Evaluasi Manajemen Pemeliharaan Excavator PC 300 - 8MO Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (Studi Kasus : PT United Tractors Semen Gresik)

Herbiansjah, Didit (2018) Evaluasi Manajemen Pemeliharaan Excavator PC 300 - 8MO Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (Studi Kasus : PT United Tractors Semen Gresik). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02411440000119 - Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Performa dari suatu alat berat sangat berpengaruh pada kinerja perusahaan, sehingga kegiatan pemeliharaan harus berjalan efisien. Inefisiensi dapat menurunkan laju produksi, dan memberikan dampak finansial berupa pengeluaran biaya yang lebih besar terhadap total ongkos perusahaan. Salah satu tindakan yang dilakukan perusahaan adalah mengikuti aturan service yang telah ditetapkan oleh ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk). Aturan-aturan tersebut telah diatur sedemikian rupa pada handbook atau manual book peralatan. Tetapi, pada kenyataannya masih ditemukan kerusakan-kerusakan pada unit yang menyebabkan downtime yang tinggi. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi terhadap manajemen pemeliharaan alat berat excavator PC 300-8MO dengan menggunakan metode FMEA dan Life Cycle Cost (LCC) di PT United Tractors Semen Gresik yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur. Penerapan metode FMEA menghasilkan rencana tindakan perbaikan dalam mereduksi downtime kerusakan pada unit, sedangkan LCC menitikberatkan terhadap dua faktor biaya utama yaitu biaya kepemilikan (owning cost) dan biaya operasional (operating cost). Berdasarkan hasil analisa data, diketahui bahwa terjadi inefisiensi yang kemudian diberikan rekomendasi perbaikan. Hasil estimasi biaya kepemilikan dan operasi setelah dilakukannya perbaikan adalah sebesar Rp 3.708.265.600. Biaya tersebut lebih hemat Rp 14.116.800 dari biaya kepemilikan dan operasi sebelum diterapkannya metode perbaikan. ============= Performance of a heavy equipment is very influential on the performance of the company, so that maintenance activities must run efficiently. Inefficiencies can decrease the rate of production, and provide a financial impact of greater expenditure on the total cost of the company. One of the actions taken by the company to fix this kind of problems are to follow the service rule which is set by the ATPM (Manufacturer). These kind of rules has been arranged inside the manual book or product handbook. However, in reality there are still frequent breakdowns in units that cause high downtime. In this study, the maintenance management of excavator PC 300-8MO will be evaluated by using FMEA and Life Cycle Cost (LCC) methods at PT United Tractors Semen Gresik located in Tuban, East Java. The implementation of the FMEA method resulted in an improved action plan to reduce downtime of unit damage, while the LCC focused on two main cost factors, namely owning cost and operating cost. Based on the result of data analysis, it is known that there is inefficiency which then given improvement recommendation. The estimated cost of ownership and operation after the repair is Rp 3,708,265,600. The cost is more efficient at Rp. 14,116,800 than the cost of ownership and operation before the improvement method is applied.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Excavator, FMEA, Laju produksi, Life Cycle Cost (LCC), Manajemen pemeliharaan, Excavator, FMEA, Life Cycle Cost (LCC), Maintenance management, Production rate
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS174 Maintainability (Engineering) . Reliability (Engineering)
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Electrical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Didit Herbiansjah
Date Deposited: 02 Aug 2018 06:10
Last Modified: 02 Aug 2018 06:10
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/57347

Actions (login required)

View Item View Item