Arsitektur Katalis: Geopark Lumpur Sidoarjo 2037

Permata, Widya Wahyuning (2018) Arsitektur Katalis: Geopark Lumpur Sidoarjo 2037. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

This is the latest version of this item.

[img]
Preview
Text
08111440000044_Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Fenomena semburan lumpur Sidoarjo adalah peristiwa meletusnya gunungan lumpur di Kecamatan Porong, Sidoarjo di Jawa Timur, Indonesia yang menyebabkan kawasan tersebut mengalami berbagai dampak negatif sehingga menjadi area yang ditinggalkan oleh masyarakat. Berdasarkan penelitian, terdapat asumsi bahwa pada tahun 2037 semburan lumpur akan berhenti. Apakah kawasan tersebut akan tetap menjadi wilayah mati? Bagaimana arsitektur dapat memperbaiki kualitas dan vitalitas ruang? Geopark sebagai objek rancang yang berada di kawasan lindung geologi menjadi sebuah respon arsitektur untuk menghidupkan area yang telah mati dimana saat ini merupakan kawasan yang tidak dapat dihuni sekaligus mewakili kenangan akan budaya sebelumnya tanpa membuat manusia berlarut dalam kesedihan akan tetapi memori yang akan membuat bangkit dari kekelaman. Metode yang digunakan adalah dengan metode analisa konteks dan menentukan faktor dalam mempengaruhi besar-kecilnya katalis. Objek rancang mengeksplorasi pengalaman spasial untuk menciptakan persepsi baru terhadap kawasan terdampak lumpur yang bertujuan menjadi katalisator kawasan, serta menyampaikan makna yang dimiliki wilayah terdampak kepada masyarakat. ==================================================================================================== Sidoarjo mudflow phenomenon is the event of erupting mud volcano in the subdistrict of Porong, Sidoarjo in East Java, Indonesia. This causes the area to experience various negative impacts to become an area left by the society. Based on the research, there is assumption that by 2037 the mudflow will stop. Will the area remain a dead area? How can architecture improve the quality and vitality of space? Geopark as a design object located in a geological protected area becomes an architectural response to revive dead areas where today is an uninhabitable area as well as representing memories of previous culture without making humans protracted in grief but memory that will make rise from the shadows. The method used is with the method of context analysis and determine the factors in influencing the size of the catalyst. The design object explores spatial experiences to create new perceptions of affected areas by mud which aims to be regional catalysts, and convey the meaning that the affected areas have to the society

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSA 711.4 Per a-1 3100018077751
Uncontrolled Keywords: Sidoarjo Mud, Geopark, Catalyst
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA6600 Education buildings
N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Widya Wahyuning Permata
Date Deposited: 17 Nov 2020 04:16
Last Modified: 27 Nov 2020 05:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/57170

Available Versions of this Item

  • Arsitektur Katalis: Geopark Lumpur Sidoarjo 2037. (deposited 17 Nov 2020 04:16) [Currently Displayed]

Actions (login required)

View Item View Item