta menaikkan daya dukung tanah akibat beban besar dari LNG Storage Tank, diperlukan perencanaan metode Water Tank Preloading. Di sisi lain, lokasi LNG Regasification Plant yang berbatasan langsung dengan sungai juga membutuhkan perkuatan dinding penahan yang efektif untuk mencegah kelongsoran. Perencanaan alternatif dinding berupa secant pile dan soldier pile. Semua alternatif dipilih berdasarkan biaya material yang paling ekonomis. Dari hasil perencanaan, diketahui bahwa perencanaan yang paling ekonomis adalah perencanaan timbunan dengan PVD yang dipasang 2/3D pada lapisan tanah lunak sampai kedalaman 23m, dengan biaya Rp 25,804,480,500.00, pondasi dalam pada LNG Storage Tank Diameter 60cm panjang 41m dengan biaya Rp 13,469,412,000.00, dan dinding penahan tanah berupa anchored secant pile panjang 45m dengan biaya Rp2,514,316,273.00. Total biaya material yang paling ekonomis untuk semua pilihan alternatif adalah Rp 41,788,208,773.00. ============= In 2016, electricity demand in Indonesia reaches 217 TWh. The estimated electricity demand in 2025 reaches 457 TWh with Kalimantan's electricity demand ratio of 10.0% (PT PLN, 2016). The increase in electricity demand by 8.6%, causing the government to make a policy in the form of build PLTGU Kalsel Peaker 200 MW, in the area of Barito River, Kab. Barito Kuala, South Kalimantan Province. The location adjacent to the river is planned to make elevation of ground +5.00 mLWS due to the high tidal water that occurs. The planning is carried out at the dominant location of soft clay (NSPT <10) which has a large compressible characteristic and low bearing capacity so that soil improvement method must be performed. Soil improvement method, using a preloading system combined with Pre-fabricated Vertical Drain (PVD) with 1/3D, 2/3D depth and as thick as the compressible soil layer. The PVD is designed at varying depths to produce optimal construction costs. The LNG Regasification Plant which functions as LNG receiving terminal in this project has LNG Storage Tank facility, so that LNG storage tank foundation design is required. To advance local settlement and improve the bearing capacity of the soil due to the large load of LNG Storage Tank, it is necessary to plan the Water Tank Preloading method. On the other hand, the location of the LNG Regasification Plant which is directly adjacent to the river also requires the reinforcement of an effective retaining wall to prevent sliding. Ssecant pile and soldier pile are the alternative retaining wall designed. All alternatives are selected based on the most economical material cost. From the result of design, it is known that the most economical design is the design of embankment with PVD installed 2/3D on soft soil layers up to a depth of 23m, at a cost of Rp 25,804,480,500.00, the foundation in LNG Storage Tank Diameter 60cm length 41m with cost Rp 13,469,412,000.00,and anchored secant pile with a length of 45m with a cost of Rp2,514,316,273.00. The most economical material cost for all alternative options is Rp 41,788,208,773.00.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Preloading, Water Tank Preloading, PVD, Pondasi Tangki, Secant Pile, Soldier Pile, Preloading, Water Tank Preloading, PVD, Tank Foundation, Secant Pile
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455.S6 Soil (Materials of engineering and construction)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA775 Foundations.
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Belia Widyasari Putri
Date Deposited: 27 Jul 2018 07:28
Last Modified: 27 Jul 2018 07:28
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/54371

Actions (login required)

View Item View Item