Analisis Pola Sebaran Sedimen Terhadap Pendangkalan Dermaga Menggunakan Pemodelan Hidrodinamika 3 Dimensi

Froditus, Nicolody Ofirla Eflal (2018) Analisis Pola Sebaran Sedimen Terhadap Pendangkalan Dermaga Menggunakan Pemodelan Hidrodinamika 3 Dimensi. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
03311440000030_Undergraduate-Theses.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan di dunia, dengan jumlah pulau 16.056. Sehingga aktivitas pelayaran sangat diperlukan untuk menghubungkan antar pulau-pulau di Indonesia. Dermaga menjadi salah satu objek penting dalam aktivitas pelayaran tersebut, karena dermaga merupakan bangunan pelabuhan untuk merapat dan menambatkan kapal. Lokasi penelitian ini berada di Perairan Cilacap Dengan kondisi geografis berada di tepi laut dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Dermaga Wijayapura dan Sodong merupakan dermaga penting yang menghubungkan Kabupaten Cilacap dengan Pulau Nusakambangan. Lokasi kedua dermaga tersebut berada di Selat Cilacap. Penelitian ini menggunakan pemodelan 3D untuk memonitoring aktivitas hidrodinamika, yang mana hidrodinamika tersebut terjadi dan mempengaruhi dermaga. Hasil dari simulasi model adalah pola arus. Berdasarkan pola arus, terbentuklah model distribusi sedimen untuk mengetahui aktivitas akresi dan erosi di area tersebut. Model 3 dimensi dibentuk berdasarkan sumber pembangkit arus pasang surut dan debit sungai dari sungai Donan dan Yasa. Kecepatan arus pada are studi berkisar antara 0 – 0,8 m/s, dengan kecepatan terbesar terjadi pada periode spring tide. Sedangkan, arah arus mengikuti periode pasang surut dan mengarah keluar pada masing-masing hilir. Hasil lain dari pola arus ini adalah adanya variasi pasang surut dengan Mean Absolute Error (MAE) 0,024 meter dan koefisien korelasi (R) sebesar ± 0,988 dengan data pasang surut observasi. Sedangkan pola sebaran sedimen yang terbentuk direpresentasikan oleh aktivitas erosi/sedimentasi, dimana aktivitas erosi/sedimentasi terbesar terjadi di Selat Cilacap yang dekat dengan sumber pembangkit arus. Total erosi/sedimentasi memiliki ketebalan sedimen berkisar 0 - 0,01 meter. Kondisi pola arus yang terjadi di Perairan Cilacap mengakibatkan terjadinya pendangkalan di dermaga Sodong. Dari beberapa titik sampel yang telah ditentukan secara acak, diketahui total sedimentasi sebesar 165,571 mm/bulan. Sehingga kegiatan monitoring dan pengerukan sedimen secara berkala sangat diperlukan. ===================================================================================================== Indonesia is one of the largest archipelagic country in the world with more than 16,056 islands. The accessibility amoung the islands is a critical part activities to connect them. Jetty plays important rules as it used for docking and mooring. This research area is located in Cilacap waters. This area has a unique geographical condition as it adjencent with Indian Ocean. Jetties at Wijayapura and Sodong are the access between Nusakambangan and Cilacap. Two port this located at Cilacap. Strait. This research used a 3D modelling to monitor activity hydrodynamics, which is the hidrodinamics occur important to the jetties. The simulation results flow patterns. Based on the flow patterns, a sediment distribution was modelled to understand the accretion and erosion in this area. This 3D model was generated by tidal observations and river discharge from Donan and Yasa Rivers. The current magnitude in the area research ranges between 0 – 0.8 m/s with the maximum speed occur at spring tide period. While, the flow direction follows a waning and waxing of tidal and leads out on each downstream. Whereas the vertical sea surface variation based on the model have a Mean Absolute Error (MAE) is 0.024 meters and correlation coefficient (R)is ± 0.998 with the tide observation. The pattern of sediment distribution can be identified by the presence of sediment erosion and deposition. The maximum activities of the sediment transport occur in Cilacap Strait and Donan River. The cumulative of sediment thickness rangfes between 0 – 0.01 m. The conditions of current patterns of Cilacap waters affect shoaling process at Sodong Jetty. Based on the samples point, the cumulative sedimentation is 165.571 mm/month. Thus, the sediment monitoring and dredging activities is needed periodically.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 551.303 Fro a-1 3100018077499
Uncontrolled Keywords: Kecepatan Arus, Dermaga, Perairan Cilacap, Distribusi Sedimen, Hidrodinamika, Hydrodynamics, Jetty, Sediment Distribution, Current Magnitude, Waters of Cilacap
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GC Oceanography
Q Science > QE Geology > QE571 Sedimentation and deposition. Sediment transport. Erosion.
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC357 Harbor Engineering. Piers, quays, and wharves
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC424 Water levels
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Nicolody Ofirla Eflal Froditus
Date Deposited: 30 Nov 2020 03:20
Last Modified: 30 Nov 2020 03:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/55867

Actions (login required)

View Item View Item